Lapindo Harus Lepas Hak Atas Tanah

Kamis, 20 September 2007 | 05:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Status hak milik tanah PT Lapindo Brantas Inc. atas pembelian 10 ribu tanah warga yang terendam lumpur akan diganti dengan pelepasan hak. Berdasarkan Undang-Undang Pokok Agraria, badan hukum tak diperbolehkan membeli tanah berstatus hak milik.

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) Bambang Muryanto mempertanyakan, pembelian 10 ribuan tanah warga yang berstatus hak milik oleh Lapindo. “Ini berimplikasi nabrak undang-undang,” ujarnya dalam rapat konsultasi pertama Tim Pengawas Lapindo dengan Dewan Pengarah di ruang panitia khusus di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (19/9).

Direktur Hak Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Effendi membenarkan hal tersebut. Larangan pembelian tersebut tercantum dalam Pasal 21 Undang-Undang Pokok Agraria. “Badan hukum tak bisa memiliki hak milik atas tanah, kecuali tempat peribadatan,” ujarnya memberikan penjelasan.

Effendi mengatakan, dalam Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2007 Pasal 15 disebutkan, bahwa Lapindo membeli tanah warga yang terendam lumpur. “Kami setuju saja disitu, makanya sekarang ini adanya ikatan perjanjian jual-beli (IPJB),” katanya.

Menurut dia, BPN telah bisa melakukan pelepasan hak atas tanah setelah proses jual-beli dengan warga selesai dilakukan. “Pertama, tanah itu harus menjadi tanah negara dengan meningkatkan ikatan menjadi akta,” kata Effendi. Setelah tanah lunas dibayar, kata dia, BPN akan melakukan pelepasan hak dengan memohon hak yang sesuai dengan keberadaan badan hukum itu.

Mengenai luasan tanah yang boleh dibeli oleh badan hukum, Effendi menjelaskan, hingga kini belum ada pengaturan luasan untuk tanah non-pertanian. “Untuk badan hukum hanya diatur batas luasan iain lokasi dan belum sampai ke hak,” ujarnya. Dalam proses pembelian tanah oleh Lapindo, kata dia, yang dilakukan adalag pelepasan hak atas tanah.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sebagai Ketua Dewan Pengarah menjelaskan bahwa pemerintah memang sengaja meminta Lapindo membeli tanah warga, bukan ganti rugi. “Apapun keputusan legalnya (tentang Lapindo), masyarakat tetap menerima uang ganti rugi,” jelasnya. “Memang by design, bukan by accident.”

Anggota dewan dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi Ade Daud Nasution mengingatkan, untuk tak menggunakan istilah jual beli bagi warga Tanggul Angin. “Hati-hati, akta mereka ada di Bank BTN (Bank Tabungan Negara),” ujarnya. Istilah jual beli hanya bisa diberikan kepada warga di luar Tanggul Angin yang ikut terendam lumpur.

Data terakhir pemerintah pada 15 September 2008, jumlah berkas yang masuk ke tim verifikasi sebanyak 11.590 bidang tanah dan lolos verifikasi sebanyak 11.071 bidang. “Sudah teken ikatan perjanjian jual-beli 9.463 bidang,” kata Djoko. Uang ganti rugi yang sudah dibayarkan sebesar Rp 503 miliar.

Ade Daud menilai, Lapindo wanprestasi dalam jual beli tanah warga ini. “Nirwan disuruh bayar Rp 1 triliun sampai September, tapi wanprestasi, karena sampai sekarang cuma (terbayar) Rp 523 miliar,” ungkapnya.

Menteri Djoko menjelaskan, pembayaran jual beli belum mencapai 100 persen karena ada warga yang tak mau memasukkan dokumen ke tim verifikasi. “Warga Pasar Porong tak mau ikut Keppres No. 14, mintanya 50 persen dan tak mungkin dipenuhi,” katanya. Dia akan memberikan batas waktu kepada warga untuk segera memasukkan dokumen. “Harapan saya sebelum lebaran, agar bisa diverifikasi,” ujarnya.

Bupati Sidoarjo Win Hendarso mengatakan, jika permintaan uang muka sebesar 50 persen akan menyebabkan situasi keamanan tak kondusif. Sebab 95 persen warga lainnya akan menuntut hal yang sama. “Padahal yang bayar bukan pemerintah, tapi Lapindo.”

RIEKA RAHADIANA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: