Mading Lumpur di Mpu Tantular

RADAR SIDOARJO      Jumat, 07 Sept 2007
SIDOARJO – Museum Mpu Tantular menyelenggarakan lomba majalah dinding (mading) tingkat SMP se-Sidoarjo. Aneka karya mading kreasi siswa dipamerkan. Termasuk, mading bertema lumpur.

Lomba itu bertujuan mengoptimalkan fungsi museum sebagai pengembangan kebudayaan serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Khususnya, bagi pelajar. “Jadi, museum tidak hanya menyuguhkan sesuatu yang bernilai historis, tapi juga bernilai iptek,” kata Edi Irianto, panitia kegiatan tersebut.

Pengunjung museum langsung menyerbu hasil karya para siswa SMP yang dipajang di Galeri Von Faber. Peserta lomba juga tampak antusias menyerbu hasil karya tersebut. “Silakan, inilah karya kami, lumpur Lapindo,” kata Gita, siswi SMP Muhammadiyah 2 Taman.

Sesuai dengan tema, Gita menyebutkan bahwa lumpur Lapindo telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Sidoarjo. “Ya, perilaku dan kegiatan masyarakat telah banyak dipengaruhi bencana lumpur,” paparnya. Jadi, tambah dia, lumpur telah menjadi bagian dari perkembangan kebudayaan bangsa ini.

Tak hanya Gita dan teman-temannya saja yang mengangkat lumpur Lapindo dalam mading. Siswa SMPN I Porong pun mengangkat hal yang sama. “Hanya, kami menyoroti dari sisi pengharapan kami terkait dengan penyelesaian bencana tersebut,” kata Yolanda, siswi yang sekolahnya juga menampung murid korban lumpur itu.(uan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: