DISUMPAH

MEDIA CENTER : Rabu, 5 September 2007 15:55:25

SEBANYAK 731 WARGA KORBAN LUMPUR KEMBALI DIAMBIL SUMPAH

Sebanyak 731 warga korban lumpur kembali diambil sumpahnya di Pendopo Pemkab Sidoarjo. Ini dilakukan sebagai bagian dari proses verifikasi pembayaran ganti rugi bencana lumpur. Sumpah dilakukan oleh warga dari lima desa, yakni Desa Jatirejo, Renokenongo, Kedungbendo, Gempolsari dan Desa Siring.
Koordinator Tim Bangunan Kabupaten Sidoarjo, Siswoyo ditemui di Pendopo Sidoarjo, Rabu (5/9) mengatakan, sumpah dilakukan untuk mengetahui kesungguhan atau kebenaran kepemilikan lahan, bangunan maupun sawah yang telah tergenang lumpur. Diharapkan dengan sumpah ini, warga tidak bohong atas pengakuannya memiliki lahan yang terdampak lumpur.
Dikatakannya, rata-rata warga yang mengambil sumpah ini, lahannya sudah tidak bisa diukur secara fisik. Mereka hanya memiliki bukti-bukti berupa surat kepemilikan jenis Letter C yang dikuatkan dengan keterangan dari RT/RW dan kelurahan. “Untuk itu, dengan pengambilan sumpah ini warga mengharapkan agar pemerintah maupun Lapindo yakin bahwa mereka memiliki lahan yang ikut terdampak lumpur,” katanya.
Salah seorang warga Jatirejo, Siswono menuturkan, ia memiliki tanah bersurat Letter C yang berupa tanah kosong dan sawah. Saat ini lahan tersebut sudah tergenang lumpur. Ketika surat-surat itu ditunjukkan pada Lapindo, ternyata tidak diakui. Untuk itu melalui pengambilan sumpah ini, dia berharap segera diakui atas kepemilikan lahan tersebut.
Proses pengambilan sumpah ini merupakan tahap yang ketiga. Tahap pertama pengambilan sumpah dilakukan 25 Juli-1 Agustus 2007 untuk 2.347 orang, tahap kedua 22-24 Agustus diikuti lebih 2.200 warga korban lumpur. Pengambilan sumpah dilakukan di dua ruangan yakni di musala pendopo dan salah satu ruangan di dalam Pendopo Sidoarjo.
Rencananya, pengambilan sumpah ini dilakukan sampai besok. Untuk hari ini diambil sumpahnya terhadap 485 warga dan sisanya sebanyak 246 orang akan diambil sumpahnya besok. Pengambilan sumpah tahap ketiga ini dilakukan dengan tata cara sama seperti pada tahap kedua lalu, yakni tiap 5 orang diambil sumpahnya oleh rohaniawan dari Kanwil Depag.
Sekretaris Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak), Bambang Wuryantoyo mengungkapkan, yang mengikuti sumpah tersebut tidak ada warga pengungsi dari Pasar Baru Porong (PBP). Mereka yang mengambil sumpah banyak dari warga luar PBP baik yang selama ini tinggal di rumah saudara maupun yang masih bertahan di rumahnya. “Hingga kini, warga tetap komitmen untuk tidak menerima uang ganti rugi 20%,” katanya.
Mengenai pemberitaan media bahwa ada 122 warga pengungsi PBP yang akhirnya menerima uang kontrak dari Lapindo, hal itu tidak benar. Ini karena warga di PBP masih tetap jumlahnya, yakni 766 KK atau 2681 jiwa. *(ryo,sti)

———————————————-

LAGI, 246 WARGA KORBAN LUMPUR DISUMPAH

Kamis, 6 September 2007 15:30:33

Setelah proses pengambilan sumpah pada 486 orang kemarin sudah dilakukan, kini proses pengambilan sumpah kembali dilakukan pada 246 warga di Pendopo Pemkab Sidoarjo. Sumpah ini dilakukan oleh 7 desa yaitu, Desa Kedungbendo, Siring, Renokenongo, Jatirejo, Gempolsari, Glagaharum dan Perum Tas I.
Anggota Tim Verifikasi Badan Penangulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Johanes Siswoyo ditemui di Pendopo Pemkab Sidoarjo, Kamis (6/9) mengatakan, setelah selesai disumpah, para korban lumpur ini akan didata ulang kembali, dan data tersebut akan dimasukkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP)
Proses pengambilan sumpah tahap III oleh 731 orang sudah dipastikan selesai hari ini.. Jumlah warga yang disumpah mulai tahap I-III hampir mencapai 5.000 orang. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh tim verifikasi BPLS, tahap I dilakukan 25 Juli-1 Agustus berjumlah 2.347 orang. Tahap II 22-24 Agustus berjumlah 2.200 orang dan tahap III 5-6 September 731 orang.
Meskipun proses pengambilan sumpah berjalan lancar, yang perlu diwaspadai adanya form A, B dan C (formulir yang berisi data-data luas lahan dan bangunan). “Sumpah ini bersifat memperkuat data yang diberikan pada tim verifikasi untuk itulah kami minta jangan ada coretan pada form A, B dan C,” katanya.
Menurut Siswoyo, warga yang mengambil sumpah ini rata-rata memilki lahan yang tidak bisa diukur secara fisik, hanya memiliki bukti-bukti berupa surat kepemilikan jenis letter C yang dikuatkan dengan keterangan RT/RW dan Kelurahan. “Dengan adanya sumpah ini pemerintah atau pihak Lapindo harus yakin dan percaya pada mereka yang memiliki lahan sesuai data,” tuturnya.
Proses sumpah hari ini dilakukan di dua tempat terpisah, yaitu di ruang rapat pendopo kabupaten dan di musholah pendopo. Peserta yang disumpah dibatasi per 5 orang, mengingat tempatnya hanya bisa menampung beberapa orang saja.
Sekretaris Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontarak (Pagar Rekontrak), Bambang Wuryantoyo mengungkapkan, yang mengikuti sumpah hari ini, sebagian besar warga dari luar PBP, yang selama ini tinggal di rumah saudara maupun yang masih bertahan di rumahnya. “Hingga kini, warga tetap komitmen untuk tidak menerima uang ganti rugi 20%,” katanya. *(ris,yan)

2 Balasan ke DISUMPAH

  1. yung mengatakan:

    Sebagai sesama warga korban lumpur,aye berharap sodara2 senasib tetap mengikuti “prosedur”,semoga semua mendapatkan ganti rugi yang memang haknya.
    Selamat menunaikan ibadah puasa saudaraku…..

  2. Mas Karebet mengatakan:

    “SEBANYAK 731 WARGA KORBAN LUMPUR KEMBALI DIAMBIL SUMPAH”
    =================================================
    🙂 Yang mau bayar perlu disumpah dulu tidak ya ?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: