Penetapan Lapindo Pelaku Kejahatan Harus Ada Pembuktian

Jakarta (ANTARA News) – Jaksa Agung Hendarman Supanji mengatakan bahwa penetapan Lapindo Brantas Inc melakukan kejahatan lingkungan harus melakukan pembuktian.

Hal tersebut dinyatakan oleh Hendarman di Kantor Presiden Jakarta, Jumat petang, seusai rapat terbatas kabinet tentang persiapan pelaksanaan Konferensi Internasional Climate Change yang diselenggarakan di Bali, Desember mendatang.

“Badan hukum bisa menjadi subyek hukum, perusahaan yang menimbulkan kerusakan lingkungan bisa menjadi subyek hukum, …apabila memenuhi unsur-unsur UU tentang Lingkungan Hidup,” katanya.

Hendarman mengatakan bahwa semua itu tergantung pada pembuktian.

“Tergantung kesaksian ahli lingkungan hidup, merusak atau tidak. Apakah itu dilakukan manusia, badan hukum atau bencana alam. Itu belum ada,” katanya.

Menurut dia, hal-hal seperti itulah yang harus dirumuskan terlebih dahulu.

Sementara itu mengenai gugatan beberapa pihak terhadap iklan layanan masyarakat yang dibuat oleh Lapindo yang mengklaim tidak melakukan kejahatan lingkungan, Hendarman mengatakan bahwa kepastian akan diperoleh dari putusan pengadilan.

Pernyataan senada dikemukakan oleh Menko Kesra Aburizal Bakrie, yang mengaku telah melakukan klarifikasi kepada Jaksa Agung terkait pemberitaan media yang menyebutkan bahwa Hendarman menilai Lapindo telah melakukan kejahatan lingkungan.

“Saya telah menanyakan kepada Jaksa Agung dan dia mengatakan bahwa itu tidak benar,” katanya.

Aburizal mengatakan bahwa sebelum ada pembuktian maka tidak ada satu jaminan pun atas segala tuduhan.

Terkait iklan yang dibuat oleh Lapindo, Aburizal menilai setiap pihak boleh berpendapat jadi iklan tersebut tidak melanggar hukum.

Termasuk jika ada pihak yang mengatakan Lapindo melanggar hukum, katanya.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

9 Balasan ke Penetapan Lapindo Pelaku Kejahatan Harus Ada Pembuktian

  1. Tonas mengatakan:

    Emang bener kata Ibu, “JANGAN PILIH YANG GANTENG-NYA SAJA, TAPI LIHAT LAH PADA HATI NURANI” ( bukan-nya Kampanye lho ), Tapi ini realiti yang sekarang ini kami hadapi, semuanya cuman TEBAR PESONA saja, TIDAK ADA HATI NURANI….PERPRES NO. 14 TAHUN 2007 Apa masih kurang Bukti….?????? Mana NYALI dan TARING yang mengeluarkan PERPRES untuk mengawal dan melaksanakan secara KONSISTEN….!!!!! harus kami ganti dengan seorang ANDI DARUSALLAM….!!!!!

  2. Tonas mengatakan:

    Jumlah bidang
    10776

    Pembayaran tahap Pertama 20%
    Rp. 582.277.683.620

    Total Pembayaran 100%
    Rp. 2.911.388.418.100

    Angka ini masih belum membuktikan Lapindo bersalah…????? sungguh amat sangat ANEH…..!!!!!! Perusahaan mana yang mau memberikan CUMA-CUMA dana sebesar itu untuk Warga korban luapan Lumpur kalau memang TIDAK BERSALAH…..????? Angka 20% apa bisa diklaimkan ke PEMERINTAH kalau di Pengadilan Lapindo tidak dinyatakan BERSALAH….?????

  3. Tonas mengatakan:

    BANGSA YANG ANEH….

  4. Tonas mengatakan:

    bukti apa lagi bung….???? kalau memang yakin tidak bersalah, kenapa hrs mengeluarkan biaya Ratusan Milyar untuk tetek-bengek ini…????? apa masih kurang bukti…????? gimana kalau lumpur-nya kami kirm ke KEJAKSAAN AGUNG…!!!!

  5. MAs Karebet mengatakan:

    “Penetapan Lapindo Pelaku Kejahatan Harus Ada Pembuktian”
    ================================================
    🙂 Tunggu abis pemilu 2009 ya🙂

  6. Tonas mengatakan:

    Salam buat Mang Ipin, terima kasih dukungan dan doa-nya mang, Alhamdullilah.. sampai dengan hari ini Allah masih selalu melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kami semua yang lagi berjuang ini, sehingga kami masih bisa bertahan memperjuangkan hak-2 kami yang terzolim-in oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkan musibah ini untuk kepentingan Pribadi-nya. Sekali lagi terima kasih dukungan dan doa-nya. Amin.

  7. mang Ipin mengatakan:

    Hallo P.Tonas apa kabar? hope you are doing well…selalu sehat walafiat..
    walaupun penderitaan bapak serta seluruh RKL tidak dapat terbayangkan,
    namun saya berharap yang terpenting dari semuanya yaitu agar Bapak be-
    serta seluruh Kel selalu dalam keadaan sehat walafiat …amin
    Pasti datang waktunya kebenaran akan MENANG…sejarah membuktikan
    bahwa yang zolim,bathil tidak mempunyai keadilan akan mendapat hukuman
    nya kelak,karena YMK tidak buta memperhatikan umatNYA yang tawakal ke
    pada NYA….salam dari jauh pak.

  8. Tonas mengatakan:

    Nunggu keputusan pengadilan Indonesia dengan metode PRADUGA TAK BERSALAH, maka sama dengan melaksanakan eksekusi mati terhadap warga korban lumpur untuk bisa mati secara perlahan-lahan, wong berkas-nya aja sekarang masih diping-pong antara Kejaksaan dan Polda, para tersangkanya masih bisa menari-nari di luar. Itulah INDONESIA

  9. mang Ipin mengatakan:

    Penjahat mana ada yang mau ngaku?????bisa2 penuh tuh bui!!!!!
    tinggal nunggu hukuman dari YMK aza ya cak!!!!apa menyengsara-
    kan puluhan ribu RKL dan mencabut secara tidak disadari penduduk
    yang kena dampak LuSi dari tempat kelahirannya bukan suatu ke..????
    wis…. wis…..sakjane!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: