TUNTUT GANTI RUGI PANEN, WARGA BESUKI HAMBAT AKTIVITAS BPLS

MEDIA CENTER :Selasa, 6 Nopember 2007 15:18:50

Warga Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo sejak Selasa (6/11) pukul 08.00 pagi tadi melakukan aksi dengan memblokade jalan tol Surabaya-Gempol di KM 41.
Warga membuat gundukan pasir setinggi 1 meter tepat di tengah-tengah jalan tol. akibat aksi warga itu, aktivitas BPLS terhambat dan memberhentikan truk yang memuat pasir dan batu untuk melakukan penanggulan di sisi selatan tol.
Warga menuntut ganti rugi panen kepada Lapindo Brantas Inc (LBI) sejak lumpur panas mulai menggenangi sawah dan menggagalkan penen 15 Agustus 2006 lalu.
Salah seorang warga Desa Besuki RT 5 RW 7, Irsyad (42) menuturkan, warga desa menuntut Lapindo agar memberi ganti rugi sekitar 32 hektar sawah warga yang berada di sisi timur jalan tol Surabaya-Gempol, dengan total kerugian ratusan juta rupiah.
Saat itu tanggul di Desa Mindi jebol dan aliran lumpur mengarah ke sawah warga yang berada di sisi timur tol. “Padahal sawah sudah siap di panen,” katanya.
Warga, menurut Irsyad sudah berusaha memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukasn BPLS untuk memperoleh ganti rugi seperti sertifikat tanah, petok D dan sebagainya, namun BPLS menolak dengan alasan kawasan Besuki tidak termasuk pada peta kawasan terdampak bencana lumpur Lapindo yang ditetapkan oleh Perpres 14/2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo.
Diketahui bahwa Perpres 14/2007 hanya mengakui empat kawasan desa sebagai kawasan yang terkena dampak langsung lumpur panas Lapindo, yakni Siring, Jatirejo, Kedungbendo, dan Renokenongo.
Karena itu, Irsyad mengharap agar pemerintah segera memberikan ganti rugi kepada warga serta merevisi Perpres 14/2007. “Perpres 14 harus segera direvisi dengan desain yang lebih aspiratif,” ujarnya.
Hingga siang ini, warga masih menduduki jalan dan menunggu proses negosiasi antara perwakilan warga dengan pihak Lapindo yang difasilitasi BPLS.
Jika hari ini sudah ada kepastian tentang nasib mereka, warga akan segera membuka blokade. Namun, jika tidak ada kepastian warga nekad akan terus menghambat aktivitas BPLS. *(amd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: