Warga Resah Ancaman Banjir

RADAR SIDOARJO      Rabu, 31 Okt 2007
SIDOARJO – Warga sekitar Kali Porong mulai resah. Mereka khawatir terjadi banjir jika musim hujan. Permukaan anak Sungai Brantas itu meninggi di bagian hulu. Kondisi itu diduga akibat air tidak mengalir ke hilir karena terhalang sedimentasi lumpur. Namun, BPLS menyatakan hujan akan menggerus sedimentasi sehingga justru membantu.

Warga yang resah itu, antara lain, tinggal Dusun Kluwih, Desa Kebonagung, Kecamatan Porong. Menurut Udik Suparko, salah seorang warga, tinggi permukaan Kali Porong di desanya kini jauh melebihi kondisi pada tahun-tahun sebelumnya. Permukaan air naik sekitar 3 meter. Tanaman di sekitar tanggul tampak terendam air. Air tidak mengalir ke hilir ke arah timur, tapi justru balik ke hulu.

“Biasanya musim kemarau kondisi kali surut. Kalau musim hujan, tinggi air maksimal dua kali musim kemarau. Sekarang kan masih kemarau. Tapi, tinggi air sudah melebihi seperti musim hujan,” ungkap Udik.

Warga khawatir karena posisi tanggul Kali Porong di desa tersebut lebih tinggi daripada perkampungan. “Kalau meluber, kampung banjir,” ucapnya. Udik berharap normalisasi Kali Porong dioptimalkan. “Musim hujan sudah dekat. Jika tidak diselesaikan segera, warga desa terancam banjir,” kata Udik.

Tidak hanya warga Porong. Warga sejumlah desa di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, juga resah. Mereka berencana berunjuk rasa hari ini.

Secara terpisah, Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain menjelaskan, BPLS siap mengantisipasi kemungkinan terjadi banjir. Kondisi saat ini, kata dia, terjadi karena arus air di sebelah barat spillway tergolong kecil sehingga tidak mampu mendorong lumpur. “Akibatnya, arus berhenti dan kembali mengalir ke barat.”

Menurut dia, jika besar dan kencang, arus air pasti mampu mendorong lumpur ke hilir. “Kami berupaya agar warga tidak terkena banjir,’” katanya. (riq)

7 Balasan ke Warga Resah Ancaman Banjir

  1. sasongko mengatakan:

    Selamat berjuang pak tonas,sesama warga perum tas I !!!!!
    saya juga satu perumahan dengan anda,ikut mendukung doa agar perjuangan anda melawan sistem bobrok negri ini tetap semangat……
    kami yang terpaksa…sekali lagi terpaksa menerima skenario lapindo,karena kami termasuk wong cilik yang terbatas kemampuan finansial,tidak cukup bekal untuk menahan waktu lebih lama apabila bertahan dengan perjuangan seperti tim pak tonas.salam dan selamat berjuang CAK…….

  2. mang Ipin mengatakan:

    Terimaksih kembali P.Tonas,kita sesama warga kecil harus terus memupuk
    kekompakan…ingat pepatah yang mengatakan “Semut mengalahkan Gajah”
    kalau team Bapak semua kompak dan terus menjalin kebersamaan niscaya
    kezoliman bagaimanapun pada akhirnya akan dapat dikalahkan..juga simpatik
    dari seluruh rakyat Indonesia yang turut mendoakan supaya semua permasalah
    an yang terkait dengan LuSi dapat segera teratasi…amin

  3. Tonas mengatakan:

    Terima kasih mang Iping, atas dukungan semangat dan doanya, kalau untuk warga Perumtas-1 sebagian besar sudah dibuat menyerah dengan sistem yg berjalan ini, akan tetapi Team kami dgn sebagian kecil warga Perumtas-1 masih tetap bertahan dan berjuang melawan sistem yang tidak benar ( ABS ) dan penuh Rekayasa Konspirasi ini.

  4. Mas Karebet mengatakan:

    “Warga Resah Ancaman Banjir”
    =======================
    🙂 Sudah pada belajar renang belum?🙂

  5. mang Ipin mengatakan:

    Hallo P.Tonas !! masih ingat nggak dengan lirik lagu : JANJI .JANJI
    TINGGAL JANI ???? karena JANJI itu tidak ada dasar HUKUM yang jelas
    untuk dituntut…cuma apa ybs masih punya nurani nggak???? krna ABS =
    Asal Bapak Senang …..masih teruuuus berlanjut!!! bagaimana kabarnya dgn
    team PerumTas , apa semua berjalan lancar pak??? salam prihatin

  6. Tonas mengatakan:

    Masyarakat Pasuruan tidak perlu khawatir terjadi banjir saat musim hujan akibat pembuangan lumpur ke Kali Porong. Membuang lumpur Lapindo ke laut melalui Kali Porong oleh PURNOMO YUSGIANTOTO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku Dewan Pengarah BPLS dinilai cukup ideal untuk sekarang ini.

    Kekhawatiran masyarakat Pasuruan akan terjadi banjir pada musim hujan akibat pendangkalan di Kali Porong, kata PURNOMO pada JOSE reporter Suara Surabaya di Jakarta, Rabu (31/10), sudah diperhitungkan dengan cermat dan tidak akan terjadi.

    PURNOMO mengatakan, untuk menormalisasikan Kali Porong, BPLS telah mengoperasikan dua kapal keruk dan satu ekskalator. Kalau jumlah itu masih kurang akan ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan.

    Meksi demikian, PURNOMO tetap merespon kekhawatiran masyarakat yang disampaikan melalui unjukrasa ribuan warga Gempol. BPLS telah menyiapkan tiga alternatif untuk membuang lumpur melalui Kali Porong, melalui pipa dan membangun tanggul khusus atau kombinasi dari penggabungan alternatif itu.

    Skenario ini telah dipelajari oleh BPLS termasuk mengkaji biaya yang diperlukan. Berikut penjelasan PURNOMO, .

    Menyikapi unjuk rasa dengan memblokade jalan, Menteri mengatakan, memblokade jalan sebaiknya tidak dijadikan modal. Menteri mengajak agar penyampaian pendapat bisa dilakukan secara santun supaya memperoleh simpatik dari masyarakat luas. (may/)

    ITU ADALAH JANJI SEORANG MENTERI YANG PALING BERTANGGUNG JAWAB APABILA TERJADI BANJIR DI SEKITAR SUNGAI PORONG.

  7. Tonas mengatakan:

    Jangan mengumbar janji dan keyakinan bung, krn yg kita hadapi ini adalah ALAM YANG MURKA AKIBAT TANGAN-2 TIDAK BERTANGGUNG JAWAB. Dan perlu di ingat bahwa kalau memang sungai porong sdh tidak lagi mampu menampung air sungai akibat sendimentasi lumpur, Apaka BP-BPLS mau bertanggung jawab akan akibat banjir di wilayah tsb…???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: