Ganti Rugi Belum Dibayar,

Selasa, 02 Oktober 2007
SIDOARJO, KOMPAS – Karena ganti rugi belum dibayar oleh Lapindo Brantas Inc, PT Oriental Samudera Karya atau Osaka di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, yang telah terendam lumpur panas, akhirnya menutup jalan tanggul yang berada di wilayah perusahaan itu.

Penutupan jalan tanggul kolam penampungan lumpur di Tanggulangin ini dilakukan sekitar pukul 08.30. Jalan tanggul ini menghubungkan area yang terendam lumpur di Tanggulangin dengan area terendam lumpur di Desa Siring dan Jatirejo, Porong.

Direktur PT Osaka Johny Osaka, Senin (1/10), mengatakan, pabriknya terendam lumpur sejak 18 Desember 2006 dan Lapindo berjanji memberikan ganti rugi pada Juni 2007. Namun, sampai kini Lapindo tidak kunjung memberikan ganti rugi. “Tidak adanya itikad baik dari Lapindo itulah yang membuat kami kecewa dan dengan terpaksa menutup jalan tanggul,” kata Johny.

Dia menyatakan telah mengajukan ganti rugi pabriknya sebesar Rp 57 miliar kepada Lapindo, meliputi tanah seluas 7,3 hektar, bangunan pabrik seluas 6.000 meter persegi, dan peralatan pabrik yang terendam lumpur.

Johny mengungkapkan, tidak hanya pabrik yang belum diberi ganti rugi, tetapi bantuan upah bagi pegawai yang pernah diberikan Lapindo ke perusahaan lain juga tidak pernah diterimanya. Akibatnya, 200 karyawannya tidak mendapat penghasilan sedikit pun sejak pabrik furnitur rotan dan kayu itu terendam lumpur.

Managing Partner Kantor Pengacara Jurnalis and Ponto Fauzi Jurnalis (yang mengurusi ganti rugi Lapindo bagi perusahaan yang terendam lumpur) mengatakan, proposal PT Osaka merupakan satu dari 14 proposal perusahaan yang masuk ke Lapindo. Klaim seluruh perusahaan itu mencapai Rp 300 miliar, jumlah yang dinilai oleh Lapindo tidak masuk akal.

Berdasarkan pengamatan, penutupan jalan itu tidak berpengaruh pada aktivitas penanggulangan lumpur karena masih ada jalan tanggul lain menuju area terdampak lumpur di Jatirejo, Siring atau Tanggulangin. (APA)

Iklan

3 Responses to Ganti Rugi Belum Dibayar,

  1. Tonas berkata:

    Emang bener BUNTUNG mang, karena pembayaran yang sekarang ini ternyata sudah MEMBUNTUNGI warga korban lumpur dalam kesepakatan IKATAN PERJANJIAN JUAL BELI yang tidak berpihak ke Warga Korban Lumpur. Dan semua ini merupakan BIG SKENARIO dari seorang “GOD-FATHER” ANDI DARUSALAM TABUSALLA CS.

  2. mang Ipin berkata:

    Tepatnya bukan “GANTI UNTUNG”…tapi “GANTI BUNTUNG”…
    lha gimana usaha orang sudah pada hancur amburadul diterjang si
    LuSi..para karyawan jadi pengangguran..bukannya dapat penggantian
    tapi cuma dapat JANJI melulu…Janji2… tinggal janji????sing suabar
    aza yach!!!

  3. Puthzel berkata:

    Wew… masih ada aja masalahnya yach… kirain ganti untung yang kemarin sudah selesai semua… weh ternyata belum toh…

    Semoga cepat selesai dech musibah yang menimpa saudara2 kita di Sidoarjo… Amin…
    http://www.puthzel.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: