Warga Pengontrak Ngelurug DPRD

RADAR SIDOARJO      Kamis, 27 Sept 2007
SIDOARJO – Nasib sebagian warga korban lumpur masih terkatung-katung. Mereka adalah warga pengontrak yang terpaksa pindah tempat tinggal akibat luapan lumpur panas. Korban yang berjumlah 315 KK itu berunjuk rasa ke Kantor DPRD Sidoarjo kemarin (26/9).

Sekitar pukul 10.30, para pengunjuk rasa tersebut tiba dengan membawa berbagai poster. Perwakilan warga ditemui oleh Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo. Kepada Ketua Pansus Lumpur Choirul Anam, warga menyatakan telah menjadi korban diskriminasi. Sebab, mereka hanya memiliki kartu identitas penduduk musiman (Kipem) sehingga tidak mendapatkan uang jatah hidup Rp 300 per jiwa per bulan dari Lapindo.

Koordinator warga Anton Juwono mengatakan, sebelumnya mereka dijanjikan mendapatkan uang jatah hidup tanpa membedakan status KTP atau kipem. “Kami tagih janji tersebut, kami tidak mau dibohongi,” ujarnya.

Choirul Anam yang didampingi Jalaluddin Alham, Ani Maslachah, Emir Firdaus, dan beberapa anggota lain berjanji berupaya memperjuangkan keinginan warga itu. Namun, dia menegaskan, legislatif hanya mengawal. Keputusan mutlak tetap berada di tangan PT Minarak. “Kami tidak bisa memutuskan, tapi kami akan merekomendasikan,” kata Anam.(riq)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: