Pesimistis Bisa Tuntas Sebelum Lebaran

Harian Surya, Wednesday, 03 October 2007
Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso pesimistis pembayaran uang muka 20 persen dalam Proses ikatan jual beli (PIJB) bisa tuntas sebelum Lebaran.

“Sekarang saja, dari berkas yang masuk, hari ini baru diselesaikan 50-an. Apalagi jika targetnya mau menyelesaikan semua, termasuk warga yang masih bertahan di Pasar Porong Baru. Tidak akan tercapai,” kata Win usai mengikuti sidang paripurna DPRD, Selasa (2/10).

Menurut dia, berkas yang lolos verifikasi dan diajukan kepadanya untuk ditandatangani, setiap hari selalu ada. Tetapi kini mulai menipis, tidak sebanyak hari-hari sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa memang berkas yang masuk sudah tinggal ‘sisa-sisa’, karena sebagian besar sudah diproses.

Karena itu, Win menilai penyelesaian masalah sosial akibat lumpur oleh BPLS maupun PT MLJ, sudah cukup bagus. Indikasinya, Win menganalogikan dengan statistik. “Di perguruan tinggi kan ada metodologi penelitian. Yang baik, standar deviasinya kurang dari 10 persen. PIJB kini sudah mencapai 95 persen, sehingga standar deviasinya hanya 5 persen. Artinya cukup baik,” katanya setengah bergurau.

Win yang pekan lalu beberapa hari rapat dengan DPR RI di Jakarta untuk membahas masalah lumpur, telah menyampaikan apa yang telah dicapai selama ini untuk menanganinya. Yang paling banyak disorot memang masalah sosial yang ditimbulkan, serta proses pembayaran uang muka kepada warga. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan itu, beberapa anggota DPR RI yang tergabung dalam pansus pembahasan lumpur, datang ke Sidoarjo guna melihat dari dekat di lapangan, serta berdialog dengan pihak-pihak terkait.

Saat anggota DPR RI datang, Win meminta agar diupayakan warga yang telah menerima uang pembayaran dari PT MLJ, tidak ‘kabur’ ke luar Sidoarjo, atau yang diistilahkannya capital flight. “Upayanya antara lain dengan resettlement, sehingga fasum, fasos, tanah wakaf dan lainnya yang tidak bisa dibayar dengan uang, bisa diganti di tempat itu,” kata Win.

Ide ini sebenarnya sudah seringkali dilontarkan oleh Win Hendrarso, sejak awal ketika warga bernegosiasi dengan Lapindo untuk menentukan besarnya nilai tanah dan bangunan yang terdampak lumpur. Namun kemudian ide itu ‘tenggelam’ karena banyak warga yang memilih dibayar tunai. tug

Iklan

One Response to Pesimistis Bisa Tuntas Sebelum Lebaran

  1. Tonas berkata:

    Itu merupakan gambaran dari KONSPIRASI yang di ciptakan oleh Pemerintah daerah Sidoarjo untuk membelenggu KORBAN LUMPUR untuk tidak keluar dari Sidoarjo, Akan tetapi Pemerintah Daerah Tidak Bisa memberikan JAMINAN Keamanan sampai kapan lumpur ini bisa BERHENTI dan Dimana Warga akan di Pindahkan…?? Sehingga IPJB dibuat tidak memihak ke Warga akan tetapi ke Pihak LAPINDO, sehingga pada saat akan dilaksanakan sisa Pembayaran yang sebesar 80%, warga bisa di jadikan SAPI PERAHAN bagi Pemerintah Daerah dan “Orang-orang / TEAM yang bermain di dalam MUSIBAH INI”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: