Mari Bersyukur dan Terus Berjuang

RADAR SIDOARJO      Rabu, 29 Agt 2007
Ajakan Cak Nun untuk Korban Lumpur
SIDOARJO – Ribuan korban lumpur mengikuti doa bersama di Parkir Timur Gelora Delta Senin (27/8) malam. Mereka bersama-sama berdoa sebagai ungkapan rasa syukur karena uang muka 20 persen terealisasi sambil terus berjuang untuk mendapatkan sisa pembayaran 80 persen.

Doa dipimpin budayawan Emha Ainun Nadjib atau biasa disapa Cak Nun. Hadir pula Noe, putra Cak Nun yang tergabung dalam grup band Letto, serta Novia Kolopaking, istri Cak Nun. Menkominfo Muh. Nuh dan Kepala BPLS Sunarso serta sejumlah tokoh juga mengikuti acara yang berlangsung khidmat itu.

Dalam hening malam, ribuan korban lumpur dan warga Sidoarjo melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan salawat. Linangan air mata dan rintihan pasrah mengalir. “Kita harus bersyukur dan terus berjuang agar apa yang kita inginkan bisa tercapai,” ungkap Cak Nun. Dia mengimbau agar warga selalu bersyukur dengan apa yang telah diterima. Dengan begitu, kesulitan para korban lumpur diharapkan bisa segera terlewati.

Cak Nun juga berpesan agar warga lebih berhati-hati. Sebab, saat ini banyak orang yang menjadikan korban lumpur sebagai komoditas untuk meraih sesuatu. “Allah Mahatahu. Barang siapa benar-benar niat menolong, Allah akan membalasnya. Namun, jika ada yang berniat memanfaatkan, semoga Allah memberikan keadilan kepadanya,” tegas Cak Nun.

Seorang bocah korban lumpur diberi kesempatan tampil ke pentas untuk mengungkapkan keluh-kesahnya. Bocah itu juga membacakan puisi tentang kesedihan sebagai korban lumpur. “Saya tidak tenang. Tiap malam saya selalu menangis. Hidup saya dan orang tua saya menderita,” ceritanya dengan lugu.

Dalam kesempatan itu, Menkominfo menyampaikan harapan agar masyarakat segera bangkit dari keterpurukan tersebut. Bangkitnya masyarakat harus diimbangi tiga aspek. Pertama, pemerintah harus serius dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kedua, warga diminta berjuang dan bekerja keras memperbaiki kehidupan. Ketiga, pemerintah pusat harus turun tangan mengatasi semua itu. “Kalau Vietnam dan Kamboja mampu melakukan itu, kenapa Sidoarjo tidak?, ” tegasnya. (riq)

Iklan

One Response to Mari Bersyukur dan Terus Berjuang

  1. Mas Karebet berkata:

    “Mari Bersyukur dan Terus Berjuang”
    ============================
    😦 Sampai 30 tahun lagi kan ? 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: