SETELAH EBS GAGAL, ITS TERAPKAN SISTEM STAR PUMP

MEDIA CENTER : Senin, 8 Oktober 2007 14:09:27

Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam pengaliran lumpur panas di Sidoarjo dalam waktu dekat akan menerapkan sistem star pump. Sistem ini akan diujicobakan Tim ITS paling cepat setelah lebaran untuk menindaklanjuti kegagalan teknologi energy balance system (EBS) beberapa waktu lalu.


“Sistem star pump ini setelah dilihat di salah satu situs internet memang telah ada, tetapi cara kerjanya yang beda. Prinsip kerja memang boleh sama. Untuk itu sistem star pump itu akan kami ajukan untuk mendapatkan hak paten dari pemerintah. Mudah-mudahan setelah hak paten ini disetujui, Tim ITS akan melanjutkan ujicoba pengaliran lumpur di Sidoarjo,” kata Koordinator Tim Penanganan Semburan Lumpur ITS, Ir Djaja Laksana ditemui di rumahnya, Senin (8/10).
Menurut Djaja, Tim ITS saat ini sedang membuat peralatan penunjang sistem star pump itu dengan section (pintu masuk ke pompa) berdiameter empat inchi dan keluar dari pompa berdiameter tiga inchi. Setelah dilakukan penelitian, debit air atau lumpur yang bisa dialirkan dengan sistem ini mencapai 15 liter per detik. “Pernah suatu kali saat teknologi EBS dijalankan, kami mencoba sistem star pump ini dengan lumpur Sidoarjo. Keistimewaan dengan sistem ini, jika kerikil besar masuk, pompa ini masih bisa berjalan,” ujarnya.
Pasalnya, saat Tim ITS menerapkan teknologi EBS, kendala yang dialami adalah keluarnya material berbentuk batu-batu kerikil dari pusat semburan yang akhirnya mengeras di dalam pipa berdiameter enam inchi itu. Selain itu, saat melakukan pergeseran pipa untuk diletakkan tepat ke tengah semburan, pipa melengkung karena diduga adanya kebocoran sehingga panasnya lumpur masuk ke pipa.
Sistem star pump itu, lanjut Djaja, berbeda dengan kinerja pompa centrifugal biasa yang tidak akan berjalan (macet) jika kemasukan kerikil besar. Kemudian setelah ujicoba berhasil, pihaknya akan melanjutkan dengan membuat star pump yang lebih besar dengan pintu masuk delapan inchi dan keluarnya enam inchi. Dengan kekuatan daya sedot sebesar 2.500 meter kubik per hari.
“Bahan star pump ini semuanya terbuat dari stainless steel. Kalau ujicoba kedua juga berhasil, maka kami akan membuat pompa yang jauh lebih besar lagi kapasitasnya. Perkiraan pemasangan peralatan star pump ini akan dilakukan paling cepat setelah lebaran atau akhir Oktober 2007,” imbuhnya.
Dia berharap dengan adanya teknologi pengaliran lumpur star pump itu bisa membantu Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dalam menghadapi serbuan lumpur di tanggul cincin atau ring satu. Pembuangan lumpur nantinya akan dialirkan sama seperti teknologi EBS, yakni di wet line (seluas 4.000 hektare di sekitar ring tiga) dan berada di area tambak sebelah timur Kali Porong. *(tok)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: