Bahas Juga Gunung Kelud dan Lumpur Sidoarjo

Rabu, 3 Oktober 2007, 16:00:44 WIB

Presiden SBY didampingi Wapres JK dan para Menko memberi keterangan pers di Kantor Kepresidenan, Rabu (3/10) siang, usai sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu. (foto: cahyo/presidensby.info) Jakarta: Perkembangan Gunung Kelud di Jawa Timur yang saat ini sudah dinyatakan berstatus Siaga, menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (3/10) pagi. Sidang kabinet tadi juga membahas kesiagaan dan tindakan dini menghadapi kemungkinan meletusnya Gunung Kelud di Jawa Timur, kata Presiden, usai siang.

Presiden SBY didampingi Wapres JK dan para Menko memberi keterangan pers di Kantor Kepresidenan, Rabu (3/10) siang, usai sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu. (foto: cahyo/presidensby.info)

http://www.presidensby.info/
“Seperti diketahui, Gunung Kelud dekat dengan kota Kediri, Blitar dan Tulungagung, kini sudah dinaikan statusnya menjadi siaga, karena tanda-tanda geologi yang dapat diketahui. Gunung Kelud juga diketahui memiliki siklus pendek dan siklus panjang. Menyangkut letusannya, siklus pendek 17 tahun, siklus panjang 30 tahun, kembali siklus pendek, dan seterusnya. Terakhir yang terjadi tahun 1990, dimungkinkan meletus kembali setelah 17 tahun, yaitu tahun ini. Oleh karena itu, kita siap. Saya sudah bicara dengan Gubernur Jawa Timur, dan kita sudah lakukan langkah-langkah antisipasi dan persiapan untuk itu. Namun diperlukan kewaspadaan penduduk. Tetap tenang sambil merayakan Idul Fitri, harapan saya tetaplah mendengarkan instruksi atau seruan-seruan dari pimpinan daerah di sekitar Gunung Kelud tersebut,” kata Presiden kepada wartawan, usai sidang kabinet yang berlangsung sekitar 5 jam tersebut.

Agenda lain yang juga dibahas, lanjut Presiden, adalah masalah Lumpur Sidoarjo. “Saya mendapat laporan bahwa sudah 95 persen pembayaran kepada mereka-mereka yang berhak sesuai dengan kesepakatan, di mana saya pernah hadir dulu di Sidoarjo. Dan harapan saya betul-betul tuntas yang 20persen itu, sebelum Idul Fitri. Masih ada beberapa rumah tangga yang tidak bersedia untuk mengikuti skema ini, saya berharap marilah kita bekerjasama sebaik-baiknya agar pembayaran ini berlangsung dengan baik, merayakan Idul Fitri, dan kemudian masuk ke proses berikutnya lagi sesuai dengan kesepatakan yang telah kita terima. Pemerintah akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini sebaik-baiknya. Gangguan lalu lintas akibat daerah yang terkena lumpur Sidoarjo yang mengganggu kelancaran lalu lintas yang menghubungkan Surabaya – Malang, Surabaya – Mojokerto Surabaya – Pasuruan, akan kita bikin rute-rute yang kita siapkan dengan kemudahan-kemudahan dan fasilitas tambahan. Harapan kita, agar perjalanan saudara-saudara kita di sekitar daerah itu tidak sangat terganggu, “ jelas Presiden. (nnf)

Satu Balasan ke Bahas Juga Gunung Kelud dan Lumpur Sidoarjo

  1. Tonas mengatakan:

    Kalau melihat uraian Presiden ttg penyelesaian pembayaran ganti-rugi yang sudah dilaporkan ke Beliau sebanyak 95% warga sudah menerima pembayaran tahap pertama sebesar 20% sesuai KESEPAKATAN seperti waktu berkantor di Sidoarjo. Maka yang menjadi pertanyaan dan masalah di belakang hari adalah Sisa Pembayaran yang 80%-nya kapan Pak Presiden…????, karena kalau tidak salah Risalah yang di hasilkan di Juanda pada Point 6 tertulis : “Sisa pembayaran sebesar 80% akan di laksanakan 1 bulan sebelum masa kontrak rumah 2 tahun habis dengan melihat kemampuan keuangan Perusahaan dan akan di bicarakan selanjutnya dengan Pemerintah”.
    Dan itu warga korban sudah dibuat dan dikondisikan S E P A K A T, dengan bukti penandatangan di dalam IKATAN PERJANJIAN JUAL BELI ( IPJB ). !!!!!!!
    Kalau memang itu yang tertulis maka apa ada ITIKAD BAIK dan MENGUNTUNGKAN bagi Korban Luapan Lumpur yang sudah tidak memiliki APA-APA LAGI dan TERUSIR ini….????? Dan yang sangat diprihatinkan adalah Bapak Presiden dan Wakil Presiden juga meng-AMINI hal tersebut.
    DAN APA ITU YANG DIKONDISIKAN / DIPAKSAKAN KE KORBAN LUMPUR INI UNTUK MENERIMA SKEMA PERPRES NO. 14 TAHUN 2007 PASAL 15, tanpa melihat RASA KEADILAN DAN HAK ASASI WARGA KORBAN LUMPUR…..?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: