Endapan Lumpur Dibuang ke Utara dan Barat

14/09/07 19:07 Sidoarjo (ANTARA News) – Luapan lumpur Lapindo Brantas Inc, kini tak bisa lagi dibuang ke Kali Porong melalui spillway, karena ketinggian endapan lumpur di Kali Porong sudah melebihi ketinggian lumpur yang berada di pusat semburan.


Pantauan ANTARA News, Jumat menyebutkan, akibat tingginya endapan lumpur di Kali Porong itu, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terpaksa mengarahkan pembuangan lumpur ke arah utara dan barat pusat semburan.

Dengan dialirkannya lumpur ke utara dan barat pusat semburan menyebabkan volume lumpur yang ada di kolam-kolam penampungan (pond) di Desa Kedungbendo, Tanggulangin, dan Desa Siring serta Renokenongo Porong bertambah.

Bahkan, kini kondisi tanggul penahan lumpur di kawasan antara Desa Renokenongo hingga Perum Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I tampak kritis.

Humas BPLS, Achmad Zulkarnaen, mengatakan, pembuangan lumpur ke Kali Porong yang mengakibatkan endapan lumpur itu ketebalnnya sudah mencapai sekitar lima meter dan hingga kini sudah mencapai radius tiga kilometer ke arah muara.

“Karena ketinggian endapan lumpur di Kali Porong terus meningkat dan bertambah, sehingga ketinggian Kali Porong akhirnya lebih tinggi dari tanggul cincin,” katanya.

Upaya BPLS untuk mengatasi masalah ini ini adalah melakukan peninggian tanggul cincin (utama) agar lebih tinggi dari Kali Porong, sehingga lumpur bisa kembali diarahkan ke Kali Porong.

“Selain itu, kami akan segera mengfungsikan kapal keruk yang saat ini sedang dirakit untuk mengurangi endapan lumpur,” katanya.

Sementara itu, pemotongan jaringan pipa gas milik PT Pertamina yang “tenggelam” lumpur di atas jalan tol Porong-Gempol, dan melintas di pond Kedungbendo itu dipastikan bakal molor lagi.

Informasi yang dihimpun ANTARA News menyebutkan, molornya pemotongan pipa itu, karena proses pemotongan yang dilakukan oleh beberapa pekerja, Kamis (13/9) nyaris memakan korban.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

9 Balasan ke Endapan Lumpur Dibuang ke Utara dan Barat

  1. usil mengatakan:

    Hush! ‘zangan’ keras2…
    Justru kita doain agar pak Dhe masih rela mengizinkan kita ‘berperang’
    diblog yang keramat ini. Ini blog punya maghnit kali…..

  2. mang Ipin mengatakan:

    Lam kompak dulu aah! zangan kecil hati untuk urusan si LuSi binti LuLa ,karena kalo
    mereka mau urun rembug dengan para pakar di blog ini..maka sama saja semua sudah
    terbuka di masyarakat ramai alias transparansinya juelas sekali,so gak ada yang dpt
    di hiding? iya gak bro??? dan yang sangat mereka jaga tentunya adalah harga suatu
    kredibilitas sekali lagi “‘KREDIBILITAS'” akan menjadi melorot..karena bakal …
    di “USIL in” oleh teamnya P.Dhe cs…cuma menurut pepatah orang bijaksana….
    seumpama mau berperang maka kemenangan akan didapat oleh pasukan yang
    pimpinannya mau menerima masukan dari para penasehat tersembunyinya….siapa
    yah????? embuh

  3. a_otnaidah mengatakan:

    hmmm, mas karebet brilian, dibuang di jakarta buat dihadiahin ke rumahnya menko kesra yang belon kesrain rakyat

  4. usil mengatakan:

    Ah….Om, gak gampang2 mereka mau CICAKin masyarakat. Ternyata
    mata tajam dan mulut ‘usil’ ORANG BIASA, terutama komentator
    blog ini, senantiasa pentang bacot lebar2. Wong etungan sesulit apapun
    dapat dibelek sama Om2 dan Tante2 disini koq!
    Om2 dan tante2 disini walo bukan profesor tapi uraian dan ilustrasinya,
    profi lho….Gak punya paten, tapi kompre to?
    Tariiiik Mang!!!

  5. ompapang mengatakan:

    Pak Usil, untuk urusan kecil cukup diKADALin, masalah yang lebih besar diKOMODOin, lha untuk URUSAN bencana “LULA ” segede ini tidak cukup diKADALin atawa di KOMODOin, tetapi ‘harus’ di TYRANOSAURUSin, kalau perlu pakai REX ( bukan aREK )

  6. usil mengatakan:

    Pembetulan parag terakhir, yang benar:
    TAPI MEREKA LEBIH SENENG NGURUS PROYEK, KETIMBANG
    MENDENGAR SARAN ‘ORANG BIASA’

  7. usil mengatakan:

    Itulah kalo para pengambil keputusan dikadalin sama profesor2 PT.
    Mungkin diantara mereka disinyalir terjadi mutual simbiose untuk saling
    bagi2 ‘proyek’ ditengah penderitaan rakyat.
    Proposal digolkan dengan dibungkus oleh perlindungan paten dan
    bekerja seperti siluman yang gak transparan ke masyarakat, pantang
    dikritik, haram disinggung.
    Kanal-V sudah lama disajikan degan GRATIS dan transparan, tapi
    malahan balik bertanya: MANA IDE ANDA???

    Pak a-Otnaidah, pengendapan sungai porong sudah diwarning oleh pak
    RIrawan sejak 6 bulan yang lalu. Tapi mereka lebih seneng ngurus, gak
    minat saran dari ‘orang biasa’
    proyek, ketimbang

  8. Mas Karebet mengatakan:

    “Endapan Lumpur Dibuang ke Utara dan Barat”
    =====================================
    🙂 Eh, belum pernah dibuang di Jakarta ya?🙂

  9. a_otnaidah mengatakan:

    pa rirawan udah dari dulu ngetung dan mastiin, kalo spilway keselatan itu bangunannya keliru. lumpurnya pasti ngendap sepanjang kanal spilway, sampe spilwaynya bumpet dan lumpur sama sekali ga bisa ngalir keselatan. trus lumpurnya ya otomatis ngalir kedaerah yang paling rendah, utara, barat ato timur. kan udah terbukti berkali-kali. napa ga coba pake kanal-v, yang berdasarkan etungan sudah pasti bisa terus ngalir tanpa endapan? ongkosnya murah lagi.
    apa kalo cepet beres, ada yang ga seneng ato keberatan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: