PENGUNGSI RAYAKAN KEMERDEKAAN DI PASAR BARU PORONG

MEDIA CENTER:
Warga pengungsi asal Desa Renokenongo dan Perum Tas I di Pasar Baru Porong (PBP), akan merayakan HUT ke-62 Kemerdekaan RI. Perayaan itu direncanakan juga menggelar berbagai acara lomba dan atraksi kesenian.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Paguyuban Rakyat Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak), Bambang Wuryantoyo di PBP, Rabu (15/8) mengatakan, kegiatan ini untuk menyambut hari kemerdekaan RI dimulai pada 10 Agustus, dengan menghias PBP dengan bendera, umbul-umbul dan tulisan yang intinya masih menggelorakan semangat kemerdekaan.
Selanjutnya, pada 11 Agustus mengadakan lomba untuk remaja, antara lain balap karung, karaoke, tarik tambang, makan kerupuk, gigit uang, memindahkan belut, dan sepeda hias. Untuk bapak-bapak, sepak bola memakai daster, catur dan memasak. Sedangkan untuk anak-anak, lomba lukis, mewarnai, dan menyanyi.
Bambang menambahkan, pada 16 Agustus (malam tasyakuran) warga melakukan renungan suci dan tabur bunga di lokasi tanggul Jatirejo. Diharapkan dengan kegiatan ini, para pengungsi mendapat perhatian dari Lapindo Brantas Inc (LBI) maupun pemerintah yakni mengabulkan permintaannya. Yaitu dengan menyediakan lahan tempat tinggal seluas 30 hektar di luar area Sidoarjo dan memberikan ganti rugi sesuai dengan keinginan warga.
Sedangkan pada 17 Agustus, akan diadakan upacara bendera yang dilaksanakan tepat pukul 08.00 bertempat di pengungsian. Dengan Inspektur Upacara Ketua Pagar Rekontrak, Pitanto. Peserta upacara berjumlah 2.681 orang terdiri dari para pengungsi dan anggota LMS dari Jatim dan Jakarta.
Tanggal 18 Agustus, di PBP akan menggelar malam kesenian yakni menampilkan Ludruk RRI Surabaya. Yang akan membawakan sebuah cerita Sawunggaling. Kemudian, 19 Agustus mengadakan pengobatan gratis dan pemberian bingkisan serta bantuan sembako dari RCTI.
Selanjutnya 20 Agustus, mengadakan hiburan barongsai dari perkumpulan masyarakat Tionghoa Surabaya, Orkes Malayu dan Ludruk Supali dari Mojokerto. Tanggal 21 Agustus, siang sampai sore ada pertunjukan Reog Ponorogo dan Jaranan Senterewe dari Tulungagung. Tanggal 22 pertunjukan ludruk dan ketoprak dari kepedulian masyarakat Kabupaten Malang.
Sementara 23 Agustus malam, akan digelar wayang kulit semalam suntuk gaya Jawa Timuran (Jekdong) dengan Ki Dalang Wintoko dan Ki Surub dari Sidoarjo. Rencananya mengambil cerita yang ada kaitannya dengan penderita korban lumpur. Semua kegiatan ini para pengungsi tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Dana tersebut dapat bantuan dari kepedulian masyarakat atas penderitaan pengungsi.
Diharapkan para pengungsi dapat terhibur dengan berbagai tontonan ini. Selain itu kami juga mengharapkan Pemprop Jatim dan Pemkab Sidoarjo memberikan bantuan, baik berupa moril dan materil.

Semburan di Jatirejo Membesar
Semburan lumpur baru di rumah Herman Desa Jatirejo, yang beberapa waktu lalu sudah mulai mengecil, saat ini kembali membesar, sebelumnya tinggi semburan hanya satu meter, tapi saat ini sudah mencapai 2-3 meter.
Humas BPLS Ahmad Zulkarnaen ditemui di kantornya Sidoarjo, Rabu (15/8) membenarkan semburan tersebut, baik yang ada di Jatirejo maupun di Desa Mindi. Saat ini, BPLS terus memantau perkembangan semburan.
Zulkarnaen menuturkan, meskipun semburan air bercampur lumpur meningkat, tetapi kadar gasnya sangat kecil sekali, sehingga tidak membahayakan masyarakat.
Sementara Jalan Raya Porong saat ini, yang dari arah Malang menuju Surabaya terjadi kemacetan hampir 5 km, karena dibekas jembatan jalan tol Siring mulai diadakan persiapan untuk pengerukan.

-ryo, ern, 2007-08-15 16:48:58

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: