BPLS: Semburan Berhenti Empat Kali

Senin, 15 Okt 2007
SIDOARJO – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mencatat aktivitas semburan lumpur panas di Porong berhenti beberapa kali. Fenomena itu masih diselidiki sebagai tanda-tanda atau gejala apa, mengingat terjadi empat kali dalam tiga hari.

Menurut Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain, sejak Kamis (11/10), semburan lumpur berhenti empat kali. Kali pertama terjadi pada Kamis pukul 16.25 WIB sampai 17.50 atau sekitar 85 menit. Semburan berhenti untuk kali kedua pada hari yang sama pukul 22.30 hingga 23.30 atau sekitar 60 menit.

Keesokan hari, Jumat (12/10), kata Zulkarnain, semburan juga sempat berhenti pada pukul 10.30 hingga pukul 11.00. “Semburan berhenti sampai menjelang salat Jumat. Setelah itu, lumpur menyembur lagi,” ujarnya. Kejadian keempat berlangsung pada Sabtu (13/10). Semburan berhenti sekitar pukul 11.05 WIB dan menyembur lagi pukul 11.20 atau sekitar 15 menit.

Dia menambahkan, berhentinya aktivitas semburan lumpur panas tersebut diikuti kenaikan kadar gas hydrogen sulfide (H2S) yang mencapai 22 PPM dari batas normal 20 PPM. Selain itu, 71 gelembung (bubble) yang ditemui di berbagai tempat menunjukkan penurunan aktivitas. “Mungkin, ada kaitan dengan berhentinya semburan sebanyak beberapa kali itu,” ucapnya.

Berhentinya aktivitas semburan juga ditandai ritme semburan lumpur yang berbeda. Di pusat semburan, sempat tidak tampak asap yang tinggi maupun gelembung air.

Zulkarnain mengatakan, BPLS berencana mendatangkan ahli untuk meneliti lebih lanjut fenomena tersebut. Berhentinya aktivitas semburan itu juga pernah terjadi pada masa Tim Nasional Penanggulangan Lumpur sekitar Februari 2007. “Namun, kali ini kejadiannya berulang. Waktu terjadinya pun berdekatan,” paparnya. (riq)

2 Balasan ke BPLS: Semburan Berhenti Empat Kali

  1. inyo mengatakan:

    wah2….skr LUSI hamil lagi neh, mudah2an anaknya yg ke 72 ga lahir bayi “raksasa” !!😛

  2. inyo mengatakan:

    Prediksi saya:
    1. Jauh dibawah sana terjadi proses terbentuknya rongga/ruangan didalam lubang semburan itu sendiri secara alami { gambarannya spt buah kelapa/perut yg pangkal/ujungnya ada “lubang kecil”{spt ini –> “( )” } krn proses terjadinya sedemikian rupa shg di dlm perut tsb terjadi proses “counter weight/hukum bernauli”, sebagian lumpur/material dikirim ke permukaan dengan tekanan yg lebih rendah lewat lubang bag atas dan sebagian lagi yg lainnya kembalikan ke perut bumi lewat lubang bag. bawah shg tekanannyapun juga berkurang, klo proses tsb terjadi terus-menerus, di lubang atas/bawah akan terjadi pembentukan “kue lapis(kerak)” yg lama kelamaan akan semakin keras..dan lubangnya berangsur angsur akan semakin menyempit, dengan adanya penyempitan lubang tsb LUSI jadi “batuk2″dan anak2nya pada “ngambek”, maybe tidak tertutup kemungkinan akhirnya lubang2 tsb akan tertutup dg sendirinya, semoga.(cuma koq ga ada beritanya stlh semburan tsb berhenti 4 kali, skr ini debet semburannya LUSI berkurang atau tetap spt pada awalnya/120-150 rb m3/hari ??)

    2. Terjadi Subsidence/amblesan, PakDhe Rovicky yg bisa menjelaskannya

    3. Pak RIrawan + OmPapang, Dkk smua, sangat kutunggu “woro/ulasan”nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: