Volume Semburan Lumpur Lapindo Berkurang Drastis

17/08/07 16:45 Sidoarjo (ANTARA News) – Volume semburan lumpur Lapindo Brantas Inc. di Porong, Sidoarjo selama sebulan terakhir ini, tampak mengalami pengurangan cukup drastis.


Pantauan ANTARA News, Jumat menyebutkan, kepulan asap putih dari sekitar pusat semburan belakakangan ini tampak mengecil drastis, padahal kepulan putih itu sebelumnya membumbung tinggi, diikuti keluarnya aliran lumpur yang deras ke penampungan-penampungan lumpur (pond). Selain itu, aliran air yang mengarah ke spillway juga tampak berkurang drastis.

Deputi Operasional Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sofyan Hadi membenarkan bahwa volume semburan lumpur yang keluar dari pusat semburan sebulan terakhir ini terpantau hanya 0,8 meter kubik/detik, menurun drastis, dibanding saat awal semburan lumpur yang diestimasikan mencapai 1,5 meter kubik/detik,

“Turunnya volume lumpur ini, bisa dilihat dari aliran lumpur yang mengalir dari pusat semburan ke arah spillway di bagian Selatan menuju Kali Porong, yang kini mengecil,” katanya.

Menyinggung penyebab turunnya volume semburan lumpur, Sofyan mengaku belum mengetahuinya secara pasti, karena fenomena mud vulcano seperti ini sangat sulit untuk dipelajari, belum ada referensi yang menjelaskan kenapa volume semburan bisa berkurang drastis.

“Penjelasan yang masuk akal untuk fenomena ini, kemungkinan karena tekanan di bawah permukaan yang semakin berkurang. Namun, jelasnya, hal ini perlu dikaji lebih lanjut,” katanya.

Sofyan juga belum bisa memastikan apakah fenomena berkurangnya volume semburan lumpur ini bisa berlangsung stabil. “Kami tidak pernah tahu apakah ke depannya bisa meningkat lagi atau terus menurun, namun kami harap ini tidak menyebabkan semakin luasnya wilayah subsidence (penurunan tanah, red),” katanya.

BPLS hingga kini terus berupaya mempertahankan area luasan terdampak lumpur agar tidak menyebar ke radius yang lebih luas. Daerah yang terendam lumpur saat ini mencapai 700 hektar dan belum berubah sejak dimulainya masa tugas BPLS, Maret 2007.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

Iklan

27 Responses to Volume Semburan Lumpur Lapindo Berkurang Drastis

  1. usil berkata:

    Kalo pak Edy bisa absorb teorinya KANAL-V pak RIrawan, mestinya TA
    pak Edy dapet A.
    Selamat berjuang!

  2. a_otnaidah berkata:

    edy, sosok ini muncul-ilang. mungkin pemohonanmu ga terbaca olehnya. tulisannya buanyak emang yang luar biasa. coba lihat dulu ini:
    https://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-hdcb-high-density-chained-ball/
    https://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/mengalirkan-lumpur-secara-optimal/
    mestinya sudah ada jawabannya disitu, pake etungan rinci ama kompre lagi.

  3. edy berkata:

    Pak RIrawan, saya sdg TA nih. kalo saya punya data kecepatan endap lumur (Ws) dan beberapa data dimensi saluran seperti: Slope, lebar dan kedalaman aliran. Bisakah dicari jarak tempuh maksimal lumpur jk dialirkan dengan debit tertentu?
    mohon bantuan Pak IRawan.. terimakasih

  4. usil berkata:

    Makasih pak RIrawan. Belum dapet ceritanya pak, mungkin akhir pekan
    saat jemput nanti dikampusnya.

    Memang semua ilmu penting pak. Tapi kenyataannya negara2 maju saat
    saat ini, karena menguasai tehnologi. Walo masih banyak yang percaya
    sulap, wangsit, jin, ramalan dll itu. Tapi usil percaya dari zaman dulu elmu
    eksata yang berperan dan menjadi pendekar didepan. Kalo tidak, cara
    bagaimana pak RIrawan, pak Dhe terbang ke LN. Mosok berenang…hayo!

  5. RIrawan berkata:

    Bagaimana pak usil, hari pertama kuliah ini banyak cerita asyik dari putri bapak? Saya doakan ia sukses. Sebenarnya teknik itu cuma salah satu dari produk berpikir manusia. Tetapi yang lain juga tidak kalah pentingnya bagi peradaban mahkluk berakal ini, bahkan bagi keselamatan bumi beserta segenap isinya.

  6. usil berkata:

    Makasih omPapang! walo masih jaoh perjalanannya, itupun dengan
    catatan kalo tahun depan gak mampu alias keok, terpaksa ngikut
    jejak bapaknya dengan elmu bisnis.
    Kalo bisa dapat 30% dari elmunya mbak Hime dan 30% pengalaman
    omPapang, usil rasa dihari kemudian dia gak akan nganggur, iya to?
    Lha..bapaknya, dengar Bernoulli aja baru sekarang setelah membaca
    diskusi pak RIrawan dan omPapang dkk.
    btw, usil lagi terus menikmati diskusi, terutama dijudul sebelah.

  7. ompapang berkata:

    Pak Usil, selamat untuk pak Usil sekeluarga yang putrinya kuliah di Fakultas teknik.Tapi jangan milih Teknik menyulap lho ! Btw,betul kan sekarang makin GAYENG (meriah) ? sorak terus Pak Usil !!

  8. RIrawan berkata:

    eh mang, saya ga ingin ge-er. Tapi beneran nama “Pak Dhe” itu sudah patennya pak Rovicky DP yang punya blog ini. Saya belum sekaliber beliau, wong saya bisanya sibuk sama urusanku sendiri, cuma sekali-sekali ikutan nyeletuk di sini, santai ngobrol sama teman-teman. Malah ada yang ngasih pujian, tukang kecap teori doang.

  9. mang Ipin berkata:

    Thanks much Pak.Dhe atas jawabannya..untuk segala yang berserakan dapat dimanfaatkan bagi kepentingan orang banyak khususnya mengenai air suling dari
    air laut,adalah akan sangat membantu sdr2 kita yang sedang mengalami kekurangan
    air bersih khususnya didaerah pesisir..mohon tanya apa ada buku panduan untuk hal
    tsb karena ogut yakin walau P.Dhe seorang pakar dalam dunia perminyakan/gas bumi
    namun banyak mengetahui dalam hal yang ogut tanyakan…Selamat untuk sohibku
    Bung Usil buat putrinya yang akan kuliah jurusan tehnik,semoga berhasil cita2nya,
    salam kompak selalu.

  10. aRie_eNeng berkata:

    saya asli orang sidoarjo. meskipun rumah saya bukan di porong, tapi hidup saya bagai di bom waktu.

  11. usil berkata:

    Aku pingin nanya, bagaiman cara BPLS mengukur semburan yang katanya
    turun menjadi 0,8 m/dt? Apa iya ada alat yang bisa dipasang dimulut di
    mulut semburan yang diameternya lebih dari 50M?

  12. usil berkata:

    Kalo hati sudah bersatu….pasti akan bertemu, walo hanya didunia virtual.
    Iya Om, usil memang senang banget nih. Setelah menunggu sekian lama,
    akhirnya datang juga pak RIrawan. Usil ketambahan tugas sekarang, yaitu:
    mengkompilasi semua bahasan tehnik pak RIrawan, omPapang dkk untuk
    kepentingan anak. Btw, anak cewek usil Senin nanti mulai kuliah, ambil
    jurusan tehnik lagi. Walo bapaknya SMEA (maklum otak udang), tapi sang
    anak bisa ke jurusan tehnik seperti bapak2 dan Om2, bangga juga aku lho!

  13. RIrawan berkata:

    Salam kompak juga mang Ipin.
    Tentu sangat bisa membuat air suling atau air murni yang berasal dari air laut dengan energi matahari. Kalau mau langsung, metodenya dengan penyulingan pakai pancaran panas matahari seperti dijelaskan oleh ompapang. Tetapi ada banyak metode lain, misalnya energi matahari itu diubah dulu menjadi listrik, yang menggerakkan berbagai jenis sistim penghasil air bersih, termasuk RO. RO sangat tinggi beayanya, karena harga membran mikroskopiknya saat ini masih mahal dan untuk operasinya diperlukan energi yang besar pula guna menjalankan pompa tekanan tinggi.

    Di kita ini, ide dan inovasi lumayan banyak, namun masih terserak dan belum digerakkan sistematis oleh kekuatan negara. Sedih kalau membandingkan, misalnya dengan Singapura saja. Gara-gara diancam embargo air oleh Malaysia, sementara alternative dari Bintanpun dianggap terlalu rewel dan besar kepala, maka diam-diam Singapura mengerahkan seluruh daya cerdik-cendekiawan dari segenap rakyatnya, yang digodok oleh lembaga Ristek negara secara sistematis dan produk konsepnya dilaksanakan oleh kekuatan negara. Hasilnya sekarang Singapura berlimpah air, bahkan siap minum langsung dari kran-ledeng, yang diperoleh dari daur ulang air limbah dan air laut, baik dengan penyulingan maupun proses RO.

    Di kita ini, contohnya lumpur lapindo ini. Orang-orang pada ngomong sendiri dan ide-ide berserakan. Tetapi penanggulangan musibah ini terus jalan bagai kafilah berlalu.

  14. mang Ipin berkata:

    Met pagi Om Papang & Pak.Dhe, makasih atas pencerahannya mengenai energy solar
    yang sangat besar manfaatnya untuk umat manusia yang belum dimaksimalkan peng-
    gunaannya…ogut mau tanya makalah air suling dengan energy matahari tsb yang di-
    jelaskan diatas,apakah dapat diaplikasikan dengan air laut/salt water????karena dgn
    memakai RO akan sangat tinggi biaya produksinya,makasih atas jawaban yang akan
    diberikan…salam kompak selalu dari mang Ipin.

  15. RIrawan berkata:

    Terima kasih om papang. Benar sekali om, air suling bisa diperoleh dari energi sinar matahari seperti yang ompapang jelaskan. Di Madiun seorang guru SD menciptakan kompor tenaga surya, yang sekarang diteruskan oleh putranya dan laku dijual. Bumi ini dihibahi oleh matahari energi sebanyak 10^11 Mw, yang menjadi sumber bahkan yang memungkinkan adanya kehidupan di bumi. Itu lebih daripada 100.000 kali jumlah daya pembangkit listrik yang telah dibuat umat manusia di seluruh dunia saat ini! (Harald Fritzsch).

  16. ompapang berkata:

    Ini dia pak Usil. yang dinanti sudah datang menepati janjinya, dengan etung-etungan yang jitu lagi! Selamat bergabung lagi Pak RIrawan, Pak Syahraz juga sudah lebih dulu come back lho !
    Btw, etung-etungannya pak RIrawan mungkin bisa dimanfaatkan untuk pengadaan air suling di daerah yang airnya payau yang biasa mengalami kesulitan air tawar. Dari etungan tadi, bila diterapkan pada kolam air payau dalam rumah kaca luas 100 m2 untuk menangkap uap yang kemudian diembunkan dan ditampung sebagai air suling, maka energi matahari mampu menghasilkan 1 m3/hari air suling. Jumlah ini dapat mencukupi kebutuhan 5 orang (1 KK ). Untuk menekan biaya pembuatan penangkap uap air, bahan kaca mungkin dapat diganti plastik transparan seperti yang dipakai untuk oven matahari dalam pengeringan kayu bahan bangunan. Barangkali ada LSM atau Pemda yang mau memanfaatkannya, silahkan mencoba!
    Kalau rumah kaca/plastik diterapkan diladang garam, mungkin kita dapat two in one, panen air suling dan garam dengan energi gratis 1020 watt/m2!

  17. RIrawan berkata:

    Soal dugaan adanya penurunan debit semburan, menurut hemat saya, ada 3 alasan logis:

    1. Seperti komentar pertama ompapang diatas, debit aquifer di bawah sana berkurang akibat musim kemarau, sehingga produksi gas uap air juga berkurang. Namun saya ragu tentang ini.

    2. Tambahan semacam mangkok penampungan extra akibat amblesan: h = 2 cm/hari dipusat semburan.

    Dengan luas genangan A = 700 ha (=  . r²), setiap hari terbentuk cekungan penampungan extra tanpa menambah tinggi permukaan genangan. Maka daya tampung extra itu: Ve = ⅓ .  . r² . h = ⅓ . A . h = ⅓ x 700 ha x 10^4 m²/ha x 2 cm/hari = 46.667 m³/hari.

    3. Tambahan penguapan selama musim kering akibat terik matahari dan makin meluasnya genangan. Terpaan sinar matahari yang jatuh ke bumi 1366 watt/m² tegak lurus, tetapi 6% dipantulkan dan 16% diserap oleh atmosfir, sehingga tersisa 1020 watt/m² yang menerpa permukaan tanah di puncak katulistiwa dalam keadaan udara sangat jernih. Katakanlah di musim kering ini ada rata-rata 30% tambahan energi panas yang menerpa 700 ha genangan lumpur, maka dalam 1 hari ada tambahan daya panas sebesar: P = 30% x 1020 watt/m² x 700 ha x 10^4 m²/ha x 8 jam/hari = 17.136.000 Kwh/hari = 6,16896 x 10^10 KJ/hari. Dengan nilai kalor penguapan air: e = 2250 KJ/Kg, maka energi panas itu cukup untuk menguapkan tambahan air lumpur sebanyak: V = P / e = 27.417.600 Kg air per hari ≈ 27.417 m³/hari.

    Jika nomor 2 dan 3 dijumlahkan: (46.667 + 27.417) m³/hari = 74.084 m³/hari
    Ini pas setengah dari debit semburan yang 150.000 m³/hari, bukan?
    Jadi bukan debit semburannya yang berkurang, melainkan yang meluap keluar di pinggiran tanggul seolah-olah berkurang separuh!

  18. inyo berkata:

    P. Giusty, utk sederhananya “selisih volume” antara “volume awal” dg “volume akhir” akan didapat “nilai/angka yg dimaksud”, seharusnya alat ukur(semacam current meters) + record data2 tsb ada di team BPLS
    utk info teknik-nya, Silakan baca di blog ini ato dongeng geologi-nya PakDhe Rovicky, coba cermati posting P. IRiawan, OmPapang, P. Herman, dkk. di “diskusi HDCB” dan “Hari ini Bola Beton mulai Sumbat Lumpur”, dll. barangkali bisa membantu

  19. ompapang berkata:

    Iya betul pak Heruyono, kalau musin hujan datang pada bulan Oktober, pengaruhnya akan kelihatan pada bulan Desember, kata orang Jawa ,September itu ASAT_ASATnya sumber, sedang Desember itu GEDE-GEDENYA sumber. Jadi kalau benar Lusi dipengaruhi air hujan, maka ada kemungkinan besok bulan September akan terjadi penurunan debit semburan,seiring mengecilnya debit sungai Porong dan kelak sesudah musim hujan berlangsung 3 bulan maka ada kemungkinan semburan membesar lagi. Hal inilah yang perlu diwaspadai,kalau perkiraan tersebut dipercaya BENAR.

  20. Giusty berkata:

    Penurunan jumlah volume semburan itu ngitungnya gimana?

  21. inyo berkata:

    kembali ke asumsi sy, ttg proses “penyempitan”, maksud sy bukan semata-mata “lubang menjadi sempit” tapi terjadi “hambatan/resistensi” yg diakibatkan karena terjadi proses terbentuknya rongga/ruangan didalam lubang semburan itu sendiri secara alami { gambarannya spt buah kelapa/perut yg pangkal/ujungnya ada “lubang kecil” –> “( )” } krn proses pembentukan tsb terjadi sedemikian rupa shg di dlm perut tsb timbul proses “counter weight/hukum bernauli”, sebagian lumpur/material dikirim ke permukaan dengan tekanan lebih rendah lewat lubang bag atas dan sebagian lagi yg lainnya kembalikan ke perut bumi lewat lubang bag. bawah shg tekanannyapun juga berkurang, klo proses tsb terjadi terus-menerus, di lubang atas/bawah akan terjadi lapisan kerak2 yg lama2 akan semakin keras..dan keras, akhirnya lubang2 tsb tertutup dg sendirinya, nah klo proses tsb bener2 tejadi, teknologi siapa yg perperan? yg perlu dicermati/waspadai “bubble”yg masih aktif , apa volume semburanya juga berkurang??
    utk pertanyaan P. Heruyono , OmPapang aja yg ng’respon dech!! catt: ada patahan yg membentang sepanjang G. Penanggungan—->Watu kosek—–>BjP-1—>…dst.

  22. mang Ipin berkata:

    Betul sekali mas Heruyono,base kepada ulasan dari Pak.Dhe mengenai penurunan
    semburan dari si LuSi binti LuLa tsb bahwa pencermatan subsidence akan terjadi kem-
    bali sebagaimana pada waktu Maret lalu,dengan ambrolnya beberapa tanggul penahan
    LuSi tsb,so yang suanget urgent sekarang ini adalah masalah keselamatan jiwa dari
    saudara2 kita yang terlibat disekitar daerah rawan amblesan…lam kompak selalu

  23. Heruyono@yahoo berkata:

    Mang Ipin yth,
    Apakah menurunnya hujan itu juga drastis dan apakah perubahan akibat musim juga akan drastis ? Saya kira tulisan Pak Roficki kemungkinan amblesan perlu dilihat juga.
    Air hujan yang meresap tentunya akan memberikan dampak perlahan, kan pori-pori batuan bukanlah sebuah pipa yang akan memberikan respons serta merta ?

  24. mang Ipin berkata:

    Salam kompak selalu! betul sekali perkiraan dari Om Papang & Dek.Inyo, karena ke-
    marau yang telah terjadi maka pasokan air kesumber semburan LuSi juga berkurang coz mengecilnya debit lumpur yang keluar sebanyak 50%,cuma fenomena makin
    mengecilnya LuSi yang keluar sebaiknya lebih diperhatikan, karena dalam kerja ketel
    uap bila jumlah air tidak mencukupi maka akan terjadi blow up alias meledak
    nya si ketel uap tsb,dalam kasus LuSi ini seperti yang pernah didiskusikan sebelum-
    nya maka periode subsidence akan mulai berperan,disebabkan tekanan keatas yang
    berkurang s/d hampir 50%,disamping masukan dari Om Papang& Inyo sebaiknya
    para pengelola LuSi alias BPLS lebih menaruh perhatian terhadap safety,dengan lebih
    concern terhadap keselamatan para pekerjanya dan wisatawan yang tiap hari selalu
    berdatangan untuk menyaksikan danau LuSi ,jangan kasus November terulang kem-
    bali………cuma sdh agak lama suaranya bung Usil gak kedengaran!!!! kemana yaaah??????

  25. inyo berkata:

    volume semburan lumpur:

    /detik /menit /jam /hari
    ———————————————————
    1.5 x60 90 x60 5400 x24 129600 m kubik/hari –>100%

    0.8 x60 48 x60 2880 x24 69120 m kubik/hari –>53.3%
    ——— –
    berkurang: 60480 m kubik/hari –>46.7%

    PakDhe, katanya amblesan terjadi scr periodik, klo dikaitkan dengan volume semburan tentunya semburan tsb juga berkurangnya scr periodik to PakDhe?? tapi sebulan terakhir ini berkurang “drastis”, lha semburan pada “sebulan terakhir ini volumenya brp?
    ..angka 1.5 m kubik/detik itu khan didapat dr awal semburan(berarti sdh berjalan 1 th lebih berkurang hingga skr jadi 0,8 m kubik/detik)
    asumsi saya koq lebih cenderung ke”terjadi penyempitan” pada lubang/badan semburan itu sendiri (entah material apa yg nyumbat?? ato mungkin bisa krn berkurangnya volume air krn musim kemarau plus muncul bubble2 baru… ato ada sesuatu yg lain…?? shg menyebabkan semburan lumpur berkurang, …tunggu aja tanggal mainnya di musim hujan nanti, giu to Pak Usil, OmPapang, mang Ipin, dkk.

  26. ompapang berkata:

    Ada kemungkinan lain, karena musim kemarau suply air dari gunung atau rembesan di arah hulu kali Porong juga mengecil. Kalau ini benar, maka perlu kewaspadaan dimusim hujan yang akan datang.

    • fathur rozi berkata:

      ya law memang tidak bisa di hentikan semburan itu maka cukup merubah diri kita sendiri kita intropeksi saja atas keadaan kita dan umat yang yang selelu membuat Allah murka kepada kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: