Perselisihan Warisan Warnai Transaksi

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 25 Agt 2007
SIDOARJO – Proses transaksi jual beli ganti rugi harta korban lumpur kemarin (24/8) diwarnai pengaduan dugaan pemalsuan data berkas kepemilikan tanah warisan. Wiwik Sudwjati, 63, warga Desa Renokenongo, mengajukan keberatan atas klaim ganti rugi berkas tanah milik Suwartono, korban lumpur yang juga saudara sepupunya.

Wiwik mengatakan, tanah yang diajukan ke Tim Verifikasi BPLS untuk mendapatkan ganti rugi itu dia yakini sebagai tanah kakeknya. Dia mengaku memiliki hak atas sebagian tanah tersebut. Namun, dalam berkas verifikasi, tanah itu diakui milik Suwartono seluruhnya.

“Saya datang ke sini (kantor Minarak, Red) untuk meminta berkas tersebut diblokir dulu. Sebab, tanah itu milik mbah kami. Bapak saya belum mendapatkan bagian sebagai salah satu ahli waris,” ujarnya.

Wiwik membawa berkas-berkas sejarah kepemilikan tanah beserta fotokopinya. Dia juga mengajak seorang tetangga sebagai saksi. Diduga, sebagian data dalam formulir verifikasi BPLS itu dipalsukan.

PT Minarak menanggapi positif laporan Wiwik. Ketua Tim Verifikasi Minarak Heroe Djatmiko menyarankan masalah hak waris itu diselesaikan dulu secara kekeluargaan antarpara ahli waris sebelum diajukan untuk proses verifikasi. “Tim verifikasi tidak mau terlibat persoalan keluarga atau sengketa hak waris,” imbuh Heroe. (sat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: