Tim ITS Ujicoba Tahap Akhir EBS Untuk Alirkan Lumpur

Nasional 11/09/07 20:12Surabaya (ANTARA News) – Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa, memasuki ujicoba tahap akhir pengaliran lumpur dengan teori Energy Balance System (EBS), menyusul masuknya pipa berdiameter enam inci sepanjang 1,5 meter, tepat di tengah pusat semburan.

Menurut Koordinator Pelaksana Tim ITS, Ir Djaja Laksana, pemasangan pipa enam inci di luar semburan sepanjang 36 meter yang diperkuat dengan cremona (pipa diameter tiga inci dan 36 drum pelampung) di bawahnya juga telah selesai.

“Ujicoba ini dilakukan pertama kali pada Sabtu (8/9) lalu. Posisi pipa enam inci yang diperkuat dengan kawat sling saat ini sangat bagus, yakni tepat di tengah pusat semburan. Jika lumpur berhasil dialirkan di pipa, ini berarti teori EBS berhasil,” katanya.

Menurut dia, jika ujicoba dengan teori EBS itu berhasil, maka bisa diusulkan ke Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) supaya lumpur bisa dialirkan dari pusat semburan (ring satu) ke wet line (saluran pelimpah seluas 4.000 hektare).

“Tapi itu terserah mereka, mau menggunakan atau tidak. Yang pasti, tim ITS telah mengeluarkan dua macam teori. Yakni, teori Bernoulli yang saya temukan sendiri dan EBS ditemukan Prof Dr Ir I Made Arya Joni MSc,” katanya.

Teori Bernoulli telah dipatenkan atas nama Ir Djaja Laksana pada Maret 2007 lalu. Sedangkan, teori EBS masih dalam proses pengajuan hak paten kepada pemerintah. Nantinya, jika sudah dipatenkan, siapapun yang menggunakan harus membayar royalti kepada penemu teori itu.

“Jika tidak dipatenkan, kami khawatir ada orang asing yang mengaku penemu teori Bernoulli dan EBS, kemudian menawarkan kepada pemerintah Indonesia,” katanya.

Dia menjelaskan, teori pengaliran lumpur menggunakan EBS itu tidak menggunakan pompa penyedot lumpur lagi untuk dialirkan ke spillway (saluran pelimpah). Selain itu, penggunaan excaponton (excavator di dalam air) untuk mengaduk-aduk dan mengalirkan juga bisa diminimalkan.

Kecepatan lumpur yang akan mengalir di pipa diperkirakan satu meter/detik. Tim ITS telah menyiapkan air sebanyak 5.000 liter yang berguna untuk memancing agar lumpur bisa tersedot ke pipa.

Hanya saja, kelemahan dari teori EBS ini adalah ketika terjadi land subsidence (tanah ambles) di lokasi pusat semburan, bisa menyebabkan pipa patah.

Mengenai suhu di pusat semburan, dia memperkirakan mencapai 110 derajat Celsius dan terpantau dalam jarak satu kilometer hanya turun satu derajat Celsius.

Volume lumpur yang keluar diperkirakan lebih dari 120 ribu meter kubik/hari. Untuk itu, tim ITS yang berjumlah 15 orang sangat berhati-hati dalam melaksanakan ujicoba di medan yang sangat berbahaya.

“Pada Senin (10/9) dini hari, saat tim belum bekerja, diketahui telah terjadi over topping di titik 44 pusat semburan. Penyebabnya, hanya karena operator excavator yang bertugas mengalirkan lumpur tertidur. Ini menjadi ancaman dan tantangan bagi kami,” tuturnya.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

12 Balasan ke Tim ITS Ujicoba Tahap Akhir EBS Untuk Alirkan Lumpur

  1. mang Ipin mengatakan:

    Whuiih! si Om sangat jeli sekali dengan kata2 bersayap alias pedang bermata
    duanya dari Mr.Roy…coz sudah ditunggu cukup lama s/d lebih dari 2mingguan
    belum adanya pres release dari Team EBS….seandainya sukses seperti pd
    wkt penanganan semburan air tempo hari..maka pernyataan “Sukses” alias ke-
    berhasilan dari aplikasi teori Eyang Bernoulli langsung keesokan harinya sudah
    disiarkan oleh para insan pers di Sidoarjo…iya nggak bro???? kali ini juga se-
    moga saza!!!!!lam kompak selalu Om.

  2. ompapang mengatakan:

    Pak Aburafdi, mungkin justru kita yang perlu dikasihani oleh Pak Roy. Komen pak Roy tersebut mengandung kata-kata bersayap, dan diposting tanggal 27 September ato 2 minggu lebih dihitung dari tanggal 11 September. Coba kita lihat , untuk maksud apa pak Roy menyebut penemu EBS dengan sebutan Mr ( Mister ) atau Tuan yang adalah bukan sebutan yang lazim dalam ungkapan bahasa Indonesia. Jadi, mungkin pak Roy itu , dengan caranya sendiri (pake sebutan Mr/Tuan) mau NYINDIR pak Made Djony yang tak kunjung ada berita kelanjutan penemuannya. Membaca kata kata bersayap memang perlu kecermatan dan kejelian. Kasihan deh …..kita !!

  3. mang Ipin mengatakan:

    Met pagi all, kalo BANGUN KESIANGAN…or KESIANGAN BANGUN….itu mah
    atuh biasa ceuk urang Sunda…coz di tempat yang dingin jadi ogah Bangun2…
    tapi yang Ruar biasa adalah kalo GAK mau BANGUN2 alias ngorok teruus!!!
    artinya sdh di-kilik2 oleh sohibku Bung Usil…eeeh masih gak ada komentarnya
    alias meuneung wae…kumaha euy???? tariiik terus bro!

  4. aburafdi mengatakan:

    Kasian pak Roy; sepertinya tidak tahu diskusi yang sudah berjalan, jadi saya bantu sedikit…….
    Kalau mau ngasih ucapan “hebat dan salut” itu nanti saja, tunggu EBS = Evaluasinya Besok Senin atau Selasa (mbuh kapan senin/selasanya). Nyatanya sampai sekarang kita tidak dengar berita lanjutan dari EBS.

  5. PapaTITA mengatakan:

    sesuai dg perkiraan ada pengunjung yg ndak mau repot2 baca diskusi panjang dan berbelit2, enakan baca topik utama saja … sayang obrolan menarik jadi terlewatkan.😦

  6. ompapang mengatakan:

    Pak Usil mesti pernah BANGUN KESIANGAN , ketara hi …hi ….hi !

  7. usil mengatakan:

    Hi…hi…hi…
    Tahu rasa!

  8. ompapang mengatakan:

    SELAMAT SIANG PAK ROY !!

  9. ROY mengatakan:

    Wah, hebat dan salut buat dosen mekanika fluida Mr Prof. Dr. Ir I Made Arya Djoni MSc

  10. usil mengatakan:

    Inventor2 kita datang dari ITS, bukan ITB….salut!
    Teori Bernoulli sudah dipatenkan, sedang EBS menyusul.
    Paten sudah ditangan, walo hasilnya masih nol….tapi ini mungkin
    hanya soal waktu.
    PERTANYAANNYA: Kalo gagal (semoga tidak), apa hak paten
    masih tetap berlaku?
    SUKSES BESAR tim ITS ini perlu mendapat perhatian khusus
    dari Pemerintah. Mereka layak dianggap pahlawan oleh rakyat Sidoarjo.
    Suksesnya tim ITS ini mestinya akan menjadi buah bibir dikalangan
    akademisi baik dalam maupun LN. Kita menunggu dengan penuh harap.

  11. PapaTITA mengatakan:

    wah EBS dan Bernoulli saja sudah dipatenkan,
    kanal V pak RIrawan masih lowong tuh.

  12. Mas Karebet mengatakan:

    “Tim ITS Ujicoba Tahap Akhir EBS Untuk Alirkan Lumpur”
    ==========================================
    🙂 Tidak usah buru-buru, masih ada waktu 30 tahun lagi.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: