PT Osaka Blokade Tanggul

RADAR SIDOARJO      Selasa, 02 Okt 2007
SIDOARJO – Kecewa dengan janji-janji pembayaran ganti rugi yang tidak kunjung jelas, pemilik PT Oriental Samudra Karya (PT Osaka) nekat memblokade tanggul lumpur di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, kemarin (1/10). Direktur PT Osaka Johni Osaka meminta janji pembayaran dipenuhi.

Aksi blokade tanggul itu dilakukan dengan membuat pagar dari kayu di bekas pintu masuk pabrik. Menurut Johni, PT Osaka beriktikad baik meminjamkan lahan untuk penanggulan sejak 27 Desember 2006. Namun, waktu itu Timnas Penanggulangan Lumpur melanggar batas dengan menggali lahan urukan di sekitar pabrik. Waktu itu, timnas berjanji akan memberikan ganti rugi. Namun, sampai sekarang tidak ada realisasinya.

Yang lebih mengecewakan, pabrik furniture ekspor tersebut kini sudah tenggelam oleh lumpur. Akibatnya, 150 pekerja terpaksa dirumahkan. Pabrik beromzet USD 200 ribu per bulan itu pun akhirnya hancur total. Janji ganti rugi yang disampaikan pada Mei lalu ternyata hanya janji pula. “Kami sangat dirugikan. Kami minta Lapindo segera membayar ganti rugi,” tandas Johni.

Johni menyebut, luas lahan pabrik 48 hektare dan lahan pribadi mencapai 2,5 hektare. Total lahan milik PT Osaka sekitar 50,5 hektare. Informasi yang didapat dari beberapa pengusaha yang sudah diganti rugi, tanah perusahaan per meter dihargai Rp 200 ribu. “Jika dibayar dengan harga itu, kami sangat rugi,” imbuhnya.

Johni berharap agar Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mampu menjadi mediator antara dirinya dan PT Lapindo. Jika sudah ada kepastian, dia bersedia membuka blokade. “Kami tidak bermaksud mempersulit BPLS. Kami hanya menuntut hak,” tegas Johni. Dia menambahkan, sistem pembayaran yang ditawarkan PT Lapindo kepada perusahaan adalah 20 persen (Mei 2007), lalu 10 persen (akhir 2007), dan 70 persen (2008).

Humas BPLS Achmad Zulkarnain mengatakan, blokade PT Osaka tersebut sangat mengganggu. Sebab, truk harus memutar melalui akses lain. “Kondisi itu menimbulkan kemacetan Jalan Raya Porong,” ujarnya.

Zulkarnain menyatakan akan berusaha memfasilitasi PT Osaka dengan Lapindo untuk masalah penyelesaian ganti rugi. “Kami akan berupaya mempertemukan dua pihak,” jelasnya.

Dikonfirmasi soal ini, Humas PT Lapindo Asip Hasani mengatakan, penyelesaian masalah itu diupayakan dengan sistem business to business. Yang diserahi menyelesaikan adalah PT Minarak Lapindo Jaya.

Namun, Direktur Operasional PT Minarak Bambang Prasetyo Widodo belum dapat dimintai penjelasan soal ini. Saat hendak dikonfirmasi ke Kantor PT Minarak, di Jl Sultan Agung, Sidoarjo, dia tidak berada di tempat. Dikontak berkali-kali, HP-nya juga tidak diangkat. (riq)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: