Semburan Lumpur Lapindo Sempat Terhenti

Selasa, 16 Oktober 2007 | 02:06 WIB TEMPO Interaktif, Sidoarjo:Semburan lumpur di sumur Banjar Panji 1 milik Lapindo Brantas Inc. di Porong, Sidoarjo, yang memancar sejak 29 Mei 2006, sempat terhenti empat kali. Peristiwa langka ini terjadi sejak Kamis pekan lalu ketika ketinggian semburan lumpur mencapai 10 meter. Akibatnya, cincin tanggul di bagian barat dan timur jebol dan lumpur meluap.

Namun, tak lama kemudian semburan itu terhenti total selama kurang-lebih satu jam. Kejadian kedua terjadi pada Jumat malam ketika semburan lumpur berhenti selama kurang-lebih satu jam. Begitu pula pada Sabtu dini hari dan Sabtu sore, lumpur berhenti menyembur selama kurang-lebih satu jam.

“Selama tiga hari itu lumpur berhenti menyembur empat kali,” kata juru bicara Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Ahmad Zulkarnaen, di Sidoarjo kemarin. Ketinggian semburan keempat mencapai 10 meter dan berlangsung hingga saat ini.

Fenomena ini tidak mengurangi volume lumpur yang disemburkan setiap hari sebanyak 125 ribu meter kubik. BPLS sendiri belum tahu faktor apa yang membuat lumpur berhenti empat kali. “Akan kami konsultasikan dengan tim ahli setelah Lebaran,” katanya.

Fenomena ini, kata Kepala Laboratorium Inversi Gelombang dan Pencitraan Fluida Bawah Permukaan Jurusan Fisika Institut Teknologi Bandung, Bagus Endar Nurhandoko, merupakan gejala positif. Kejadian ini menunjukkan semburan lumpur makin menurun. “Ini isyarat positif,” kata pencetus sistem insersi bola beton untuk mematikan semburan lumpur ini.

Bagus mengatakan terhentinya semburan lumpur karena sistem tertutup pada reservoir lumpur yang secara periodik membuka dan menutup. “Kadang muncrat, lalu tutup lagi,” katanya. Secara alamiah, kata dia, proses berhentinya semburan lumpur sudah mulai terjadi saat ini.

Intensitas terhentinya semburan lumpur ini menjadi lebih sering setelah sekitar 500 untai–satu untai terdiri atas tiga bola–bola beton dimasukkan ke sumur. Apalagi debit semburan lumpur berkurang sejak ratusan bola beton dimasukkan ke pusat semburan.

Meski volume semburan lumpur berkurang setelah insersi bola beton, Bagus tidak berani memastikan apakah semburan lumpur bisa dihentikan. Sebab, dia belum tahu volume cadangan lumpur yang tersimpan di sumur Banjar Panji 1 milik Lapindo. Tapi dia yakin semburan lumpur tidak akan terjadi sampai 30 tahun seperti diramalkan banyak kalangan selama ini.

Sementara itu, ahli geologi dari Pusat Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Danny Hilman Natawidjaja, mengatakan terhentinya semburan lumpur Lapindo merupakan fenomena biasa karena kondisi reservoir lumpur. “Kondisi reservoir kan juga bisa naik-turun,” katanya.

Namun, Danny belum bisa memastikan naik-turunnya reservoir sebagai penyebab berhentinya semburan lumpur, karena harus diteliti lebih jauh. Danny juga menyatakan belum bisa dipastikan semburan lumpur akan berhenti. “Cadangan lumpurnya berapa, kita belum tahu,” ujarnya.
ROHMAN TAUFIK | GUNANTO ES

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: