Nuh Desak Warga Mengungsi

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 20 Okt 2007
Bersedia Pindah bila Sudah Terima Pembayaran
SIDOARJO – Kemauan kuat sebagian warga Desa Renokenongo, bertahan di tempat tinggalnya yang nyaris terendam Lumpur, mendapat tanggapan serius dari Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informasi) Mohammad Nuh saat berkunjung secara informal ke Sidoarjo kemarin (19/10).

Kepada wartawan setelah makan siang bersama Bupati Win Hendrarso di Pendopo Pemkab Sidoarjo, Nuh mendesak agar warga Renokenongo yang tetap bertahan di rumahnya segera mengungsi untuk menghindari bahaya terbenam lumpur. “Warga harus menyadari bahwa kondisinya berbahaya. Jangan memaksakan diri tinggal di sana,” katanya.

Meski demikian, lanjut mantan rektor ITS itu, pemerintah melalui Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tetap mengupayakan perlindungan yang maksimal kepada warga korban lumpur Lapindo.

“Ya, bagaimanapun, pemerintah tetap berusaha sekuat tenaga melindungi masyarakat. Tapi, kalau memang sudah tidak bisa diupayakan, ya warga harus menyadari itu,” tuturnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Nuh tidak banyak membawa pendamping. Dia disambut Bupati Win Hendrarso yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Sulaksono, Kabag Umum Sekretariat Pemkab Slamet Rijadi, dan Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Hisjam Rosidi beserta sejumlah stafnya.

Nuh melontarkan desakannya kepada warga Renokenongo itu setelah mendapat laporan dari staf Pemkab Sidoarjo bahwa tanggul di titik 42 kembali jebol pada Jumat (19/10) dini hari, sekitar pukul 02.00. Berdasar laporan yang diterima Nuh, akibat jebolnya tanggul tersebut, lumpur panas encer meluberi permukiman di Renokenongo yang masih tersisa.

Di bagian lain, Nuh juga mendapat laporan bahwa warga Renokenongo yang memilih tetap bertahan menuntut agar sisa pembayaran ganti rugi sebesar 80 persen diselesaikan terlebih dulu. Baru, setelah itu, mereka akan pergi mengungsi.

“Masalahnya, pemerintah melalui Perpres 14/2007 sudah menetapkan pembayaran dalam dua tahap, 20 persen dulu, kemudian 80 persen. Yang 80 persen diselesaikan tahun depan. Paling tidak mulai Mei. Jadi, warga seharusnya bisa berpikir rasional,” imbau Nuh.

Dia juga mengatakan bahwa kunjungannya ke Sidoarjo tersebut, selain bertujuan silaturahmi dengan Bupati Win, juga memantau perkembangan proses pembayaran uang muka ganti rugi kepada warga korban lumpur Lapindo.

Menurut Nuh, pemerintah saat ini tengah mengupayakan suatu sistem pemantauan agar proses pembayaran sisa ganti rugi dapat dipercepat. “Targetnya, Mei 2008 sudah mulai terbayar. Tapi, kalau bisa, sebelum Mei sudah mulai terbayar,” tuturnya.

Lalu, bagaimana tanggapan Win selaku pemimpin warga Sidoarjo, terkait dengan kengototan sebagian warga Renokenongo untuk bertahan di dalam wilayah yang terdampak? “Nanti, akan saya koordinasikan dulu dengan pemerintah Desa Renokenongo. Ya, Senin (22/10) lah, hari pertama masuk kerja.

Dikonfirmasi secara terpisah, Pj (Pejabat) Kades Renokenongo Mahmudatul Faqiah mengaku tak bisa menghalang-halangi warganya yang memilih tetap bertahan di tempat tinggalnya. “Mereka juga warga Renokenongo, yang juga punya hak untuk diakomodasi aspirasinya,” dalih perempuan yang akrab disapa Mahmudah itu.

Lebih lanjut, Mahmudah mengatakan bahwa dirinya akan menuruti kemauan sejumlah warganya tersebut. Mereka, imbuhnya, akan tetap bertahan di lokasi itu sampai seluruh warga Renokenongo menerima pembayaran uang muka ganti rugi sebesar 20 persen.

“Memang, ada sebagian warga Renokenongo yang belum menerima pembayaran uang muka ganti rugi. Seharusnya, pemerintah mengupayakan dulu sampai maksimal agar desa kami tidak tenggelam,” tegasnya. (sat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: