Tahap 80 Persen Lebih Rumit

Wednesday, 03 October 2007 Surabaya – Harian Surya
Tahap pertama, pembayaran uang muka 20 persen kepada warga yang rumahnya terdampak lumpur hampir selesai. Menginjak ke tahap berikutnya, pembayaran sisa 80 persen, ternyata banyak masalah menghadang, yang disebabkan bukti kepemilikan dan status tanah yang tidak akurat.

Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Mayjen (purn) Sunarso mengakui, masalah sosial yang selalu membayangi pekerjaannya, tidak kunjung selesai. “Ini masalah yang paling berat kami hadapi.”

Diakuinya, proses verifikasi berkas yang diajukan warga pemilik tanah dan bangunan yang terkena lumpur hingga sekarang sudah menyelesaikan lebih dari 11.200 bidang. Jika diperkirakan bidang tanah yang terkena lumpur sekitar 12.000 bidang, itu berarti sudah 95 persen. Sisanya, akan selesai dalam satu atau dua bulan ini.

Selanjutnya, BPLS akan melangkah ke tahap berikutnya, yaitu menyelesaikan proses pembayaran 80 persen sisanya, yang diharapkan dimulai bulan Juni 2008. “Kami sudah menyiapkan mulai sekarang, merekap kembali data-data,” kata mantan Pangdam IV/Diponegoro ini.

Diakuinya, meski data tersebut telah dinyatakan lolos verifikasi, belum tentu semuanya benar, sehingga perlu ada peninjauan kembali. Dengan penelitian data kembali lebih awal itu, diharapkan pada saatnya nanti tidak muncul masalah yang menghambat proses. Akankah proses pembayaran 80 persen kelak lebih lancar daripada proses pembayaran uang muka saat ini, yang oleh sebagian warga dikeluhkan bertele-tele dan melelahkan?

“Kita harap demikian. Dengan data yang sudah masuk ke komputer kan tidak mungkin ada yang komplain, misalnya kok saya cuma dapat segini,” jawab Sunarso.
Proses pembayaran sisa 80 persen yang bakal lebih pelik daripada proses pembayaran uang muka, tidak dibantah oleh Komisaris Utama PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), Gesang Budiarso, sebagai ‘penyandang dana’. Jika pembayaran uang muka hanya sebagai ikatan jual beli (IJB), maka pembayaran sisa 80 persen sebagai akta jual beli. Jelas dalam akta jual beli, obyek yang diperjualbelikan harus jelas dan mempunyai bukti kepemilikan yang sah.

Selama ini PT MLJ seperti tutup mata dalam membayar uang muka kepada warga, meskipun obyek jual beli tanpa disertai bukti kepemilikan yang meyakinkan. “Kami membayar 20 persen imbalannya apa? Hanya selembar fotokopi leter C, petok D, sertifikat. Nanti, dalam ikatan jual beli, bukti kepemilikan yang sah harus diserahkan,” katanya. Gesang tidak spesifik menyatakan, semua bukti kepemilikan tanah harus sertifikat, namun hanya menyebut ‘layak untuk dibuatkan akta jual beli’.

Dalam akta jual beli, syarat tersebut mutlak. Jika tidak, maka notaris tidak akan mau mengeluarkan akta jual beli. Dengan demikian, maka tidak ada pilihan bagi warga, selain mereka mulai sekarang harus mengurus bukti-bukti kepemilikan itu. Hal ini, diakui Gesang tidak akan mudah, terutama karena disinyalir banyak tanah-tanah yang telah dinyatakan lolos PIJB sebenarnya mengandung masalah.

Dihadapkan pada masalah tersebut, sebenarnya warga hanya punya dua pilihan jika mereka tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan tanah yang sah. Tetap memiliki uang muka 20 persen yang telanjur dibayar PT MLJ namun tidak bisa meminta sisa uang 80 persen, atau setuju untuk dibayar sisa 80 persen berupa rumah dan tanah. “Kami sudah mempersiapkan lokasi 600 hektare untuk mereka. Ini sebagai tawaran kami untuk keluar dari masalah itu,” tegas Gesang.
Menerima tawaran ini, berarti warga setuju untuk direlokasi. Tawaran serupa pernah disampaikan Pemkab Sidoarjo kepada warga, dengan maksud infrastruktur, fasum, dan fasos tidak ikut ‘menguap. Namun saat itu warga lebih tertarik pada bayar tunai. tug

Iklan

Satu Balasan ke Tahap 80 Persen Lebih Rumit

  1. Tonas berkata:

    Huuuuueeeeeebat bener !!!! Konspirasi antara GESANG BUDIARSO dengan Kepala BP-BPLS untuk memberikan PRESSURE ke Warga Korban Lumpur, Kami berdoa mudah-mudahan kalian semua mendapatkan BAROKAH dari Lumpur yang sekarang ini menenggelamkan Rumah Tempat Tinggal kami….Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: