Transaksi IJB Berlanjut

RADAR SIDOARJO      Jumat, 21 Sept 2007
SIDOARJO – Proses pembayaran uang muka ganti rugi korban lumpur Lapindo terus berlanjut. PT Minarak Lapindo Jaya dan 313 korban lumpur menandatangani ikatan jual-beli (IJB) untuk pembayaran uang muka 20 persen.

Ratusan warga dari Desa Kedungbendo, Renokenongo, Perum TAS I, Besuki, Siring, Jatirejo, dan Kedungcangkring kemarin (20/9) mendatangi kantor PT Minarak di Jl Sultan Agung. Menurut Hartono, staf Minarak, transaksi kemarin meliputi lahan sawah seluas 105.600,37 m3, pekarangan 39.746,61 m3, dan bangunan seluas 18.524,49 m3. “Ini merupakan pembayaran setelah deadline beberapa hari lalu (14/9),” katanya.

Hartono menambahkan, perkiraan uang muka ganti rugi untuk transaksi lahan tersebut mencapai sekitar Rp 16 miliar. “Kami akan bayarkan semua. Jumlah sudah kami cek, begitu juga dana sudah kami siapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Waras, 56, warga Kelurahan Siring, yang pernah mendapatkan hadiah dari PT Minarak karena mengembalikan kelebihan uang pembayaran lahan sawah kemarin datang lagi ke kantor Minarak. Dia bermaksud mengurus uang muka ganti rugi untuk rumah dan tanah pekarangan.

Waras datang sekitar pukul 11.00 bersama istrinya, Astia, 50, dengan naik ojek. “Saya ke sini ya mau minta ganti rugi,” tuturnya. Waras datang membawa data tanah seluas 127 m3 dan bangunan 86 m3. Dia diperkirakan menerima uang muka Rp 45,8 juta. (riq)

6 Balasan ke Transaksi IJB Berlanjut

  1. djamaadi mengatakan:

    bapak djamaadi desa kedung bendo RT 3 RW 1 dengan BA 354. sampai sekarang pengumuman IJB belum juga keluar? jika sudah ada jawaban tolong kirimkan di website di atas

  2. djamaadi mengatakan:

    bapak djamaadi desa kedung bendo RT 3 RW 1 dengan BA 354. sampai sekarang pengumuman IJB belum juga keluar? jika

  3. djamaadi mengatakan:

    bapak djamaadi desa kedung bendo RT 3 RW 1 dengan BA 354. sampai sekarang pengumuman IJB belum juga keluar?

  4. djamaadi mengatakan:

    bapak djamaadi desa kedungbendo rt3 rw1 sampai sekarang uang 20% belum juga bisa dicairkan. kapan dapat melakukan ijb?

  5. djamaadi mengatakan:

    permasalaan lapindo supaya cepat diselesaikan dan biaya yang seharusnya secepatnya ditanggulangi

  6. Yudha Prasetyawan mengatakan:

    Prosentase penyelesaian lahan versi pemerintah (BPLS) sepatutnya dihitung dari total riil yang terbayarkan. Sebab sekalipun IJB telah selesai, kenyataannya warga korban tidak langsung dapat menerima transfer rekening. Tidak secepat kalau kita transfer via sms misalnya atau bahkan setor tunai/debit rekening. Saya pribadi sampai dengan 6 hari kerja belum mendapatkan transferan yang ada. Perlu ada penjelasan yang logis tentang hal ini dari Lapindo, sebab dulu ketika relatif lebih banyak berkas yang diurus (salah satu tetangga saya) telah menerimanya dalam 5 hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: