Pengganti Raya Porong Siap Tender

RADAR SIDOARJO      Rabu, 24 Okt 2007
P2T: Harga Belum Disepakati
SIDOARJO – Upaya relokasi pengganti infrastruktur korban lumpur terus berlangsung. BPLS menyatakan, proyek jalur pengganti Jalan Raya Porong sudah siap ditenderkan. Namun, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Sidoarjo mengatakan, belum ada kesepakatan soal harga dengan warga pemilik lahan.

Deputi Infrastruktur Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Karyadi mengungkapkan, proyek jalur pengganti Raya Porong itu direncanakan sepanjang 11,5 kilometer. Jalur tersebut akan melewati desa-desa di kawasan Tanggulangin, Porong, dan Jabon. “Dalam waktu dekat, proyek itu dilelang. Desember kontrak ditandatangani,” katanya.

Sementara itu, Bupati Win Hendrarso mengungkapkan, dana Rp 300 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2007 untuk merelokasi infrastruktur yang rusak akibat semburan lumpur Lapindo sudah siap mengucur.

Dana itu, lanjut Win, dikucurkan pada akhir Oktober ini atau sekitar awal November mendatang. “Itu informasi yang saya dapat waktu rapat dengan menteri pekerjaan umum di Jakarta, sebelum Lebaran lalu. Dananya sudah siap,” bebernya.

Meski demikian, selaku pengarah P2T, Win menyatakan, P2T belum sepakat soal harga dengan warga pemilik tanah. P2T yang dipimpin Sekretaris Kabupaten Sidoarjo M. Rochani itu baru menyelesaikan sosialisasi dan inventarisasi.

Puluhan mantan warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perum TAS) mendatangi Kantor DPRD Sidoarjo. Mereka mempertanyakan realisasi dana bantuan presiden (banpres) yang belum cair.

Penyerahan banpres Rp 500 ribu setiap kepala keluarga itu sudah dilakukan secara simbolis sebelum Lebaran lalu, pada 5 Oktober. Namun, sebagian warga ternyata belum terima. Anang Kurniawan, salah satu warga, menyatakan sudah mengecek ke rekening. “Tidak ada sepeser pun yang saya terima,” katanya.

Hariyanto, warga lain, juga mengaku belum menerima. Padahal, dirinya telah menandatangani serah terima sebelum Lebaran. Namun, sampai sekarang belum juga terima. “Sampai sekarang uang belum masuk ke rekening saya, ” ucapnya.

Selama berunjuk rasa, massa hanya berada di halaman gedung DPRD. Tidak ada anggota dewan yang menemui. Sebab, para anggota dewan sedang melaksanakan halalbihalal. Massa akhirnya membubarkan diri setelah menunggu berjam-jam.(sat/riq/cie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: