GPR Sebut Subsidence 2 Cm Per Hari

RADAR SIDOARJO Selasa, 04 Sept 2007 
SIDOARJO – Badan penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengungkap hasil pantauan ground penetration radar (GPR), alat pemantau tekanan dalam tanah. Pengamatan selama sepekan menyatakan adanya pergeseran dan reaktivasi patahan di sekitar pusat semburan lumpur.

Menurut Kepala Sub Pokja Penutupan dan Penanganan Semburan BPLS Handoko Teguh, reaktivasi patahan itu terjadi lurus mengarah ke barat laut tenggara dari pusat semburan. Patahan tersebut memisahkan antara wilayah selatan dan utara. Patahan lain terjadi di wilayah garis lulus yang disebut Watukosek Fault System, garis tektonik yang ditarik dari Sungai Watukosek ke arah pusat semburan.

“Jika digambarkan, patahan tampak seperti potongan piza karena membentuk potongan dengan sudut 45 derajat,” ujar Handoko Teguh.

Dia menambahkan, di patahan tersebut, terjadi penurunan tanah (subsidence) setidaknya 2 sentimeter per hari. Patahan itu diikuti penurunan permukaan tanah (subsidence) di sebelah selatan, yaitu wilayah Jatirejo. Kawasan Jatirejo yang sudah mengalami subsidence kini terus turun.

Namun, penurunan tidak terjadi di selatan garis patahan Watukosek Fault System. Yaitu, kawasan Mindi, Pejarakan, dan Kedungcangkring. Permukaan tanah di kawasan itu, kata Handoko, justru naik akibat dorongan mud volcano. Kondisi itu disebabkan antiklin, yakni gunungan akibat tekanan berlawanan. Materi yang terkandung dalam mud volcano hanya sebatas air bebas, gas, dan lempung. “Karena dorongan ini, kondisi tanah di daerah itu cenderung naik,” jelasnya.

Salah satu tandanya adalah munculnya pencemaran air sumur di Kedungcangkring. Pencemaran air sumur itu sempat diduga akibat pembuangan lumpur ke Kali Porong. Namun, setelah dipantau dengan GPR, penyebabnya adalah letak sumber air yang berdekatan dengan mud volcano. “Wajar jika air yang mereka ambil sudah berubah warna dan rasanya,” katanya.(riq)
 
 

2 Balasan ke GPR Sebut Subsidence 2 Cm Per Hari

  1. PapaTITA mengatakan:

    Mantaf benar pak RIrawan.
    Pak Dhe bisa minta request dari informasi tulisan diatas bisa digambarkan dalam bentuk peta/potongan daerah yang mengalami penurunan/kenaikan?

    Sebab dari tulisan ini, sedikit rada membingungkan:🙂
    ==============================
    Dia menambahkan, di patahan tersebut, terjadi penurunan tanah (subsidence) setidaknya 2 sentimeter per hari. Patahan itu diikuti penurunan permukaan tanah (subsidence) di sebelah selatan, yaitu wilayah Jatirejo. Kawasan Jatirejo yang sudah mengalami subsidence kini terus turun.

    Namun, penurunan tidak terjadi di selatan garis patahan Watukosek Fault System. Yaitu, kawasan Mindi, Pejarakan, dan Kedungcangkring. Permukaan tanah di kawasan itu, kata Handoko, justru naik akibat dorongan mud volcano. Kondisi itu disebabkan antiklin, yakni gunungan akibat tekanan berlawanan. Materi yang terkandung dalam mud volcano hanya sebatas air bebas, gas, dan lempung. “Karena dorongan ini, kondisi tanah di daerah itu cenderung naik,” jelasnya.
    ==============================

  2. RIrawan mengatakan:

    Ungkapan BPLS tentang hasil pantauan Ground Penetration Radar, bahwa amblesan atau penurunan tanah adalah 2 cm / hari adalah cocok dengan kalkulasi kualitatif numerik atas daya dukung tanah berongga lawan beban gaya lumpur di permukaan, yang saya pakai pada perhitungan di komen: https://hotmudflow.wordpress.com/2007/08/18/volume-semburan-lumpur-lapindo-berkurang-drastis/#comment-15030, tentang “seolah-olah” berkurangnya debit semburan:

    …quote
    2. Tambahan semacam mangkok penampungan extra akibat amblesan: h = 2 cm/hari dipusat semburan. Dengan A = 700 ha (= phi . r²), setiap hari terbentuk cekungan penampungan extra tanpa menambah tinggi permukaan genangan. Maka daya tampung extra itu: Ve = ⅓ . phi . r² . h = ⅓ . A . h = ⅓ x 700 ha x 10^4 m²/ha x 2 cm/hari = 46.667 m³/hari.
    …unquote

    Bilamana kita sungguh-sungguh berpikir secara sistematis dan mendalam, banyak fenomena dan realitas alam akan dapat kita pahami dan membuatkan hipotesanya terlebih dahulu berdasarkan angka-angka hasil perhitungannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: