Waras, Korban Lumpur yang Jujur Itu Menempati Rumah Baru Hadiah PT Minarak

RADAR SIDOARJO      Kamis, 06 Sept 2007
Terima Kunci, Bilang Masih Mau Ngontrak Dulu
Waras, 56, korban lumpur asal Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, menerima rumah baru. Rumah itu berkah kejujurannya mengembalikan kelebihan pembayaran uang muka ganti rugi Rp 429 juta dari PT Minarak Lapindo Jaya.

TORIQ S. KARIM, Sidoarjo

Rezeki yang tidak pernah terbayangkan itu akhirnya terwujud. Waras menerima kunci rumah baru di Perumahan Pasar Wisata Blok H No 02, Kecamatan Tanggulangin. Rumah bertipe 40 itu dia terima kemarin (5/9) dengan penyerahan kunci oleh Bupati Win Hendrarso.

Prosesi penyerahan kunci itu berlangsung dalam selamatan yang dihadiri Bupati Win Hendrarso, Wabup Saiful Ilah, serta Vice President PT Minarak Lapindo Jaya Andi Darussalam Tabusalla. Waras yang dikenal lugu itu kerap menitikkan air mata.

Dia seolah tidak percaya bakal segera pindah dari rumah petak darurat di Desa Juwetkenongo ke rumah yang lebih bagus daripada rumahnya dulu saat masih di Siring. Suami Astia, 50, itu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan. Begitu pula tiga anaknya, yaitu Isnani, 29, Sri Wahyuni, 24, dan Iswanto, 22.

“Saya senang, tidak kepikiran akan mendapatkan semua ini,” ujar Waras sembari mengusap air mata. Setelah mendapatkan kunci, Waras sekeluarga memasuki rumah baru. Dia tampak gemetar dan sulit membuka kunci. Apalagi tepuk tangan tak henti-hentinya mengalir dari puluhan undangan yang menyaksikan penyerahan kunci itu.

Begitu masuk, Waras duduk di kursi ruang tamu. Semua perlengkapan sudah siap. Seperangkat meja tamu dan meja makan tertata. Di atas meja tersedia makanan dan buah-buahan. Rumah itu memiliki dua kamar yang dilengkapi spring bed dan lemari pakaian merek terkenal. Waras lalu mulai menawarkan makan kepada para tamunya, “Monggo, Pak. ”

Saat Waras masih tampak salah tingkah, Bupati Win justru menggoda. “Bagaimana Pak Waras? Akan ditempati kapan?” tanya win.

Di luar dugaan, Waras justru melontarkan jawaban lucu. Dia mengatakan ingin mencari kontrakan dulu dan tidak ingin menempati rumah barunya dalam waktu dekat. “Rasanya kok saya belum kerasan tinggal di rumah baru ini. Selama puasa, saya akan cari kontrakan dulu,” jawabnya.

Jawaban itu kontan membuat undangan terpingkal-pingkal. Mungkin karena malu, Waras menutupi wajahnya saat kamera wartawan mengarah kepadanya. Dia mengaku tidak bisa tidur jika berada di tempat baru. Bahkan, ketika diundang PT Minarak ke Hotel Sangri-La, Surabaya, dan disediakan kamar, dirinya juga menolak dan memilih pulang ke rumah darurat dari papan seluas 3 x 5 meter di Desa Juwetkenonog.

Bupati Win sangat memuji Waras. Sebab, saat kondisi ekonomi serba tidak tentu, hati nurani dan kejujuran pria itu masih tertanam. “Saya sangat bangga. Benar-benar sesuai dengan namanya, Waras,” tutur Win. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: