Lihat Kondisi Riil

RADAR SIDOARJO      Jumat, 24 Agt 2007
SIDOARJO – Ratusan warga Paguyuban Rakyat Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak) nglurug Pendapa Delta Wibawa kemarin (23/8). Mereka meminta Bupati Win Hendrarso menyetujui berbagai tuntutan. Namun, Win menyatakan tidak mampu memenuhi tuntutan warga karena memang sulit dipenuhi.

“Kalau disuruh memperjuangkan aspirasi Anda, saya katakan sekarang juga bahwa saya tidak mampu. Tapi, kalau sekadar disuruh menyampaikan ke pemerintah pusat, akan saya sampaikan,” tegasnya.

Win menyatakan sikapnya itu saat menerima Ketua Pagar Rekontrak Sunarto untuk menyerahkan hasil pembahasan mereka kepada bupati. Isi hasil pembahasan itu, antara lain, akad jual beli Lapindo sebagai realisasi pembayaran ganti rugi tidak sah. Kemudian Lapindo harus mengganti untung semua kerugian 100 persen dan rakyat wajib melawan Lapindo.

Win mengatakan melihat kondisi riil di lapangan. Hingga saat ini, ujar dia, secara hukum Lapindo belum bisa dikatakan bersalah 100 persen atas terjadinya semburan lumpur di Porong. Kemampuan Lapindo membayar ganti rugi secara tunai baru 20 persen dari yang harus dibayarkan. “Bukannya Lapindo tidak punya aset. Tapi, cash flow-nya yang tidak mampu. Sebab, untuk menguangkan aset itu, butuh waktu dan Lapindo baru mampu pada tahun depan,” tuturnya.

Win menambahkan, skema ganti rugi yang dilakukan saat ini secara hukum sudah ditetapkan melalui Perpres Nomor 14 Tahun 2007 sehingga sudah baku. “Apalagi, 96 persen warga korban lumpur Lapindo sudah menyepakati skema itu,” tandasnya. (sat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: