Semburan Ke-71 Muncul 17 Agustus

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 18 Agt 2007
SIDOARJO – Peringatan HUT Ke-62 Kemerdekaan RI-kemarin (17/8) mendapatkan kado berupa semburan baru di Desa Besuki, KecamatanJabon. Semburan yang biasa disebut bubble (gelembung) itu diketahui setelah upacara bendera diadakan di lapangan desa setempat.

Lokasi bubble tepat di belakang peserta upacara. Semburan baru itu muncul sekitar pukul 08.30. Diameternya sekitar 10 sentimeter. Kontan, peserta upacara, termasuk Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso dan para deputinya, langsung menonton ramairamai. Catatan BPLS menyebutkan, bubble yang keluar kemarin adalah bubble ke-71 sejak luapan lumpur kali pertama terjadi, 29 Mei 2006.

Petugas pemantau gas dari PT Fergaco Indonesia yang juga ikut upacara langsung meneliti bubble tersebut. Petugas menyatakan, bubble tidak mengandung gas berbahaya. “Tidak ditemukan kandungan berbahaya, seperti H2S (hidrogen sulfida) ataupun LEL (low explosove length) yang gampang terbakar,” kata Dodi Ernawan dari PT Fergaco.

Dodi menjelaskan, bubble mungkin muncul karena penurunan tanah (subsidence) dengan air artesisdari dalam tanah. Air bubble terasa tawar. “Kejadian tersebut sama dengan kejadian di Jatirejo dan Mindi,” urainya.

Sementara itu, Deputi Operasional BPLS Sofyan Hadi mengatakan, semburan itu merupakan tren kawasan sekitar pusar semburan. Kejadian tersebut wajar. “Selama tidak mengeluarkan lumpur dan gas, tidak ada korelasinya dengan pusat semburan,” ujar Sofyan.

Sementara itu, upacara di Desa Besuki kemarin dihadiri warga korban lumpur; pekerja tanggul; siswa sekolah dari Pejarakan dan Mindi; serta Koramil dan Polsek Porong, Jabon, dan Tanggulangin.

Sunarso yang jadi inspektur upacara menegaskan, pada momen HUT kemerdekaan ini, persatuan dan kesatuan harus ditingkatkan. Pertikaian yang sering terjadi harus dikikis. “Kita harus bersatu agar semua cita-cita kita terwujud. Akhiri semua pertikaian dan mari bersama memikirkan langkah ke depan,” tandas Sunarso.

Dia berjanji akan berusaha maksimal menanggulangi dampak lumpur, terutama yang berkaitan dengan aspek sosial. Warga korban lumpur juga diminta berdoa agar luapan lumpur bisa berhenti. “Perihal yang menyangkut bidang sosial, kami akan upayakan. Namun, yang berhubungan dengan alam, kita serahkan kepada Allah,” lanjut Sunarso. (riq)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: