Fasilitas Sekolah Mulai Dipindahkan

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 20 Okt 2007
SIDOARJO – Luberan tanggul titik 42 sudah mengenai fasilitas umum (fasum) di Renokenongo. Di antaranya SDN II Renokenongo dan MI Khalid Bin Walid. Tergenangnya fasum tersebut disebabkan letaknya yang hanya 50 meter dari tanggul titik 42.

SDN Renokenongo II misalnya, sejumlah pekerja dikerahkan untuk memindahkan sarana dan prasarana belajar. Tampak meja, kursi, serta alat belajar mengajar diangkut dengan truk. Belum jelas, barang tersebut akan dipindahkan ke mana karena lokasi yang baru sedang dicari.

Jika dilihat dari depan, dua sekolah dasar itu tampak aman. Namun, halaman belakang sekolah sudah terendam lumpur setinggi 20 cm. Kepala Desa Renokenongo Mahmudatul Faqiah membenarkan rencana dipindahkannya sekolah dari Renokenongo. Sebab, lokasi saat ini sudah tidak layak pakai.

Hanya, Mahmudah belum mengetahui lokasi baru sekolah itu. Berdasar informasi, SDN Renokenongo akan dipindahkan ke wilayah Glagaharum. “Saya belum tahu jelas. Informasi yang saya dengar begitu,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa warga meminta pembangunan tanggul dihentikan. Alasannya, sebagian besar warga belum menerima ganti rugi. Mereka tetap bertahan selama ganti rugi yang diberikan belum 100 persen. “Kami akan bertahan selama hak kami belum dipenuhi, ” ucap Semedi Isnanto, salah seorang warga Renokenongo RT 7 RW 2, kemarin (19/10).

Dia menganggap rencana penenggelaman tanggul tidak bisa dilakukan. Sebab, uang muka ganti rugi tidak cukup untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. ” Untuk kontrak saja masih kurang apalagi buat beli tanah,” katanya.

Semedi menegaskan, warga setuju dibangunnya tanggul yang membatasi antara Besuki dan Renokenongo. Sebab, tujuannya jelas, yakni menyelamatkan wilayah tidak terdampak. Namun, warga menolak jika pembangunannya dibuat melingkar menutupi Renonenongo. “Sepertinya kami mau ditenggelamkan. Kami tidak bisa terima itu, ” tuturnya.

Humas BPLS Achmad Zulkarnain memahami kecemasan warga atas pembangunan tanggul tersebut. Menurut dia, tanggul titik 42 sudah tidak bisa diperbaiki. Sebab, kondisi tanggul sering menurun sehingga membahayakan warga sekitar. “Tanggul tersebut sudah kritis dan berbahaya. Tidak bisa dilakukan antisipasi apa pun kecuali membangun tanggul baru,” jelasnya.(riq)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: