Ziarah dan Takbir Korban Lumpur’

RADAR SIDOARJO     Jumat, 12 Okt 2007
SIDOARJO – Ribuan warga di area kawasan terdampak lumpur merayakan Idul Fitri 1428 hari ini, Jumat (12 Oktober). Mereka mengadakan takbir bersama di lokasi lumpur. Rencananya, salat id tidak dilakukan di atas tanggul seperti Lebaran tahun lalu.

Warga melakukan takbir keliling melewati kawasan Siring, Jatirejo, Renokenongo, Glagaharum, Mindi, dan Pejarakan. Menurut Ahmad Rofii Mashudi, tokoh warga Kelurahan Mindi, keputusan itu diambil berdasar berbagai pertimbangan. Kemarin warga menyiapkan berbagai kebutuhan takbir dan salat id.

Menurut pria yang akrab dipanggil Gus Rofi itu, dari momen Idul Fitri kali ini, adadua hal yang bisa dipetik. Pertama, sikap sabar dan menenangkan hati harus tertanamdalam diri warga. “Serahkan semua persoalan kepada Sang Pencipta. Tanamkan rasa ikhlas dalam menjalani hidup,” tuturnya.

Kedua, momen Lebaran ini mampu mengetuk hati nurani petugas penanggulangan lumpur. Sebab, saat ini penanggulangan tidak dilakukan dengan baik. Harapan terhadap kanalisasi juga tidak terwujud.

“Kami berharap, penanggulangan lumpur tidak merusak lingkungan lain,” katanya.

Selain takbiran, ratusan warga korban lumpur dari Pasar Porong Baru berziarah ke makam leluhur yang sudah tenggelam. Kegiatan itu merupakan rutinitas menjelang puasa dan Lebaran.

Sementara itu, BPLS meliburkan aktivitas di tanggul-tanggul terluar sejak Rabu (10/10). BPLS juga meliburkan sejumlah staf bagian administrasi, kepala, wakil kepala, dan beberapa deputinya. “Yang tidak libur adalah sebagian aktivitas tanggul-tanggul dalam, mulai tanggul cincin sampai spillway. Lalu, deputi operasional, deputi infrastruktur, dan humas,” tutur Humas BPLS Achmad Zulkarnain.

Zulkarnain mengakui, beberapa waktu lalu, dia menyatakan bahwa seluruh aktivitas tanggul tetap normal selama Lebaran. Namun, yang diaktifkan hanya 80 persen dari total tenaga. “Mereka yang tetap bekerja selama Lebaran adalah yang kebagian tugas di tanggul-tanggul rawan, seperti di titik 37-43 (antara Pejarakan-Renokenongo,-Red),” kata dia. “Titik-titik itu sekarang mulai kemasukan Lumpur. Harus ada yang piket untuk jaga,” imbuhnya.

Secara terpisah, Kepala BPLS Sunarso tidak membantah meliburkan aktivitas selama Lebaran. “Ya, masak Lebaran di atas tanggul. Tapi, saya tidak mudik. Sebab, anak dan istri saya datang ke Surabaya. Toh selama libur, saya juga tetap stand-by on call,” tegasnya. (riq/sat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: