Warga Pengontrak Menginap di DPRD Sidoarjo

KOMPAS Laporan Wartawan Kompas Antonius Ponco A
SIDOARJO,KOMPAS – Warga yang pernah mengontrak di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera 1, Sidoarjo sebelum perumahan itu terendam lumpur Lapindo memutuskan menginap di depan gedung DPRD Sidoarjo. Mereka akan tetap bertahan di sana sampai tuntutan mereka dikabulkan oleh Lapindo.

Setidaknya 70 warga pengontrak menginap di depan gedung DPRD Sidoarjo sejak Rabu (26/9). Mereka menggelar kain terpal di depan pintu masuk ke gedung DPRD untuk tempat istirahat. Sementara di pagar pintu masuk ke gedung DPRD ditempelkan spanduk dan poster yang berisikan tuntutan-tuntutan mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu (26/9), warga pengontrak berunjuk rasa di DPRD Sidoarjo. Sepuluh perwakilan mereka kemudian ditemui oleh Panitia Khusus Lumpur Lapindo DPRD Sidoarjo. Namun dalam pertemuan itu, pansus kembali hanya bisa berjanji memperjuangkan tuntutan warga kepada Lapindo.

Salah satu perwakilan warga pengontrak, Seger, Kamis (27/9), mengatakan warga pengontrak memutuskan menginap dan bertahan di depan gedung DPRD Sidoarjo karena kecewa terhadap hasil pertemuan mereka dengan pansus Rabu lalu.

“Mereka selalu berjanji akan memperjuangkan tuntutan kami tetapi tidak pernah ada realisasinya. Oleh karena itu, kami akan tetap bertahan di depan gedung DPRD Sidoarjo sampai DPRD Sidoarjo membuktikan janjinya,” kata Seger.

Para warga pengontrak ini menuntut agar Lapindo memperlakukan mereka sama dengan korban lumpur Lapindo di luar pengontrak dengan alasan mereka sama-sama menderita karena lumpur.

Selama ini warga pengontrak tidak pernah mendapat uang jaminan hidup Rp 300.000 per orang per bulan selama enam bulan seperti yang diberikan kepada korban lumpur di luar pengontrak. Selain itu, uang kontrakan yang diterima warga pengontrak dari Lapindo besarannya berbeda-beda tidak seperti warga di luar pengontrak yang besarannya sama yaitu Rp 5 juta untuk masa kontrakan dua tahun.

Adapun Lapindo berdalih warga pengontrak diperlakukan berbeda karena mereka bukan penduduk asli Perumtas 1 dan tidak memiliki KTP Sidoarjo. Selain itu, perlakuan serupa diterapkan bagi warga pengontrak di empat desa yang terendam lumpur yaitu Jatirejo, Siring, Renokenongo, dan Kedungbendo. Jika tuntutan warga pengontrak Perumtas 1 dikabulkan, warga pengontrak di empat desa akan menuntut hal yang sama.

Iklan

One Response to Warga Pengontrak Menginap di DPRD Sidoarjo

  1. Trianto berkata:

    Saya juga warga kontrak perum TAS penghuni AB V/30 ( gang patin )
    saya sudah kehilangan kontak dgn teman-teman seperjuangan
    apakah ada saran untuk saya bisa link sama teman-teman disana

    NB: posisi saya sekarang ada di jombang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: