Pasang Rambu Sepanjang Jalur Alternatif

RADAR SIDOARJO      Jumat, 14 Sept 2007
SIDOARJO – Rekayasa lalu lintas (lalin) di jalur alternatif poros Sidoarjo-Porong mendesak dilakukan. Pertimbangannya, saat ini sudah memasuki Ramadan dan menyusul Lebaran. “Kami minta Pemkab secepatnya merekayasa lalin di jalur-jalur alternatif. Supaya tidak terjadi kepadatan lalu lintas,” kata Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Andi Yudianto kepada Jawa Pos kemarin.

Menurut Andi, jalur-jalur alternatif yang perlu direkayasa adalah Tanggulangin-Kalitengah-Gempolsari-Renokenongo hingga eks jalan tol Porong-Gempol dan sebaliknya. Jalur tersebut memang sebagai alternatif untuk memecah kemacetan yang sering terjadi di Jalan Raya Porong. “Selama puasa hingga Lebaran, volume kendaraan pasti akan meningkat akibat arus mudik dan arus balik,” tuturnya.

Rekayasa lalin yang diharapkan adalah dengan memasang rambu-rambu di sepanjang jalur alternatif. Selain itu, jalur-jalur tersebut harus dipasang lampu penerangan atau PJU (penerangan jalan umum).

Dengan begitu, para pengguna jalan yang rata-rata awam dengan lingkungan di sekitar jalur alternatif itu tak akan kebingungan. “Kami juga minta Dinas PU Bina Marga segera memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Sebab, kalau tidak ditangani secepatnya, masalah itu bisa menimbulkan persoalan yang cukup rumit,” ujar Andi.

Dia mengatakan, untuk meminimalkan terjadinya kemacetan di jalur poros Sidoarjo-Porong, perlu juga ditempatkan petugas pemantau lalin di sejumlah titik yang ditengarai menjadi simpul kemacetan.

Misalnya, di kawasan Jalan Raya Porong dan jalur-jalur alternatif yang dibuat. “Petugas pemantau memang perlu. Apalagi, kondisi di Jalan Raya Porong juga masih sering macet seperti sekarang,” ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo Bambang Joelianto mengatakan, pihaknya sudah memperbaiki jalur alternatif di sisi timur Jalan Raya Porong. Perbaikan jalur sepanjang 5 kilometer itu, menurut dia, menghabiskan dana Rp 1,3 miliar.

“Bahkan, saat ini kami melakukan finishing di JLT (Jalur Lingkar Timur). Kami mengharapkan jalur-jalur itu bisa mengurai kemacetan saat terjadi arus mudik dan balik Lebaran,” ujarnya. (sat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: