Pemerintah Dikecam Soal Kenaikan Anggaran Rehabilitasi Dampak Lumpur Lapindo

TempoInteraktif Senin, 20 Agustus 2007 | 01:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Keputusan pemerintah menaikkan hingga dua kali lipat lebih anggaran untuk rehabilitasi kerusakan infrastruktur akibat lumpur panas Lapindo Brantas Inc. di Porong, Sidoarjo, menuai kecaman.

Pemerintah menetapkan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur akibat bencana lumpur Lapindo dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2008 sebesar Rp 1,57 triliun. Jumlah ini melonjak dari usul pemerintah dalam RAPBNP 2007 senilai Rp 900 miliar, yang kemudian hanya disetujui Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat sebesar Rp 600 miliar.

Anggota Komisi Infrastruktur DPR, Nursyirwan Soejono, menyesalkan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tak menjelaskan secara terperinci dan tegas langkah-langkah konkret penanganan semburan lumpur. “Terkesan (pemerintah) ingin menghindari polemik. (Pidato) sangat tak memuaskan,” ujarnya kepada Tempo, Sabtu lalu.

Menurut dia, sebagian besar anggota Komisi Infrastruktur pun tak puas dengan pidato Presiden itu. “Banyak yang tak puas,” katanya.

Nursyirwan menegaskan seharusnya pemerintah menetapkan dulu status peristiwa lumpur Lapindo dan realisasi penanganan di lapangan. “Setelah itu, baru naikkan anggaran,” kata politikus Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Presiden, kata dia, seharusnya menjelaskan Lapindo secara substansial. “Statusnya tak jelas, padahal sudah ada rekomendasi,” kata dia. “Penanganan korban lumpur di lapangan juga tak terlihat.”

Nursyirwan, yang juga anggota Panitia Anggaran DPR, memastikan akan meminta pemerintah mengklarifikasi peningkatan anggaran itu. Alasannya, Dewan juga harus bertanggung jawab bila suatu hari nanti ditanya mengenai keputusan anggaran Lapindo. “Bukannya tak memperhatikan rakyat, tapi tanggung jawab Lapindo bagaimana?” ucapnya.

Hal senada dilontarkan pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance, Iman Sugema. “Jangan anggaran naik tapi masalah di lapangan tak beres-beres,” kata dia kepada Tempo secara terpisah.

Dari pidato Presiden itu, Iman menilai pemerintah terlalu mengalah kepada kepentingan Grup Bakrie, Santos, dan Medco. “Tapi bailout juga. Mungkin Presiden tak berani,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia lebih lanjut, pemerintah memberikan sinyal langkah-langkah antisipasi jika keadaan memburuk.
Menurut Iman, pidato kemarin justru menimbulkan polemik karena pemerintah tak menjelaskan status bencana dan kejelasan tanggung jawab Lapindo. “Lapindo seharusnya ditekan (oleh pemerintah),” katanya. “Tapi pemerintah justru menyelamatkan diri sendiri.”

Semburan lumpur panas Lapindo juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur menjadi 0,5 persen di bawah pertumbuhan nasional karena banyaknya industri yang gulung tikar. “Tahun-tahun sebelumnya selalu lebih tinggi,” ujar Iman.

Pembebanan rehabilitasi infrastruktur dampak lumpur Lapindo ke anggaran negara mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo. Peraturan itu menyebutkan biaya-biaya sosial kemasyarakatan yang timbul di luar peta area dan biaya-biaya penanganan masalah infrastruktur termasuk infrastruktur untuk penanganan luapan lumpur di Sidoarjo akan menjadi beban APBN.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dana rehabilitasi itu masuk anggaran departemen teknis, seperti Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Perhubungan. Dalam RAPBN 2008, alokasi anggaran untuk Departemen Pekerjaan Umum naik 41,1 persen menjadi Rp 35,6 triliun.

Sedangkan untuk Departemen Perhubungan naik 64,1 persen menjadi Rp 16,2 triliun.

l Rieka Rahadiana

Iklan

2 Responses to Pemerintah Dikecam Soal Kenaikan Anggaran Rehabilitasi Dampak Lumpur Lapindo

  1. gebraklapindo berkata:

    lapindo..lapindo…

  2. Mas Karebet berkata:

    “Pemerintah Dikecam Soal Kenaikan Anggaran Rehabilitasi Dampak Lumpur Lapindo”
    ==================================================

    🙂 Sing waras ngalah wae 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: