SEBANYAK 37 TOKOH LINTAS AGAMA AKAN KELUARKAN FATWA TENTANG LUMPUR LAPINDO

MEDIA CENTER: Sebanyak 37 tokoh lintas agama se-Jawa, akan membahas fatwa bersama terkait bencana lumpur panas Lapindo Brantas Inc (LBI) di pengungsian Pasar Baru Porong Sidoarjo, Rabu (21/8) besok.
Humas Gerakan Bersama Rakyat Untuk Korban (Gebrak) Lumpur Panas LBI, Bisri Effendy, di temui di pengungsian Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Selasa (21/8) mengatakan, pembahasan fatwa itu adalah untuk mencari kejelasan melalui terminologi agama, atas bencana alam yang disebabkan keteledoran manusia terkait pemanfaatan alam. Fatwa itu juga mencari status hukum secara fiqih Islam dan pandangan agama lain atas penjualan tanah terkait bencana alam.
Dalam isi fatwa tersebut, masyarakat korban lumpur akan mendapatkan kejelasan secara agama tentang status hukum jual beli tanah, yang pembayarannya dicicil dengan uang muka 20%, ketika melakukan transaksi jual beli dengan LBI. Supaya mereka tidak ragu atau terpaksa, yang berakibat gugurnya akad jual beli. Fatwa itu penting dikeluarkan, karena dalam proses jual beli, masyarakat seakan-akan dipaksa lantaran tanahnya sudah hanyut terendam lumpur panas.
Hasil pembahasan fatwa tersebut selanjutnya akan dikirim pada Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono, pada 30 Agustus mendatang. Namun sebelumnya, Kamis (23/8) depan, di Pendopo Sidoarjo, tokoh-tokoh lintas agama bersama masyarakat korban lumpur akan membacakan isi fatwa dengan mengundang Bupati Sidoarjo Drs Win Hendrarso MSi dan petinggi LBI serta PT Minarak Lapindo Jaya selaku perusahaan yang ditunjuk membayar ganti rugi.
Tokoh lintas agama yang akan hadir, di antaranya mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Mbah Liem Imampuro (Klaten Jawa Tengah), Masdar F Mas’ud (Jakarta), Romo Sandiawan (Jakarta), dan Pendeta Yusack Santoso (Sidoarjo).
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari pesta rakyat menyambut HUT ke-62 Kemerdekaan RI, yang diselenggarakan Gebrak Lumpur Panas LBI. Acara itu merupakan kerjasama dari 34 elemen masyarakat se-Indonesia, di antaranya, Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Yayasan Tantular Malang, Serikat Dosen Progresif Unair Surabaya, Lafadz Inisiative Jogjakarta, dan Komite Perjuangan Rakyat Miskin Makasar.
Selain mengeluarkan fatwa tentang bencana lumpur panas LBI, kegiatan yang berlangsung 20–24 Agustus itu, juga dimeriahkan pertunjukan kesenian Barongsai, Jaranan dari Ponorogo, konser musik oleh seniman Jatim, festival musik banjari, dan konser musik gambus dari Jember serta doa bersama.

-jal, ern, 2007-08-21 15:00:12

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: