Banpres Rp 10 M Ngendon

RADAR SIDOARJO      Senin, 27 Agt 2007
Ketua Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo Choirul Anam menyebut luapan lumpur telah menyebabkan aktivitas ekonomi di Sidoarjo terancam hancur. Salah satunya, pusat kerajinan kulit di kawasan Tanggulangin.

Upaya menyelamatkan aktivitas ekonomi itu masih terhambat. Di antaranya, menunggu kepastian dana bantuan presiden (banpres) Rp 10 miliar. Sebab, hingga saat ini, penggunaan anggaran itu menimbulkan pro-kontra.

Ada yang ingin dana itu digunakan untuk meningkatkan perekonomian warga dengan pelatihan dan modal. Tapi, pengungsi lebih menginginkan dana tersebut dibagi tunai saja. “Sekarang kami menunggu keputusan pemerintah pusat,” kata Anam.

Kondisi tersebut menyebabkan dana Rp 10 miliar ngendon dua bulan di bank. Namun, tidak jelas di bank mana dan atas nama siapa. Dana itu menjadi rasan-rasan karena tidak juga dicairkan. Misalnya, bunganya saja berapa kalau di bank dua bulan.

Namun, Anam mengaku tidak tahu sebenarnya posisi banpres itu di mana. “Saya sendiri tidak tahu di mana uang itu. Tapi, saya dengar sudah mengucur,” ujarnya. (riq)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: