Suka Cita Korban Lumpur Terima Uang Tunai Bantuan Presiden SBY

RADAR SIDOARJO
Sabtu, 06 Okt 2007

Sabtu, 06 Okt 2007
Pilih Prihatin saat Lebaran, Uang untuk Modal Usaha
Saat yang ditunggu-tunggu itu pun tiba. Sebanyak 500-an di antara 10.277 KK korban lumpur kemarin (5/10) menerima bantuan uang tunai masing-masing Rp 500 ribu. Apa rencana mereka?

TORIQ S. KARIM, Sidoarjo

Ekspresi ceria tampak di raut wajah Abdul Ghofur, 46, salah seorang korban lumpur yang kemarin mengantre di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo. Lelaki asal Desa Renokenongo, RT 20 RW 5, Kecamatan Porong, itu datang bersama anak-istrinya. “Kebetulan, saya sedang butuh modal untuk usaha,” ujarnya.

Ghofur mengaku punya keterampilan menjahit. Dari situlah, bapak tiga anak tersebut menggerakkan roda ekonomi keluarga sejak lama. “Saya memanfaatkan keterampilan untuk cari uang,” ucapnya. Kehidupan dia tenteram-tenteram saja hingga banjir lumpur panas menghantam tempat tinggalnya. Akibatnya, seluruh keluarga mengungsi. Satu-satunya mesin jahit miliknya tidak bisa digunakan lagi. “Saya butuh mesin baru, ” ungkap Ghofur.

Beruntung, dapur Ghofur masih tertolong dari upah profesinya sebagai salah seorang pamong Desa Renokenongo. Saat ini, dia bergantung pada upah tersebut. “Meski sedikit, kami tetap bersyukur, ” jelasnya.

Ghofur menyambut baik pembagian uang tunai Rp 500 ribu itu. Semangatnya seolah bangkit. Dia berencana memulai lagi bekerja sebagai penjahit. Langkah pertama adalah membeli mesin jahit. “Saya mau belanja benang dan mesin,” katanya.

Ditanya soal rencana merayakan Idul Fitri yang tidak lama lagi, Ghofur hanya tersenyum. Dia mengaku tidak berangan-angan merayakannya. Bisa ibadah dengan tenang sudah cukup. Ghofur memastikan tidak akan menggunakan uang Rp 500 ribu tersebut untuk keperluan Lebaran. “Saya mengutamakan untuk modal usaha,” ujar pria yang kini mengontrak di Perum TAS II blok P No 47 itu.

Rencana senada juga diungkapkan Arif Prajoko, 43. Korban lumpur asal Perum TAS I tersebut juga menerima bantuan presiden kemarin (5/10) sore. “Saya senang bisa menerima bantuan itu,” tuturnya. Seperti halnya Ghofur, Arif bermaksud menggunakan uang tersebut untuk usaha istrinya, Anis Zuhriya.

Saat ini, Anis sudah bisnis kredit barang rumah tangga. “Saya akan menambah dagangan istri dengan uang itu,” papar Arif. Dari kreditan tersebut, untuk saat ini, tidak ada pemasukan sama sekali. Karena itu, ekonomi keluarganya masih bergantung pada sisa tabungan keluarga. Dia menyatakan bahwa tabungannya hampir habis.

Sebelum kena lumpur, Arif bekerja di kontraktor pertambangan minyak di Kalimantan. Dia berhenti bekerja sejak rumahnya di Perum TAS hancur diterjang lumpur. “Saya tidak tenang meninggalkan istri dan anak dalam kondisi tidak punya rumah,” ujar Arif. (*)

2 Balasan ke Suka Cita Korban Lumpur Terima Uang Tunai Bantuan Presiden SBY

  1. Yudha Prasetyawan mengatakan:

    lebih tepatnya dari urunan berbagai BUMN

  2. Mas Karebet mengatakan:

    “Suka Cita Korban Lumpur Terima Uang Tunai Bantuan Presiden SBY”
    ====================================================

    🙂 Dari Presiden Lapindo kapan ya?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: