Warga Diminta Segera Mengungsi

Rabu, 17 Okt 2007 SIDOARJO – Waspada! Begitulah peringatan Deputi Operasional Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Mochamad Soffian Hadi menyikapi jebolnya tanggul di titik 42, Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, dua kali berturut-turut dalam dua hari.

Dia meminta warga di sekitar tanggul tersebut dan tempat tinggalnya sudah masuk ke dalam peta wilayah terdampak agar segera mengurus ganti rugi dan mengungsi ke tempat lebih aman. “Saya tidak berusaha memprovokasi. Tapi, kalau tempat tinggalnya sudah masuk wilayah terdampak, sebaiknya segera mengurus ganti rugi dan mengungsi,” tutur Soffian.

Dia mengatakan, areal yang perlu diwaspadai, radiusnya mencapai sekitar 750 meter dari pusat semburan. Atau, kalau ditarik garis lurus, kawasan itu berada di antara Desa Renokenongo -lokasi tanggul jebol itu sampai di daerah eks pasar buah, Jatirejo.

Meski demikian, Soffian meyakinkan tanggul di titik 42 itu tidak akan jebol lagi setelah diperbaiki sekitar pukul 16.30 kemarin. Alasannya, lumpur panas encer di dalam kolam yang tanggulnya jebol itu sudah mengering.

“Ya, kan lumpurnya sudah habis terbuang. Selain itu, kami juga mengarahkan pembuangan Lumpur ke utara, timur jauh, dan ke selatan, agar tidak menumpuk di satu titik saja,” jelasnya.

Lalu, apa penyebab tanggul di titik 42 itu jebol berturut-turut? Menurut pakar geologi dari UPN Veteran Jogjakarta itu, penyebabnya bukanlah subsidence. Katanya, tanggul 42 berada di atas wilayah patahan bumi. Wilayah patahan di sekitar pusat semburan lumpur itu, imbuh Soffian, membentang antara Jatirejo, bubble 71, belakang pabrik beton PPI, dan titik 25.

Sementara itu, normalisasi Kali Porong mulai dilakukan. Kapal keruk BPLS dioperasikan kemarin. Kapal mulai menghancurkan sedimentasi di sekitar spillway. Daerah tersebut paling parah sedimentasinya. Diperkirakan, sedimentasi 5 lima sampai 6 meter.

Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain menjelaskan, kapal keruk memiliki dua fungsi, yaitu mengurangi sedimentasi dan menghancurkan sedimentasi. (sat/riq)

Satu Balasan ke Warga Diminta Segera Mengungsi

  1. Maruhum Simangunsong mengatakan:

    Kapan lumpurnya berhenti yach…inilah, rakyat menderita, sudah menderita tambah lagi derita. Sementara mungkin otak pelaku pembor sumurnya masih goyang lutut, ya nggak? ruaar biasa negeri kita. disana bencana disini benci ni…ayo rakyaat Indonesia kita perangi kelaliman..bahu terus berkebajikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: