Tanggul Lumpur Siring Kritis

RADAR SIDOARJO      Senin, 12 Nov 2007
SIDOARJO – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terus mencari alternatif lokasi pembuangan lumpur, selain ke Kali Porong. Sebab, kondisi tanggul di sekitar pusat semburan mulai kritis kemarin (11/11), terutama tanggul di kawasan Siring, yang berdekatan dengan Jl Raya Porong.

Humas BPLS Achmad Zulkarnain menyatakan, tanggul utama di sekitar pusat semburan saat ini aman, tapi penuh. Jika terjadi hujan, kondisinya bisa berubah. “Permukaan tanggul dan permukaan lumpur hampir sejajar,” katanya.

Saat ini, kata Zulkarnain, pembuangan lumpur dilakukan dengan menambah over flow (pipa penyalur) ke arah utara, ke kawasan Perum TAS, dan kawasan Kedungbendo. Sebelumnya, di tanggul cincin hanya ada satu over flow. Sekarang menjadi tiga over flow. “Pembuangan kami arahkan ke tanggul di Perum TAS,” tambahnya.

Dikatakan, tanggul di Perum TAS hanya bisa menampung lumpur untuk sementara. Sebab, aliran tetap deras, sedangkan luas tanggul terbatas.

Tanggul di kawasan Siring, yakni titik 10 sampai 16, juga sudah terendam. Tanggul terluar yang berdekatan dengan rel KA dan Jalan Raya Porong belum terendam. “Jika tidak cukup, jalan raya akan berbahaya,” katanya.

Zulkarnain berharap agar warga memahami tujuan pembuangan lumpur ke Kali Porong. Sebab, jika pond-pond lumpur sudah penuh, tanggul tidak akan mampu menampung dan lumpur meluber.

Di sisi lain, kata dia, Kali Porong sudah mulai normal. Sejak warga melakukan aksi menentang pembuangan lumpur ke Kali Porong, BPLS bekerja keras menormalisasi kali tersebut.

BPLS mengerahkan tiga kapal keruk untuk memecahkan sedimentasi lumpur. Sejak Sabtu (10/11), kapal keruk ditambah lagi di bagian muara. Kapal terakhir adalah milik perusahaan BUMN timah dan sudah beroperasi. Bekerja sama dengan PT Jasa Tirta, BPLS juga terus menggelontorkan air agar tidak terjadi sedimentasi. (riq)

5 Balasan ke Tanggul Lumpur Siring Kritis

  1. Tonas mengatakan:

    Sekarang ini warga korban lumpur udah pada “tidur”, setelah mendapatkan 20%, Tapi mereka tidak sadar kalau tidurnya itu akibat minum obat bius yang di sodorkan oleh Minarak dan Pemerintah Daerah, sungguh sangat ironis….!!!! karena yang nggak mau minum-minuman itu tinggal 5% aja dari korban lumpur.

  2. adit mengatakan:

    Kenapa ya berita porong sepertinya tenggelam… harus terus dicuatkan nih biar ada perhatian lebih serius lagi…

  3. Tonas mengatakan:

    Konspirasi BP-BPLS dengan Minarak sudah di laksanakan dengan sukses, maka sekarang Konspirasi antara BP-BPLS dengan P2LT Pemerintah Daerah lagi akan di jalankan.

  4. Tonas mengatakan:

    Sudah Planning dari BP-BPLS ama P2LT bahwa akan mencaplok lahan SIRING Barat untuk Relokasi Infrastuktur supaya dapat harga murah dengan jalan mengusir warga yang ada pakai Lumpur, lebih praktis dan ekonomis lah. Dengan dalih bencana alam-nya, maka warga tidak bisa berkutik lagi lawan Pemerintah, semua sudah diatur dalam Perpres No. 14 tahun 2007. Huuuueeeebbbbaaaattttt-nya Pemerintah plus Makelar dalam mengentaskan Rakyat-nya dari Penderitaan… !!!!!

  5. Mas Karebet mengatakan:

    “Tanggul Lumpur Siring Kritis”
    ==============================
    🙂 Sudah dibilang dari dulu, tanggulnya harus dipasang keramik & marmer🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: