TIM VERIFIKASI BPLS SUMPAH 1.200 WARGA KORBAN LUMPUR

MEDIA CENTER:Gelombang Kedua
Tim Verifikasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) kembali melakukan pengambilan sumpah luasan tanah kepada 1.200 warga korban lumpur di Pendopo Sidoarjo.
Ini merupakan pengambilan sumpah gelombang kedua setelah sebelumnya pernah dilakukan 25 Juli dan diikuti lebih dari 2.200 warga yang sebagian besar warga Perum TAS I. Pada gelombang kedua, diikuti warga dari Desa Jatirejo, Ketapang, dan Siring. “Mereka yang ikut sumpah akan menandatangani berkas luasan bangunan, karena tidak dilengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” kata Ketua Tim Verifikasi BPLS, Yusuf Purnama di Pendopo Sidoarjo, Rabu (22/8).
Emha Ainun Najib rencananya akan datang, Kamis (23/8) dan dijadwalkan akan mendampingi warga di hari kedua gelombang kedua pengambilan sumpah. Hari ini, 429 orang diambil sumpah, dilanjutkan Kamis (23/8) sekitar 444 orang, kemudian sisanya akan disumah Jumat (24/8).

Gelar Fatwa
Sementara itu, 30 tokoh lintas agama se-Jatim membahas fatwa bersama terkait bencana lumpur panas Lapindo Brantas Inc (LBI) dan proses ganti rugi serta doa lintas agama, di pengungsian Pasar Baru Porong Sidoarjo.
Ketua Gerakan Bersama Rakyat Untuk Korban (Gebrak) Lumpur Panas LBI, H Sunar di pengungsian Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Rabu (22/8) mengatakan, tokoh lintas agama yang hadir, Katholik, Romo Gani dari Surabaya, Romo wawan dari Malang, Baidowi dari ponpes Salafiyah Situbondo, KH Ashari Sholikin dari Jember dan Moh Sholeh dari Mojokerto. Mereka sependapat bahwa jual beli yang dilakukan LBI tidak syah, karena tidak memenuhi syarat dalam kaca mata agama masing masing, yakni ada unsur paksaan dan tidak berdasarkan kesepakatan.
Kegiatan itu merupakan rangkaian dari pesta rakyat menyambut HUT ke-62 Kemerdekaan RI yang diselenggarakan Gebrak Lumpur Panas LBI kerjasama 34 elemen masyarakat se-Indonesia di antaranya, Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Yayasan Tantular Malang, Serikat Dosen Progresif Unair Surabaya, Lafadz Inisiative Yogyakarta, dan Komite Perjuangan Rakyat Miskin Makasa.
Selain mengeluarkan fatwa, kegiatan yang berlangsung 20-24 Agustus itu juga dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian Barongsai, Jaranan dari Ponorogo, konser musik oleh seniman Jatim, festival musik banjari, dan konser musik gambus dari Jember.

-mdj, yan, 2007-08-22 16:02:16

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: