Ir Jaya Laksana yang Tak Menyerah, Bangun Sendiri Sistem Pompa Lumpur Baru

Wednesday, 03 October 2007 Harian Surya Surabaya
Gagal adalah sukses yang tertunda. Begitu barangkali filosofi Ir Jaya Laksana. Meski belum berhasil dengan sistem Bernoulli untuk menghentikan semburan lumpur, dan Energy Balance System untuk mengalirkan lumpur, dia tidak berputus asa.

Inilah penemuan yang paling gress dari Ir Jaya Laksana. Yaitu pompa lumpur yang disebut Star Pump. Sistem baru ini memang belum dirilis karena masih dalam taraf uji coba.
“Dari hasil uji coba pertama menggunakan pompa lumpur Star Pump ini, telah berhasil menyedot lumpur bahkan kerikil dengan lancar tanpa membuat mesin pompa rusak atau mati,” ujar Jaya Laksana. Ide ini, muncul karena terdorong oleh kondisi pompa lumpur yang dipakai untuk mengalirkan lumpur ke Kali Porong yang sering rusak hingga menyebabkan lumpur semakin meluber.

Seringnya pompa itu rusak, menurut Jaya, karena masing menggunakan sistem pompa centrifugal, yakni pompa biasa yang digunakan untuk memompa air biasa. Tetapi kalau kemasukan lumpur atau kerikil, pompa pasti rusak.

“Karena pompa centrifugal didesain hanya untuk pompa air biasa, bukan untuk kerikil atau lumpur,” ujarnya. Tetapi dengan menggunakan Star Pump, biar kemasukan lumpur atau kerikil, mesinnya tetap jalan dan tidak rusak, bahkan tetap ikut terbuang bersama lumpur dan air.

Menurut pria kelahiran Singaraja, Bali ini, pompa tersebut dibuat di bengkel PT Karya Dua Raksa, milik Jaya sendiri. Pompa tersebut terdiri dari suction 4 inci dan discharge 3 inci. Debit lumpur yang berhasil disedot sebanyak 13 liter/detik, RPM 1400, PK motor 7 HP. “Saya sudah membuat uji coba di bengkel saya dengan lumpur satu truk, dan semua berjalan lancar tanpa hambatan sedikit pun,” jelasnya.

Saat ini pihaknya, sedang membua pompa yang sedikit lebih besa,r sehingga lumpur yang disedot pun bisa lebih banyak. Diharapkan pompa itu bisa selesai dalam satu minggu ini, sehingga pekan depan sudah bisa diujicobakan.
Jaya juga menjelaskan jika nanti diinginkan memompa lumpur dengan kapasitas 100.000 liter per detik, maka bisa dipasangkan empat pompa dan masing-masing dengan debit 25.000 liter per detik. Jika satu pompa rusak, maka pompa yang lain masih bisa berfungsi.

Untuk mengatasi mengentalnya lumpur dalam pompa sehingga bisa menghalangi lumpur mengalir, Jaya menganjurkan agar setiap kali selesai memompa, lumpur harus digelontor dengan menyemprotkan air ke dalam pompa sehingga tidak ada lumpur yang mengering di dalam pipa.
Agar lumpur yang mengalir ke luar bisa lancar, maka dia akan mendesain pompa itu dipasang masing-masing pada jarak 500 meter. Sehingga aliran lumpur yang keluar tetap deras. Jadi urutannya ada pompa, pipa 500 meter, pompa lagi dan pipa 500 meter lagi sampai tempat pembuangan lumpur.

Ditanya berapa harga pompa yang dibuatnya itu, Jaya mengatakan pompa ini sangat murah sekali dan tidak semahal seperti yang dipakai ahli Jepang yang mencapai Rp 3,5 miliar per hari.

48 Balasan ke Ir Jaya Laksana yang Tak Menyerah, Bangun Sendiri Sistem Pompa Lumpur Baru

  1. Jhon Piter Nainggolan mengatakan:

    mohon informasi nomor hp bpk Ir. Jaya Laksana, saya tertarik untuk mengadakan kerjasama dengan beliau.
    Kiranya bapak bersedia mengirim no beliau ke saya di no 085278670437 atau 081992207957.
    Terima kasih.
    JP Nainggolan
    Riau.

  2. usil mengatakan:

    Buat twin brotherku: Ho..ho..ho…ternyata bakatnya sama…goooooood!
    kalo begini baru uenak berbalas pantunnya, ya to? Tapi asal tahu aja,
    yang punya burung itu gak mau ngaku kalo gelatik..maunya kakatua seh..
    entah apa maksudnya (nanti ybs yang jawab sendiri).

    Buat Aa: Minal aidzin juga…wuduuuh lamanya gak nongol…bukan main!
    tak kiraken pada mabuk ketupat. Hampir aku nyewa TONDANO 20 ton
    buat seret biar keluar dari liang ngumpetnya.

    Buat pak Inyo: he…he….soal hari jangan di RUMUS dong! kalo ada yang
    tersungging…siapa tanggung jawab …hayo!!

    Buat (……) sang Kakatua: Whalah! aku coba dengar lagi lagunya yang
    diatas itu, astaga! ternyata fals seh! Begimana ini? tempo hari udah jaoh2
    belajar koor dinegeri Belanda….koq gini hasilnya…olala!

  3. mang Ipin mengatakan:

    Merdeka juga dek.Inyo!..ngomong2 mengenai ngelus2 burung ,ogut jd ingat
    wkt msh punya Betet dl,suka ngelus kepalanya..eeeh jebul malah suka matok
    kata orang sunda…hati2 lho zangan sk ngelus2 kepala burung nanti ke…?
    Untuk masalah Banjir yg diakibatkan pendangkalan S.Porong itu sich sdh
    suangat jelas…coman dampaknya aza!!! apa dapat menyaingi banjir Jakarta
    2/2/07 lalu???? or mungkin lebih dahsyat lagi…coz si air yang mencari jalan
    keluar akibat sedimen LuSi di S.Porong tsb…kita berharap saja pengerukan
    LuSi tsb dapat tepat waktunya.

  4. inyo mengatakan:

    bang Usil, masak ada “HARI TUA” seh ?, adanya hari khan cuma: Senin, Selasa, Rabu, dst….hehehe….
    btw lebih enakan ngelus burung itu di musim dingin…badan burung sedikit gemeteran klo dielus tambah semangat…MERDEKA!!…3x…ya ga mang Ipin?

    OmPapang, bentar lagi musim hujan, coba tebak kali porong “mbludak/luber” ga, hayooo? klo prediksi sy koq mbludak di titik2 tertentu ato bahkan mungkin surabaya yg akan kena dampaknya krn di kali porong ada pendangkalan sendimentasi lumpur trus airnya cenderung cari jalan yg mudah dilaluinya yaitu kali brantas….trus mengalir mampir menggenangi kota surabaya dan akhirnya….banjir2.

  5. mang Ipin mengatakan:

    Rupanya sohibku bung Usil G(alias Genuine) sdh mendapatkan sparing!!!
    Tuk Usil NG(Non Genuine) met bergabung barengan di blog favorit bersama
    yang berdasarkan rating sudah mendekati sejuta pembacanya….ngelihat di
    acara TV kemarin sore para pendemo yang mengkuatirkan terjadinya banjir
    bandang didaerah sekitar LuSi binti Lula…waduuh jadinya miris juga,bayang
    kan saja kalau dibeberapa daerah seperti Aceh,Riau (Rumbai) yang sungai2
    nya normal tidak ada sedimen lumpur masih bisa banjir..bagaimana dgn S.
    Porong yg sudah mengalami pendangkalan menghadapi hujan dalam wkt dkt
    ini?????gak bakal kebayangkan lagi penderitaan penduduk disekitar daerah
    tsb!!!!mengikuti pemberitaan bahwa BPLS dan instansi terkait sudah lebih
    2bulan lalu berusaha mengurangi endapan lumpur yg sudah mengeras..tapi
    kok rasanya belum ada kemajuan yang jelas??? malah menunggu air hujan
    yang akan membantu menggelontor lumpur tsb???? sama saja dgn sdh basah
    baru cari payung???….tarik teruuus bung.

  6. Usil2 (non-genuine) mengatakan:

    Kelihatannya pemerintah tetap ingin membuang lumpur dgn cara konvensional seperti sekarang ini ke kali Porong, kemudian sedimentasinya di”aduk-aduk” biar tidak mengental. Sambil menunggu datangnya hujan.
    Hanya saja penduduk yang takut sungainya meluber/banjir kemarin berdemonstrasi dgn menutup Jembatan Porong sehingga kemacetan total terjadi.
    Semoga saja hujan segera turun di Jatim, sehingga segera kita ketahui hasilnya, apakah memang dgn cara sekarang ini sudah bisa terpecahkan, segala masalah di Porong, atau harus menggunakan Kanal V ke laut dsbnya…
    Untuk Bang Usil (saudara kembar saya yg Genuine) Burung jangan sering dielus2, ntar kena Flu Burung (pilek)!! Terus kalau sudah begitu, perlu Sabun banyak (biar tangan bersih), kan malah Repot Bang!!

  7. mang Ipin mengatakan:

    Minal Aidzin Walfaizin maaf lahir batin biar terlambat mengucapkan tapi gak ter-
    lupakan semua sohib2 tercinta, ogut gak ikutan ngeblog hampir 3mingguan coz
    japri ada error , makanya begitu baik langsung dech yang dibuka qta punya
    favorit diskusi…waaah senang buanget dengan masukan/pencerahan dari be-
    berepa rekan yang baru termasuk Usil2….lam kompak terus OmPapang,Bung
    Usil(genuine),Dek Inyo, PakDhe ,Pak RIrawan, dll…urun rembug akan sgra me-
    nyusul .

  8. usil mengatakan:

    Ha…ha…ha…akhirnya dapat juga PAUS nya!
    Memang dihari tua paling uenak tenan…ngelus sang BURUNG!!

  9. ompapang mengatakan:

    Burung Kakaktua,hinggap di jendela, ada orang tua, kerjanya tidur saja …..ladung3x…la 3X.

    Burung gelatik hinggap di jendela, aduh kasihan,aduh kasihan
    Tak dapat terbang ,sayapnya luka ,aduh kasihan, kasihan
    mari kutolong, kasih obat, biar jadi baik ,kembali sehat
    mari kutolong, alirkan lumpurnya, biar tidak banjir, kembali usil !!!

  10. usil mengatakan:

    Ini kalo gak di-kitik2 pada bobok semua….,,.bisa2 keterusan je!
    Biar agak menyimpang…tapi terusin aja…biar tahu masih melek.
    Kisahnya Ggini pak Inyo dan mang Ipin,
    Waktu usil jalan2 dipasar NGASEM, eh…ketemu BURUNG GELATIK.
    Aku pikir …koq kayaknya kenal dengan burung itu…tapi dimana ya?
    Ha? ternyata itu burung yang dulu sering nongol di blog ini.
    Ayo tebak, burung siapa itu? Kalo jawabnya tepat, usil terusin
    kisah ARSWENDO jilid 2 itu…….hmmmm!

  11. inyo mengatakan:

    Harapan saya ttg cerita alpindo tsb, tujuannya seh, pingin mengarah’in “KANAL-V”karya P. RIrawan jadi semacam softwere LINUX dimana masing2 user/pembaca seluruh dunia bisa saling improvisasi, melengkapi/menyepurnakan kekurangan2 dari KANAL-V itu sendiri. gimana OmPapang? P. RIrawan gimana? gimana kawan2 smua??

  12. inyo mengatakan:

    Nyipang topik dikit:
    Iya..ya saya koq salah ketik “Pak’e” ??
    Lain ladang…lain belalang, lain lubuk…lain ikannya, klo di jatim mah di tambak bandeng biasanya banyak terdapat ikan mujahernya, nah mujaher2 tsb (disebut dg istilah “kotoran tambak”), oleh pemiliknya bebas utk dipancing (gratis), tapi klo dapat bandeng, bandengnya ya hrs dikembalikan lagi ke tambak , gitu….ayo OmPapang lanju’in critanya donk! arahkan alur ceritanya Pak Alpindo ketemu Kanal-V, makasih banget atas lintasan berita “asal-usul ikan mujaher”,
    mang Ipin, dan temen2 lainnya pada kemana smua yah…bang Usil ??

  13. usil mengatakan:

    Hi..hi..hi…???
    Whooo? mujair dikocok bolak-balik, sudah aku bilang jangan sekali-kali
    menyentuh kumisnya…….

    Aku baru tahu kalo mujair itu asalnya dari Afrika. Tadinya kukira ikan
    ini hanya ada di Indo, aku baru heran waktu mampir kerumah kakak di
    LA beberapa tahun lalu dan disajikan gulai ikan mujair. Biasanya dibeli
    di super-market ‘Mexico’ atau ‘Thai’, karena orang USA sendiri gak
    doyan.

  14. ompapang mengatakan:

    Pak Inyo mesti gak pernah dipanggil sama bu Inyo (kalau punya !). Soalnya kalau pak Alpindo panggil isterinya BUNE, mesti bu Alpindo manggilnya PAKNE,bukan PAK’E, kecuali kalau pak Alpindo panggil BUK’E .Kelihatannya sepele, tapi panggilan ini menunjukkan kemesraan suami isteri lho !
    Yang kedua, pak Inyo mesti sedang nulis surat untuk pacarnya ,waktu guru biologinya dulu di kelas sedang mengajarkan tentang ikan air tawar , masak kok mancing ikan MUJAHER di tambak seperti mancing bandeng, harusnya kan di empang yang airnya tawar atau di pasar ikan.(ctt dari nama Pak MUJAIR, orang Blitar ? penemu/pengembang biak ikan yang aslinya dari Afrika)

  15. usil mengatakan:

    Itu HARUS, omPapang yamg ngajari: TAGIH TERUS!!!
    tidak boleh kasih ampun….hayo!

  16. inyo mengatakan:

    Bang, OM…. anggur tulen neh:

    PAK ALPINDO episode 2
    ————————–
    pak Alpindo, episode 1 di: https://hotmudflow.wordpress.com/2007/08/07/its-kenalkan-metode-alirkan-lumpur-bukan-lewat-kali-porong/#comment-14579

    Pagi2 sekali pak Alpindo keluar dr rumah kontrakannya dengan sepeda bututnya,
    “Oalah Pak..Pak, pagi2 begini mau kemana to Pak’e”, tanya istrinya.
    “ke porong bu’ne…mau lihat rumah dan tambak kita sudah “klelep” lumpur apa belum?” jawab pak Alpindo
    “klelep ndak klelep itu khan bukan urusan kita to pak, itu urusannya wong gede2”
    “Wis to bu’ne sing sabar, aku tak brangkat dulu ke porong”
    istri Pak Alpindo tidak tau, apa yg sebenarnya terpikir di benak pak Alpindo ?
    bagi Pak Alpindo bersepeda pancal sejauh 35 km itu bukan masalah, justru tinggal dirumah kontrakanya di surabaya itulah yg jadi biang masalah,
    rumah kecil, padat,bising, harga kebutuhan pokok mahal, susah tidur dan udaranya sering membuat sesak nafas krn belum terbiasa menghirup udara kotor.
    ditengah perjalanan pak Alpindo melihat seorang turis-asing berjalan kaki searah dengannya, lalu dihampirinya :
    “mister mau kemana?” sapa pal Alpindo
    “ke porong” jawab turis tsb.
    “wah2, koq jalan kaki to? masih jauh sekali lho mister”
    “wow…tidak masalah bagi saya, saya hanya ingin meng-simulasikan(bukti) kehidupan para “korban LuSi”. apakah mereka bisa hidup scr normal ??
    “ya repot mister, wong korban2nya itu orang2 pekerja kantor, yg tiap hari biasa pegang duit koq, kebutuhannya tergantung pasar dan pedagang keliling ya uangnya cepet habis, lain dg saya, klo saya waktu tinggal diporong:
    – utk sayurannya bisa ambil dari belakang rumah
    – utk ikannya bisa mancing mujaher di tambak yg saya tunggu
    – kalo pingin ayam, ya menyembelih ayam peliharaan saya sendiri
    – saya ndak bisa beli sepeda motor, apalagi mobil, gini aja sudah cukup.
    skr saya juga ngontrak di surabaya, ternyata susah mister…, rumah sempit dan ndak ada halaman, pagi2 pinginnya melihat matahari…eh ga taunya sudah ketutup jemuran tetangga”,
    “hm mister, gimana klo mister bareng sama saya aja naik sepeda ini ?” pak Alpindo memotong pembicaraannya
    “bentar2, saya hitung2 dulu, sambil istirahat disini yah” jawab turis
    anggap laju rata2 sepeda P. Lapindo V= 5 km/jam
    jarak yg akan kita tempuh L= 20 km
    klo kita brangkat jam 9.00, nanti kita sampai di porong kira2 jam 13.00
    itu kalau kita mengabaikan faktor gravitasi dan koofisien geseknya lho P. Alpindo
    “wah2 saya bingung…ndak tau blas??” pak Alpindo bengong
    “lha klo di tengah perjalanan kita lapar trus mampir ke warung, itu koofisien geseknya berapa? tanya P. Alpindo
    hm itu mah relatif pak, tergantung P. Alpindo mau “esek2” brp kali….ha..ha..ha…
    “Dasar Bule uedan !!” sahut P. Alpindo
    “Ok Pak, kita berangkat sekarang tapi saya yg setir dan P. Alpindo bonceng di belakang”
    “ya..ya, baik…baik”: sahut P. Alpindo
    demikianlah awal perkenalan kedua orang yang nota-bene berlainan bangsa, …berlainan kepentingan tetapi bisa terejalin persaudaraan yg begitu akrab, cukupm sederhana dan saling mengerti.
    Di perjalanan mereka saling berbagi cerita dengan disertai canda2….
    …tiba2 si turis agak berteriak: “Hay… itu Pak, bentar lagi kita sampai, dah kelihatan asapnya tuh!”
    to be continu…….
    lanjutin cerita ini OmPapang, Bang Usil, kira2 ceritanya bisa nyambung ga yah??

  17. usil mengatakan:

    Ini dia!!! aku doyan buanget yang cap AO tuh….aduuuh om ini
    bikin orang ngiler deh!
    Mangkanya pak Inyo jangan suka utak-utik kumis …..yang lagi bobok!

  18. ompapang mengatakan:

    Pak Inyo, kernet bis kota yogya kalau nurunkan penumpang yang sudah TUA mesti bilang sama sopir :awas ANGGUR turun, maksudnya ANGGUR cap ORANG TUA. Ompapang sudah TUA makanya mengANGGUR walau tidak SENDIRIAN. Tapi kalau pak Inyo ingin menenggak AO ( Anggur cap Orang tua ) jangan sendirian, ngajak kita-kita ini !

  19. inyo mengatakan:

    wah bang Usil tega banget neh !! aq lg sibuk..ditinggal’in, OmPapang nge”warung-nya khan jadi sendirian doank ! gmn??
    Buat OmPapang, “KLO SENDIRIAN JANGAN MENGANGGUR tapi KLO MENGANGGUR JANGAN SENDIRIAN” Ok!!

  20. usil mengatakan:

    Thanx Om, memang bener…aku sudah lihat juga kesitu.
    Hi..hi..ternyata banyak yang ‘naksir’ sama orang CAKEP….whalah?
    Mang Ipin dan pak Inyo dilarang membaca ini….. tauuuk?

  21. ompapang mengatakan:

    di Dongeng Geologi Pak !

  22. usil mengatakan:

    Dimana itu Om? aku baru denger nih…..
    Aku pingin ngajak mang Ipin pesiar kesitu!
    pak Inyo tak tinggalin lho?

  23. ompapang mengatakan:

    Pak Usil ada (di) Pesta Blog gerrr 2007 !

  24. usil mengatakan:

    Mang Ipin ini payah! Udah didongkrak eh….gak nongol juga.
    Apa perlu usil nyewa TONDANO yang sekian ton agar bisa
    seret mang Ipin dari liang ngumpetnya.
    Tapi pak Inyo TONDANO itu….max berapa ton ya? Dulu sepertinya
    ada yang nulis sekitar 40 ton gitu…apa iya?
    Sambil nunggu Pumping unit Lula yang lagi didesign sama pak RIrawan,
    usil jadi ingat lagu ‘Om’ Jono….maksudnya kapten Jono…
    whalah! komputere salah mlulu….olala.

  25. usil mengatakan:

    Mang Ipin, pak Inyo!
    Yang diatas itu belum apa2….keciiil!
    Itu baru introductionnya….bayangkan aja sesuatu yang seminggu lebih
    ditahan-tahan….tinggal tunggu saat MELEDAKnya aja to?
    Whoo? elmu materamalnya mulai muncul he3x
    Tariiiik!

  26. ompapang mengatakan:

    Pak Usil, bahasa inggrisnya LULA itu jebulannya YOUSIX,sedang LUSI= YOUSEVEN ! Kalau Usil = YOULLLLLLL = YOUSEVEN L Kalo Usil2 = YOULLLLLLLLLLLLLL ……empat belas L …materamal lagi !!

  27. usil mengatakan:

    Hi…hi…ini dia sudah mulai!!
    Gimana tuh rasanya libur seminggu….apa gak perlu digaruk tangannya???

  28. ompapang mengatakan:

    usil2 ngebacanya “usil-usil” atau “usil dua ” , “usil kedua”, ” usil dobel”, ato apa ya ?

  29. inyo mengatakan:

    TYH. Bp. usil2 dan Bp. Yuhanes Handoko
    mohon dicermati diskusi: Mengalirkan Lumpur secara optimal(kanal-v hasil karya Bp. RIrawan: di https://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/mengalirkan-lumpur-secara-optimal/ , barangkali merupakan solusi yg terbaik utk penyelesaian bencana LUSI….mohon disampaikan kepada Bp. Uul.

  30. usil mengatakan:

    Pak Inyo, omPapang, mang Ipin, pak Dhe, pak RIrawan,
    sebetulnya tulen atau palsu gak penting, yang paling penting bisa ikut
    diskusi untuk solve problem LuLa. Selamat gabung kawan2 yang baru!

  31. usil mengatakan:

    Seteleh LEBARAN memang banyak kejutan. Semoga tim KOMENLUS
    tetep JAYA MAHE!!!
    Walo usil juga ikut bingung seperti pak Inyo…tapi asik juga ada yang
    ‘naksir’ gitu lho, ntar lagi jadi selebriti di dunia LuLa.
    Menurut taksiran usil, bahwa omPapang dan mang Ipin kebanyakan
    sikat ketupat saat lebaran. Mangkanya sekarang mereka lagi ngos2an
    sibuk nurunin berat badan, belum bisa cerewet…tunggu aja tgl mainnya!

  32. Usil2 mengatakan:

    Utk pak Yohanes Handoko, beberapa hal perlu saya luruskan :

    A. Saya tidak mengatakan bahwa Pak Uul berorientasi profit, tetapi setiap company (termasuk group Bakrie) pasti berorientasi profit, sehingga tidak akan melakukan sesuatu jika tidak ada jaminan keuntungan. Seperti misalnya nombok dulu untuk biaya pembuatan cofferdam tsb. Tetapi perlu diketahui juga kalau Pak Uul juga ‘tidak rela’ hasil tombokannya hilang begitu saja, apalagi menghasilkan profit bagi orang lain. Terbukti dengan usaha utk mem’paten’kan hasil percobaan beliau (coba dilihat lagi berita seputar percobaan2 beliau).

    B. Kalau cofferdam tsb mau mengcover semua semburan liar (seperti yg terakhir muncul di pinggir raya Porong), maka diperlukan jari2 sampai 1km dari pusat semburan. Itulah yang membuat solusi paling murah dan efisien saat ini ya dibiarkan mengalir ke sungai Porong dengan bantuan pompa. Memang terkadang kita harus memilih yang terbaik dari pilihan2 buruk yang ada. Dan ini bukan masalah ‘menebus dosa’ terus harus habis-habisan dengan dana yang tinggi, tanpa memperhitungkan untung dan ruginya.

    C. Selamat Idul Fitri juga utk semuanya, mohon maaf lahir dan batin.

  33. Yohanes Handoko mengatakan:

    Tanggapan buat pak Usil2:
    1. Cara meminimalisir kerugian adalah dengan me-LOKALISIR luberan dan genangan; ini tidak mungkin tanpa keluar duit (bukankah dulu sudah ada Lomba ‘memampetkan’ semburan oleh Paranormal?).
    2. Bukankah dulu pihak Bakrie sudah sempat ‘menggelar’ pipa pembuang lumpur kearah laut ber-kilo2 meter? Tanpa memperhitungkan material lumpur yang panas, kental, dan berkerikil tentu rencana itu batal dengan sendirinya. Saya masih percaya bahwa ilmuwan seperti pak Uul alias Prof DR Indrasurya B Mochtar tidak berorientasi profit (beliau bisa mewakili ITS sebagai salah satu ‘sarang’ ahli teknik utama di Surabaya).
    3. Tentu area yang diberi cofferdam harus memperhitungkan kemungkinan munculnya semburan baru, untuk mendesign itu diperlukan ilmuwan yang benar2 mengerti, sebuah tim tangguh yang bisa dipelopori oleh FT ITS (Fakultas Teknik Institut Teknologi 10 November Surabaya, dimana pak Uul menjadi Ketua Jurusannya).
    4. Memang masalah didalam tanah tidak semua data bisa didapat, tentu mustahil menghilangkan faktor resiko samasekali; tapi, dengan tim teknis yang tangguh diharapkan resiko bisa diminimalisir.
    5. Justru dengan me-lokalisir genangan, otomatis tidak ada masalah transportasi sehingga rencana pembuatan pabrik menjadi lebih feasible.
    6. Kalau semburan dan genangan lumpur bisa di-lokalisir, tentu dampak negatif terhadap lingkungan sekitar juga minimal.
    7. Memang solusi dan pemanfaatannya saling terkait satu sama lain; semua tergantung pada keberhasilan tim teknik dalam men-design dan membuat cofferdam yang mampu melokalisir genangan lumpur tersebut.
    8. Justru harus jauh lebih sempit dari area genangan sekarang; dengan ketinggian cofferdam yang bisa mengimbangi atau menetralkan tekanan semburan lumpur, maka otomatis semburan akan berhenti.
    9. Sekarang ini mereka menyewa puluhan alat berat, excavator, dozer, dump truck dsb. sambil menunggu dengan ‘jantungan’ sewaktu-waktu tanggulnya jebol untuk ditambal sulam, dan begitu seterusnya!??
    ‘Seburuk-buruknya’ Bakrie group yang pasti tidak mau keluar uang percuma, kalau ada peluang untuk ‘menebus dosa’, menghindari tuntutan pengadilan (apa ada yang nuntut ya?), membantu rakyat yang sudah menderita demikian parah, bahkan ada unsur feasible-nya (memanfaatkan tanah penduduk yang sudah diganti rugi dan membuat pabrik dgn bahan baku lumpur), mungkin mereka mau mempertimbangkan untuk ‘sedikit’ berusaha membuat jasa bagi rakyat kecil ini.
    Tentu semua tergantung pada proposal teknik yang perlu dibuat oleh tim ahli yang tangguh tadi. Kalau memang secara teknis dan biaya cukup feasible ya seharusnya mereka rela mendanai dan men-support sepenuhnya, kalau nggak mau ya kebangetan!
    10. Mumpung masih dalam suasana Lebaran, perkenankan saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H, mohon maaf lahir dan batin.

  34. inyo mengatakan:

    wah stlh lebaran koq ada 2 nama peng-USIL yah?
    1 Usil(pertama) : bang Usil tulen
    2 Usil2(kedua) : siapa gerangan ?
    apa ini “PEDANG BERMATA DUA” spt kata2 OmPapang ato emang ada 2 karakter yg sama sekali berlainan ? hayoo jawab !!

  35. Usil2 mengatakan:

    Untuk pak Handoko, perlu diperjelas keuntungan “semu” tersebut :
    1. Bukan saling tunggu, tapi bagaimana caranya meminimalisir kerugian yang sudah terjadi. Kalau bisa tidak keluar uang dulu.
    2. Pabrik baja tsb tidak mungkin mengeluarkan uang dulu (nombok) seperti yg dilakukan pak Uul, atau pihak lain yang mau mencoba, karena dia berorientasi profit.
    3. Sekarang saja tanpa cofferdam, area disekitarnya sudah muncul banyak semburan, apalagi kalau pusatnya ditahan menggunakan cofferdam.
    4. Selama semburan liar masih muncul dimana2 tidak ada jaminan infrastruktur tsb bebas dari masalah, suatu waktu bisa saja terendam lagi, kalau muncul semburan baru yang juga besar.
    5. Pemanfaatan komponen lumpur sudah mulai dilakukan, tetapi ongkos transportnya tidak memadai, kecuali pembangunan pabriknya di dekat situ. Tapi siapa yang mau ambil resiko pabriknya direndam lumpur?
    6. Dampak lingkungan jelas ada, dengan munculnya semburan2 liar baru, untuk mencari jalan keluar yang lebih bebas.
    7. Item no. 5 harus direalisasikan dulu, baru masyarakat sekitar bisa mengambil manfaatnya.
    8. Jauh lebih murah atau lebih mahal? kalau dibuat utk menutup seluruh semburan liar yang saat ini sudah muncul malah jauh lebih mahal.
    9. Lihat Item no. 1, sekali lagi mereka justru berusaha ‘tidak buang uang’ sebisa2nya. Kalau sudah ada hasil, baru dibayar.

    Salam utk semuanya….

  36. Yohanes Handoko mengatakan:

    Urun rembug solusi lumpur Lapindo-Sidoarjo; semoga pak Uul sempat membaca (yohanes ex Jaya CM Surabaya).

    Sudah sangat banyak proposal yang diajukan oleh berbagai pihak, tapi masing2 pihak punya tuntutan dan interest yang berseberangan sehingga sulit mencapai kompromi. Semoga usulan ini bisa diterima semua pihak terkait.
    Dulu pernah ada prosposal dari Jepang yang menyarankan dibuat semacam ‘bendungan’ atau cofferdam disekitar lubang semburan; konon sempat dipresentasikan didepan Presiden tapi tidak ada kabarnya lagi.
    Saya kira idenya cukup sederhana: semburan lumpur keatas ‘dilawan’ dengan berat sendiri lumpur; tinggal menentukan berapa tinggi cofferdam yang harus dibuat untuk menetralkan semburan tersebut. Sudah tidak usah manggil orang Jepang itu lagi, pak Uul pasti bisa membuat designnya.
    Dengan demikian banyak ‘keuntungan’ yang didapat, antara lain:
    1. Bakrie group bisa berperan maksimal untuk ‘mempertanggung jawabkan’ perbuatan salah satu anak usahanya dengan mengambil inisiatif sebagai leader dalam mencari solusi yang terarah; tidak berlarut-larut, tidak jelas dan saling tunggu seperti yang terjadi sampai sekarang.
    2. Bakrie group punya pabrik baja/pipa yang bisa dipakai sebagai material utama pembuatan cofferdam.
    3. Semburan lumpur bisa di-lokalisasi dalam cofferdam dan ‘dihentikan’, sehingga lahan/area tanah sekitarnya bisa segera ‘dibersihkan’ dan dimanfaatkan kembali.
    4. Infrastruktur yang terendam mungkin masih bisa dimanfaatkan kembali, sehingga tidak perlu bangun baru (lebih mahal, lebih jauh, dsb).
    5. Bakrie group bisa melakukan penelitian untuk memanfaatkan komponen lumpur yang ada, lalu membangun pabrik dengan bahan baku yang tinggal ngambil dari ‘stok’ yang nyaris tak terbatas didalam cofferdam itu.
    6. Relatif tidak ada dampak lingkungan, kecuali yang sudah terlanjur luber.
    7. Masyarakat sekitar bisa mengambil manfaat dari pabrik tersebut (sebagai karyawan, warung, dsb).
    8. Saya tidak tahu biayanya, tapi yakin jauh dari Rp 5 triliun seperti usulan pak Uul untuk mengalirkan lumpur tersebut langsung ke laut.
    9. Semoga Bakrie group juga ‘tergerak’, daripada ‘buang’ uang di-incrit2 seperti yang terjadi saat ini, lebih baik mencoba melakukan sesuatu yang sumber dayanya jelas ada (pabrik baja, dana, FT ITS).
    Bravo! Salam buat pak Uul.

  37. ompapang mengatakan:

    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI UNTUK SEMUA KOMENTATOR /PENGUNJUNG + PAK DHE. MOHON MAAF LAHIR BATIN ! TERIMA KASIH ! KITA MASIH PUNYA HARI ESOK UNTUK BERIKHTIAR YANG AKAN LEBIH BAIK DARI PADA HARI INI ATAU KEMARIN.!

  38. usil mengatakan:

    STAR PUMP….hmmmm.
    Tapi ini sangat menarik, sebab projectnya APPLE TO APPLE untuk
    ‘diadu’ dengan design PUMP yang lagi disusun oleh pak RIrawan dari
    tim KOMENLUS.
    Lagi2 sebagai ajang pembuktian……
    Alamak, HDSB udah keok….begitu juga EBS.
    Sekarang POMPA
    Ini dia, babak ke-3……….bakalan seruh nih!!!

  39. inyo mengatakan:

    tunggu2…….!! “LUSI” ikutan mudik ke rumah sampean donk!!😛

  40. Liburan mengatakan:

    Sudah selesai, bubar semua!!! saatnya kita berlibur…. saatnya melintasi raya Porong…. saatnya mampir di Wisata Lumpur Porong….

  41. inyo mengatakan:

    huwa..ha..ha..ha.., siip OmPapang enjoy banget, segaja gagalnya ditunda2 biar APBN ta’un depan tambah gedhe.
    mang Ipin, bang Usil, dkk, kemana neh, ??

  42. ompapang mengatakan:

    Kata iklan Rokok, KEGAGALAN adalah INYO …… eh… ENJOY yang TERTUNDA !!

  43. inyo mengatakan:

    Sssssttt…OmPapang, maybe Om Djaja Laksana pake(bukan hasil karya) STAR PUMP tsb kayaknya bukan utk nguras lumpur tapi “nguras APBN”

  44. dokterearekcilik mengatakan:

    ya..semoga cepet mampet…biar gak macet terus kalo ke Porong🙂

  45. usil mengatakan:

    Tunggu sampe semua upaya sudah men..tok..tok..tok,
    baru upaya ‘TIM KECIL’ kita dilirik.
    Timnya ciamik lagi:

    Pimpro: Ompapang
    Juru-promosi: Mang Ipin
    Juru-listrik: Pak Inyo
    Juru-tulis: Usil
    Juru-mudi: Pak Dhe
    Juru-sempoa: ???

  46. ompapang mengatakan:

    Mang Ipin, kalau konstruksi star pump adalah rotary pump yang penampangnya seperti bintang, maka sudah menjadi PUBLIC DOMAIN, jadi gak bisa dipatenkan.
    Btw, mungkin berita harian Surya tersebut ada yang SALAH. Untuk aliran 100.000 liter /detik berarti sehari =24 jam X 3600 detik X 100.000 liter/detik= 8640.000.000 liter/hari=8.640.000 m3/hari. Sangat jauh diatas debit lumpur yang 150.000 m3/hari.
    Dan daya pompa kalau boleh dihitung secara bodon = 100.000 liter/detik :13 liter/detik X 7 HP = 53.846 HP yang akan butuh BBM 10.000 liter perjam. Jadi beaya BBMnya saja sudah sekitar 50 juta perjam = 24 X 50 = 1200 juta/hari = 1,2 Milyard Rupiah/hari. Sebulan Berapa ? dan Setahun berapa ? Trilyunan kan ?. Kalau berita tersebut benar,maka pompa tersebut dimaksudkan untuk MENGURAS seluruh genangan lumpur yan ada didalam lingkaran tanggul (pond).

  47. mang Ipin mengatakan:

    Bravo! untuk kegigihan Bpk.Ir.Jaya Laksana dan salut atas “penemuan
    STAR PUMP”..kapan mau dipatenkan???seandainya semua tujuan mulia
    untuk membantu dalam mengatasi LuSi..bukan karena mencari keuntungan
    serta popularitas..ya mbok kenapa usulan dari P.RIrawan untuk memakai
    sistim Kanal V gak di-toleh2… kenapa??????tolong dijawab ya bro!!!

  48. Arek Doarjo mengatakan:

    Boleh saja tak menyerah, tapi biaya riset seperti ini jangan dibebankan ke rakyat.😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: