Liku-Liku Korban Lumpur Mengurus Berkas Ganti Rugi (3)

RADAR SIDOARJO      Senin, 13 Agt 2007
Beli Foto Rp 25 Ribu, Bingung Nomor Rekening Tertukar
Banyak sudah pengorbanan materi para korban lumpur Lapindo untuk mengurus pencairan uang muka ganti rugi. Namun, alih-alih uang muka cair, nomor rekening mereka malah tertukar dengan tetangga.

JUMAT (10/8) sore sekitar pukul 15.30, berada di trotoar depan kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo, pasangan suami-istri Rahman dan Hartini (nama samaran). Keduanya mengaku, takut disebutkan identitas aslinya. Sebab, mereka khawatir pembayaran uang muka ganti ruginya dipersulit. Sore itu, Rahman dan Hartini menunggu panggilan dari PT Minarak Lapindo Jaya untuk klarifikasi masalah pembayaran uang muka ganti rugi.

Suami-istri tersebut memang salah seorang keluarga korban lumpur Lapindo, sekalipun mereka tinggal di kawasan Pucang Anom, Sidoarjo Kota. Mereka memiliki rumah di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I, yang kini sudah terbenam lumpur. Mereka mengurus pencairan uang muka.

“Rumah itu sudah setahun kami kontrakkan. Tapi, waktu kemasukan lumpur, yang mengontrak lari,” tutur Rahman, yang menafkahi keluarganya dengan menjadi tukang las serabutan.

Dia membeli rumah tipe 36/72 pada akhir 1990-an. Cicilannya sudah lunas. Rumah itu diniati dia sebagai investasi untuk tabungan pada hari tua. Karena itu, untuk tempat tinggalnya sehari-hari, Rahman dan keluarganya menumpang di rumah salah seorang kerabat mereka. “Rumah yang di Pucang Anom itu milik kenalan kami. Kami disuruh menempati, sambil merawat rumahnya,” kata Hartini yang menimpali suaminya.

Sore itu, ujar Hartini, bukanlah kali pertama datang ke kantor Minarak. Dalam sepekan, mereka lima kali bolakbalik datang ke gedung eks kantor BTPN itu untuk mengurus uang muka.

“Kami sudah tanda tangan ikatan jual beli (IJB) -sebagai tanda jadi pembayaran uang muka ganti rugi-23 Juli lalu. Tapi, sampai sekarang, urusannya nggak selesai-selesai,” tutur Rahman yang diamini Hartini.

Masalahnya, ada satu ganjalan yang hingga kini masih jadi tanda tanya. Rahman mengaku, nomor rekeningnya tertukar dengan nomor rekening warga lain, sama-sama korban lumpur. Uang muka ganti rugi yang akan dia terima ditaksir sekitar Rp 25,2 juta di antara total Rp 126 juta. “Tapi, saya belum tahu persis nilainya karena belum mengecek ke rekening. Soalnya, nomor rekening saya katanya keliru. Makanya, hari ini kami mengurusnya,” kata Rahman.

Proses menuju penandatanganan IJB itu bukan tanpa pengorbanan materi. Rahman mengaku, pernah membayar iuran Rp 10 ribu. Kemu-dian, untuk melengkapi data yang berupa foto rumah dan tanah, dia harus membayar Rp 25 ribu. “Jadi, saya harus membeli foto itu dari panitia,” ungkapnya.

Padahal, yang dia tahu, pemotretan rumah dan tanah itu dilakukan tim ITS. Warga dapat memperolehnya dengan cuma-cuma. Itu pun, kata dia, rumah yang seharusnya sudah direnovasi hanya terpotret sebagai rumah tipe 36/72. Dia pun harus puas dengan ganti rugi seharga tersebut.

Sampai di situ, Rahman berhenti. Sebab, Hartini berkali-kali memperingatkan agar jangan banyak bicara tentang hal itu. “Wis Pak, ojok ngomong ae,” kata Hartini dengan nada khawatir. (satriyo eko putro)

Iklan

2 Responses to Liku-Liku Korban Lumpur Mengurus Berkas Ganti Rugi (3)

  1. ICALLEVI berkata:

    Sebenarnya tidak ada yang namanya ganti rugi, yang terjadi adalah warga DIPAKSA menjual rumah dan tanahnya dengan perjanjian sepihak dan cara-cara pembayaran yang licik.Sialnya pemerintah mendukung kebusukan itu dengan selalu mengatakan adanya “GANTI RUGI” dan menetapkan cara pembayaran 20% uang muka dan 80% dibayar 2 tahun kemudian tanpa bersedia memberikan jaminan apapun atas sisa 80% tersebut!!!
    PEMERINTAH RI telah GAGAL memberikan perlindungan terhadap warga negaranya.
    Masih layak kah BIROKRASI ini dipertahankan???

  2. Mas Karebet berkata:

    “Liku-Liku Korban Lumpur Mengurus Berkas Ganti Rugi (3)”
    =============================================

    🙂 Jangan salah, Lapindo juga punya liku-liku untuk menunda pembayaran 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: