Prioritaskan Lumpur Lapindo

Kamis, 06 Sept 2007, Program Pengurus Baru Komnas HAM
JAKARTA – Perubahan terjadi di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mulai kemarin, Ifdhal Kasim terpilih sebagai orang nomor satu di organisasi itu untruk periode 2007-2012, menggantikan Abdul Hakim Garuda Nusantara.

Ifdhal berjanji, pada masa kerjanya nanti, dia akan tetap menggarap empat agenda prioritas yang telah ditetapkan kepengurusan Komnas HAM sebelumnya.

Empat agenda prioritas Komnas HAM, menurut lulusan Fellowship Columbia New York Internatinal Human Rights Law, AS, itu adalah kasus Tawang Sari, lumpur Lapindo Sidoarjo, kasus Alastlogo, dan kasus orang hilang yang masuk dalam agenda Kejagung.

“Agenda Komnas HAM terdahulu adalah prioritas kami supaya kasus-kasus tersebut bisa tuntas terlebih dahulu,” ujar mantan direktur eksekutif Lembaga Sosial dan Advokasi Masyarakat (Elsam) itu.

Dalam kasus lumpur Lapindo, Ifdhal mengaku masih mempelajari bentuk pelanggaran HAM yang terjadi. Terutama dalam pelanggaran Perpres 14 Tahun 2007, Ifdhal berjanji segera membentuk tim investigasi dalam seratus hari kepemimpinannya. “Kalau pelanggaran itu (Perpres 14 Tahun 2007) terbukti, tentu kita akan berikan masukan kepada pemerintah untuk membahasnya kembali,” ujar lulusan Fakultas Hukum UII Jogjakarta pada 1990 tersebut.

Menyangkut kasus Alastlogo, Ifdhal menyatakan belum memberikan garansi apa pun. Menurut dia, meski ketua Komnas HAM sebelumnya telah memberikan vonis kasus tersebut bukan pelanggaran berat HAM, dirinya masih akan melanjutkan investigasi. “Kami pelajari kembali dulu,” ujar pria kelahiran Tapaktuan 26 Agustus 1962 itu singkat.

Selain fokus pada empat kasus tersebut, Ifdhal mengaku juga akan berkonsentrasi dalam pembenahan internal Komnas HAM. Salah satu terobosannya adalah membuat akses quick response dalam setiap pengaduan pelanggaran HAM.

“Selama ini, pengaduan pelanggaran HAM belum responsif karena masih memerlukan pertimbangan komisioner. Nah, kami ingin membuat suatu jalur agar setiap pengaduan bisa langsung dibahas sesegera mungkin,” jelasnya. Bagaimana bentuknya, Ifdhal tidak menjelaskan.

Ifdhal terpilih setelah mengumpulkan suara terbanyak dalam dua sesi pemilihan. Pada sesi pertama yang menghadirkan 11 nama komisioner, Ifdhal unggul dengan 10 suara, diikuti oleh Abdul Munir M. 7 suara dan H M. Kabul Supriyadie 5 suara.

Di sesi kedua, pemilihan dilakukan tertutup oleh 11 komisioner dan hanya memilih 3 nama teratas. Dalam pemilihan itu, Ifdhal lagi-lagi memperoleh suara mayoritas dengan 8 suara. Kabul hanya memperoleh 2 suara diikuti Munir dengan 1 suara.

Turut terpilih lewat voting pula kemarin, M. Ridha Saleh sebagai wakil ketua bidang internal dan Hesti Armi Wulan sebagai wakil ketua bidang eksternal. (bay)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: