Empat Korban Lumpur Adukan ke Mahkamah Internasional

Sidoarjo (ANTARA News) – Ancaman warga korban lumpur Lapindo Brantas Inc yang tergabung dalam Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak) yang masih bertahan di pengungsian Pasar Baru Porong (PBP) Sidoarjo, Jatim, akan mengadukan ke Mahkamah Internasional (MI) di Den Haag, Belanda.

Tokoh warga Pagar Rekontrak H Sunarto di Sidoarjo, Selasa mengatakan, pihaknya akan mengirimkan empat warga korban luapan lumpur Lapindo Brantas Inc ke MI, karena mereka sudah putus asa terhadap pemerintah dan pihak terkait, yang hingga kini tidak merespon tuntutan mereka.

“Kalau tidak ada halangan, empat perwakilan warga korban lumpur akan ke Mahkamah Internasional, pertengahan Desember mendatang,” katanya menegaskan.

Ia mengaku terus terang bahwa apa yang akan dilakukannya itu sangat terpaksa, karena kekecewaan dan rasa putus asa yang mendalam terhadap pemerintah dan pihak-pihak terkait yang hingga kini tidak merespon tuntutan mereka.

“Kami mau berbuat bagaimana lagi?, karena hingga kini tidak ada solusi, terkait tuntutan yang kami ajukan. Baik itu dari pemerintah pusat, propinsi maupun kabupaten,” katanya.

Sebelumnya, tuntutan warga Pagar Rekontrak itu yakni uang muka ganti rugi sebesar 50 persen –bukan 20 persen seperti yang tertuang dalam Perpres 14/2007– dan disediakan lahan untuk relokasi mandiri di kawasan Japanan atau Gempol, Pasuruan.

Sunarto mengatakan, keempat perwakilan itu nanti akan mendatangi Mahkamah Internasional untuk melaporkan berbagai hal yang terjadi dan menimpa mereka, antara lain masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), dan belum tuntasnya persoalan ganti rugi yang diterima oleh warga korban semburan lumpur Lapindo.

“Dua permasalahan itu yang akan kami usung untuk dilaporkan ke Mahkamah Internasional,” katanya.

Ia menambahkan bahwa biaya pemberangkatan empat perwakilan warga itu hasil dari sumbangan dan swadaya warga Pagar Rekontrak sendiri.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

Satu Balasan ke Empat Korban Lumpur Adukan ke Mahkamah Internasional

  1. Tonas mengatakan:

    Sekalian tanyakan persyaratan pengurusan menjadi warga negara BELANDA, Untuk persiapan kalau tidak bisa pulang lagi ke Sidoarjo, sebab akan di CEKAL oleh BUPATI dan KRONI-KRONI-nya, Ingat peristiwa Warga Perumtas-1 yang mau berangkat ke Jakarta tempo hari sempat kucing-kucingan dengan Petugas yang mencekal Warga korban lumpur untuk tidak berteriak di Jakarta. Hanya karena membawa Kaos KUNING dengan Tulisan Tuntutan CASH and CARRY 100%, tidak dengan 20% dan 80%. MAJU TERUS BUAT WARGA REKONTRAK, JANGAN TAKUT DENGAN INTIMIDASI OKNUM-2 YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB, ALLAH MELINDUNGI KITA SEMUA, TERIAK-AN KEBENARAN INI SUPAYA DUNIA TAU KEBUSUKAN YANG TERSIMPAN DI BUMI PERTIWI INI. SALAM DARI TEMAN SEPERJUANGAN PERWAKILAN WARGA PERUMTAS-1.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: