TIM VERIFIKASI BPLS RAMPUNGKAN PEMBERKASAN 94,6%

MediaCenterSelasa, 18 September 2007 15:01:47

Tim Verifikasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) saat ini telah berhasil menyelesaikan berkas milik warga korban lumpur sebanyak 94,6% dari target 10.000 lahan yang akan dibebaskan. Namun demikian, PT MLJ tetap berkomitmen menyelesaikan pembayaran lahan yang tersisa, asalkan pemerintah menetapkan deadline penyerahan berkas pada tim verifikasi.
Vice President PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), Andi Darussalam Tabussala dikantornya, Selasa (18/9) mengatakan, rencananya setelah pembayaran uang 20% selesai, Lapindo akan melakukan proses pembayaran 80% nya. “Kalau tidak ditetapkan deadline, kami tidak bisa melaksanakan realisasi pembayaran yang 20% dengan lancar,” kata Andi.
Selain itu, jika pemerintah tidak segera menetapkan deadline, penyerahan berkas dengan warga korban lumpur ke tim verifikasi kemungkinan pelunasan 80% nya akan molor. ”Kalau tidak segera ditetapkan deadline bisa-bisa sisa pembayaran 80% baru terbayar sekitar tahun 2009. Untuk itu kami minta pada dewan pengarah melalui BPLS agar segera menetapkan deadline-nya,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun PT MLJ, jumlah berkas yang lolos uji verifikasi dari tim verifikasi BPLS mencapai 11.071 bidang. Sedangkan berkas yang masuk tim verifikasi sejak 26 Maret hingga 31 Agustus sebanyak 11.370 bidang.
Untuk diketahui, PT MLJ dan Tim Verifikasi BPLS gagal memenuhi deadline dari presiden, terkait pembayaran uang muka ganti rugi warga korban lumpur yang jatuh pada, Jumat (14/9) lalu. PT MLJ sendiri belum bisa memastikan apakah pembayaran uang muka dihentikan atau diteruskan, karena masih menunggu instruksi presiden berikutnya.
Dari sekitar 11.370 berkas milik warga korban, tim verifikasi BPLS baru meloloskan sekitar 10.071 berkas, dimana kurang lebih 9.317 berkas telah dicairkan uang muka ganti ruginya oleh PT MLJ.
Ketua Tim Sosial PT MLJ, Diaz Roychan mengemukakan, kini pihaknya masih menunggu instruksi lanjutan dari presiden, karena akhir batas waktu pembayaran uang muka ganti rugi sudah berakhir. “Kami masih menunggu instruksi presiden, apakah pembayaran uang muka dilanjutkan atau dihentikan,” katanya.
Menurut data PT MLJ, dari sekitar 9.000 lebih berkas milik warga korban lumpur yang telah dibayarkan uang ganti ruginya, hingga Jumat (14/9) kemarin, PT MLJ telah mengeluarkan dana sekitar Rp 481 miliar. *(ris,sti)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: