BPLS Gelontor Kali Porong

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 03 Nov 2007
SIDOARJO – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menyatakan, ancaman banjir karena endapan lumpur di Kali Porong tidak perlu dikhawatirkan lagi. Kali Porong sudah digelontor sejak Kamis (1/11). Penggelontoran terus berlangsung hingga berkali-kali.

“Kami sudah menggelontor dengan air dari hulu Kali Porong sebanyak 40 meter kubik per detik,” kata Pengawas Pekerjaan Infrastruktur BPLS Bambang Pratmoko di hadapan Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo kemarin (2/11).

Berikutnya, lanjut Bambang, debit air penggelontor lumpur makin ditingkatkan. Sekitar pukul 04.00 kemarin, debit meningkat menjadi 80 meter kubik per detik. Kemudian, sebelum waktu salat Jumat, gelontoran menjadi 100 meter kubik per detik. Selepas salat Jumat, meningkat jadi 140 meter kubik per detik.

Menurut Bambang, BPLS juga akan menanggulangi sedimentasi dengan mencairkan lumpur, lalu menggelontornya lagi agar mengalir ke hilir. “Untuk itu, kami sudah menyiagakan dua unit pompa di Kali Porong. Kami juga segera mendatangkan tiga unit pompa dari PT Timah, Perum Jasa Tirta, dan dari Riau,” tuturnya.

Bambang yakin, selama musim hujan empat bulan ke depan, akan ada persediaan air cukup banyak untuk menggelontor lumpur. Endapan lumpur selama ini terjadi karena kecilnya debit air Kali Porong. Hitungannya, volume semburan lumpur diperkirakan mencapai 100 ribu meter kubik per hari.

Jika dikonversikan ke dalam satuan meter kubik per detik, semburan lumpur itu menghasilkan debit 1,157 meter kubik per detik. “Padahal, debit air Kali Porong yang kami gunakan untuk menggelontor mencapai 140 meter kubik per detik. Artinya, debit lumpur kurang dari satu persen,” jelas Bambang.

Sementara itu, warga Kelurahan Mindi meminta pembuangan lumpur ke Kali Porong tidak dihentikan. Sebab, hal tersebut akan mengancam kawasan lain di sekitar kolam lumpur. Misalnya, Kelurahan Mindi dan Desa Glagaharum. Padahal, kawasan itu belum masuk dalam peta daerah terdampak.

Aksi warga dimulai setelah salat Jumat. Mereka membawa berbagai poster. Isinya, meminta agar segera ada antisipasi terhadap kondisi pembuangan lumpur. Ahmad Rofi’i Mashudi, wakil warga, menyatakan bahwa Kali Porong harus segera dinormalisasi dan pembuangan dilanjutkan. “Ini harus segera diantisipasi agar wilayah terdampak tidak meluas,” tegas Ahmad Rofii.(riq/sat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: