Sumpah Pemuda Korban Lumpur

RADAR SIDOARJO      Senin, 29 Okt 2007
SIDOARJO – Pengungsi korban lumpur di pengungsian Pasar Porong Baru (PPB) mengadakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Sejumlah tokoh nasional datang dan berjanji membantu korban lumpur untuk memperjuangkan hak-haknya.

Sekitar seratus pengungsi berkumpul di bagian selatan PPB. Sejumlah pengungsi menjadi petugas upacara dengan inspektur upacara Bambang Sulastomo, putra tokoh pejuang Bung Tomo. Upacara berlangsung khidmat dengan pakaian sederhana.

Setelah upacara, pengungsi sarasehan di musala darurat pengungsian. Hadir tokoh-tokoh nasional, antara lain, Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Frans Magnis Suseno (Romo Magnis), Rieke Diah Pitaloka, dan Slamet Rahardjo Djarot. Kepada para tokoh tersebut, korban lumpur mengungkapkan keluh kesah mereka.

“Penderitaan kami belum selesai karena tuntutan belum terpenuhi, ” kata Ketua Pagar Rekontrak Sunarto. Pagar Rekontrak adalah pengungsi asal Desa Renokenongo yang menolak skema pemberian uang muka 20 persen serta uang kontrak dan jaminan hidup seperti diatur dalam Peraturan Presiden No 14 Tahun 2007.

Romo Magnis Suseno mengungkapkan, semburan lumpur merupakan bencana alam akibat ulah manusia. “Semua ini tidak manusiawi. Sebab, warga terpaksa pindah akibat kebodohan pihak tertentu,” tuturnya.

Dia menilai penanganan akibat lumpur belum selesai. Banyak unsur politis yang ikut campur. “Ganti rugi juga belum diselesaikan. Hal itu membuat korban sengsara, ” ucapnya.

Menurut Romo Magnis, dampak terbesar yang timbul ialah hilangnya akar kebudayaan masyarakat Sidoarjo. Menurut dia, kalau manusia pindah karena inisiatif sendiri, tidak ada masalah. Tapi, kalau pindah karena diusir atau terpaksa, hal tersebut akan berdampak pada rusaknya budaya.

Hal senada diungkapkan Gus Sholah. Dia mengatakan, lumpur Lapindo merupakan bencana akibat kesalahan perusahaan. Untuk itu, Lapindo bisa dipersalahkan. “Berdasar pendapat pakar hukum, Lapindo bisa dikasuskan,” tegasnya.

Gus Sholah berjanji akan menemui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro untuk menyampaikan kondisi pengungsi dan penanganan lumpur.

Gus Sholah juga berencana menemui Presiden SBY. Dia akan mengimbau presiden untuk mengadakan diskusi publik tentang persoalan lumpur. Dari diskusi itulah, diharapkan bisa ditemukan solusi nyata terhadap bencana lumpur. “Saya bersama rekan-rekan sedang merencanakan itu semua. Kita tunggu waktunya saja,” katanya. (riq)

Iklan

One Response to Sumpah Pemuda Korban Lumpur

  1. Aurin Jannah berkata:

    Membantu sesama memang sangat diperlukan. Kepada Pak SBY, yang kuat. Allah memberi cobaan karena Allah sayang padamu, pak. Tapi yang jelas, warga yang dirugikan harus tetap diperhatikan. Jangan sampai lagi-lagi mereka merasa terlantar. Satu lagi, semua yang terjadi bisa jadi karena ulah manusia itu sendiri. Tapi, dibalik itu, ini semua adalah takdir. Garisan yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Sekali lagi, Allah SWT menguji karena Allah sayang pada umatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: