KLAIM KERUGIAN PLN KE LAPINDO BELUM TERBAYAR

MEDIA CENTER:
PT PLN (Persero) Distribusi Jatim Area Pelayanan Jaringan (APJ) Sidoarjo menyatakan hingga saat ini klaim kerugian sebesar Rp 15 miliar (termasuk tunggakan rekening pelanggan Rp 900 juta) yang dituntut ke Lapindo Brantas Inc (LBI) belum juga terbayarkan. Untuk itu, PLN akan mengirimkan surat kembali ke Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dan LBI.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan PT PLN Distribusi Jatim untuk mengupayakan realisasi tuntutan kerugian ke LBI. Ini karena PLN APJ Sidoarjo tidak bisa bergerak dan memutuskan langkah sendiri,” kata Manajer PLN APJ Sidoarjo, Ir Rajasa Gautama ditemui di kantornya, Jumat (24/8).
Mengenai wacana proses hukum yang akan diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, jika LBI melakukan wanprestasi (melanggar kesepakatan MoU dengan PLN), menurut Rajasa, masih menunggu kebijakan dari PLN Jatim dengan tim kuasa hukumnya.
“Kami tetap serius untuk meminta pertanggungjawaban LBI tentang ganti rugi itu. Bukannya bersikap pasrah, karena aset-aset negara seperti gardu induk dan trafo listrik yang tenggelam harus diganti. Tetapi semuanya tetap berdasarkan mekanisme yang ada. LBI setelah dikonfirmasi juga punya niat baik untuk membayarnya, tetapi belum tahu kapan,” ujarnya.
Menurut dia, PLN saat ini lebih mementingkan nasib warga korban lumpur di Porong, Sidoarjo dan mengutamakan pelayanan jaringan listrik di wilayah lainnya yang belum terkena lumpur. PLN juga telah membantu meringankan korban lumpur dengan memberikan sembako dan seragam sekolah bekerjasama dengan Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Jatim beberapa waktu lalu.
“Ke depan, pada peringatan Hari Listrik Nasional (Harlinas) 27 Oktober 2007 mendatang, kami juga memberikan bantuan lagi kepada korban lumpur,” imbuhnya.
Coorporate Speaker (juru bicara) PT PLN Distribusi Jatim, Ir Faisal Ashyari menambahkan, pihaknya saat ini tidak menjadikan tuntutan klaim kerugian Rp 15 miliar kepada LBI sebagai prioritas utama. Pasalnya, yang lebih utama adalah memprioritaskan untuk me-recovery infrastruktur jaringan listrik yang tenggelam akibat lumpur panas dan membantu meringankan warga korban lumpur.
“Kami tetap akan mengingatkan kepada LBI bahwa klaim kerugian kepada PLN belum terbayar. Bukannya kami pasrah dan berdiam diri,” tuturnya.

-tok, 2007-08-24 15:07:39

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: