Siring Barat Terendam

RADAR SIDOARJO      Rabu, 21 Nov 2007
BPLS: Bukan dari Pond atau Akibat Subsidence
SIDOARJO – Warga kawasan Siring Barat, Kelurahan Siring, gelisah. Itu menyusul genangan air setinggi sekitar 20 cm yang merendam kawasan yang selama ini belum tersentuh lumpur itu. BPLS menyatakan, genangan tidak berasal dari rembesan air di kolam penampungan lumpur.

Warga yang resah tersebut tinggal di RT 3 RW 1 Siring Barat, Kelurahan Siring, Kecamatan Porong. Menurut Yani, salah seorang warga, beberapa hari terakhir tidak turun hujan di kawasan tersebut. Tapi, genangan air tidak surut. Sehari disedot, sehari kemudian muncul lagi setinggi 20 cm.

Kawasan Siring Barat yang terendam air terletak hanya sekitar 200 meter dari kolam penampungan lumpur. Lokasinya dibatasi rel KA dan Jalan Raya Porong.

“Aneh. Air dari mana lagi ini? Kalau sampai hujan turun, tentu kami lebih waswas,” kata Yani kemarin (20/11). Yani dan penghuni sekitar 20 rumah di sana pun terus bertanya-tanya. Apalagi, genangan air beraroma belerang meski masih terlihat tidak keruh. “Setiap pagi kami menguras air dari dalam rumah. Kami khawatir membesar,” imbuh Sulkan, warga lain.

Ketua RT RT 3 RW 1 Gandu Suyanto mengaku jengkel dengan kinerja pemerintah maupun Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Sebab, sejak air menggenangi permukiman, dia melapor ke pemkab maupun DPRD. Tapi, tidak ada tanggapan. “Baru setelah saya ke kelurahan dan memaksa lurah mengantarkan ke BPLS, ada tindakan pemompaan,” tandas Gandu.

Menanggapi keluhan warga itu, Humas BPLS Ahmad Zulkarnain menyatakan belum berani menyimpulkan apakah rembesan air tersebut dari pond Siring atau tidak. “Dugaan sementara, air merembes karena adanya air tanah yang naik ke permukaan. Apalagi saya dengar sebenarnya rembesan di rumah warga tersebut berlangsung sejak 2 bulan terakhir. Padahal, pond Siring baru diisi lumpur kembali sejak dua minggu terakhir,” kata Zulkarnain.

Dikonfirmasi secara terpisah, Deputi Operasional BPLS Mochamad Soffian Hadi menepis kekhawatiran warga bahwa rembesan air di Siring Barat berasal dari kolam-kolam penampung lumpur di Siring Timur. “Perlu diingat, kapan rembesan itu mulai terjadi dan kapan kolam penampung lumpur di Siring Timur diisi,” tuturnya.

Apakah rembesan air tersebut merupakan tanda-tanda mulai meluasnya subsidence hingga ke sebelah barat Jl Raya Porong? Soffian tak bersedia menjawab pertanyaan itu. Alasannya, dia belum mengeceknya ke lapangan. “Kalau tidak ada data, saya tidak mau menjawab,” ujarnya.

Soffian hanya mengatakan, subsidence yang terpantau hingga saat ini baru berkisar di radius 300 meter dari pusat semburan. “Kedalamannya sekitar 1 meter,” jelasnya. (wko/sat)

8 Balasan ke Siring Barat Terendam

  1. Tonas mengatakan:

    Nah itulah masalah utama-nya, sekarang ini SUDAH BANYAK KERBAU YANG SDH KECUCUK HIDUNG-NYA di Pembayaran 20% ini. ( 98% ) sudah terima Uang tersebut, gimana membangunkannya….????? ada Formulasi-nya…????

  2. mang Ipin mengatakan:

    Pak Tonas dimana ada dalilnya pedagang/sudagar gak mencari ke-
    untungan se-maksimal2nya???sekarang obyek yang mendatangkan
    keuntungan sudah ada yaitu RKL!!!tinggal pepatah mengatakan :
    kerbau dicucuk hidungnya,dibawa kemana saja ya manut!!!kalau
    para RKL merasa tujuan pembangunan real estate dadakan tsb hanya
    untuk PURE BUSINESS ,bukan azas membantu solusi bagi para RKL
    ya jangan mau dibujuki ….karena ini Negara Demokrasi,jadi tiap WNI
    berhak menentukan pilihan masing2 !!!!salam kompak selalu pak

  3. Tonas mengatakan:

    Minarak Bangun 6.030 Rumah Hunian di Lahan 200 Ha
    Ditulis Oleh riz
    Senin, 26 November 2007
    Kabar gembira bagi warga korban lumpur PT Lapindo Brantas Inc. bahwa dalam waktu dekat PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) akan membangun kawasan pemukiman yang diprioritaskan untuk korban lumpur. Hal tersebut dibuktikan dengan setidaknya PT MLJ sudah membeli lahan 200 hektare di kawasan Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

    Tidak hanya lahan 200 hektare yang dbeli, namun juga mencapai 6.030 unit rumah beragam tipe, terdiri atas 4.719 unit tipe 36/90, sebanyak 931 unit tipe 54/105 dan 380 unit tipe 70/150. Menurut skenario awal, rumah akan dibangun diatas lahan seluas lebih dari 500 ribu m2. Wakil Direktur PT MLJ, Andi Darussalam Tabusalla mengatakan, lahan yang sudah dibooking Minarak itu milik PT Wahana Arta Raya (WAR). Penandatanganan MoU terkait dengan proses jual beli tanah tersebut bakal di lakukan pada minggu kedua bulan Desembar mendatang. “Selanjutnnya, kami bersama WAR akan membangun dan mengelola sebuah real estate yang terdiri atas kawasan perumahan, industri dan UKM,” tutur Andi Darussalam di Sidoarjo

    Kawasan ini pula nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum dan sosial, antara lain mushala, sarana olahraga, masjid, sekolah, pondok pesantren, puskesmas, balai RW, pos jaga, hingga club house. “Kami membeli lahan dari PT WAR yang akan dipakai untuk murni kepentingan bisnis. namu kita prioritaskan bagi warga korban luapan lumpur yang berminat. dengan begitu warga tidak akan menyia-nyiakan sisa pembayaran 80% karena akan mendapatkan rumah,” ujar Andi Darussalam

    Andi Darussalam menambahkan bahwa dengan skema pembayaran ganti rugi yang ditawarkan MInarak tersebut, warga korban lumpur Lapindo akan banyak mendapatkan keuntungan. Pertama, mereka tidak perlu lagi sangsi dengan kepastian pembayaran sisa ganti rugi 80%. Kedua, uang muka ganti rugi 20% yang sudah mereka terima tidak diperhitungkan sebagai kompensasi nilai rumah. Ketiga, mereka akan mendapatkan rumah pengganti sekaligus sertifikat rumah pengganti tersebut. “Warga korban lumpur Lapindo yang berminat akan kami proses kepemilikan rumahnya saat ini juga.” tegas Andi Darussalam

    Terakhir diperbaharui ( Senin, 26 November 2007 )

    Ini saya berikan contoh yang REAL dan TERBARU kebusukan yang sudah lama di rencanakan, dan sekarang ini bakal di sebarkan ke Warga Korban untuk memancing dan memanfaatkan korban lumpur untuk BISNIS-nya. Yang perlu di garis bawahi adalah :
    1. Siapa Andi Darusallam itu, Tempo hari memperkenalkan diri sebagai VICE PRESIDENT PT. Minarak Lapindo Jaya, kemudian ternyata dalam Struktur Organisasinya adalah sebagai ADVISOR, kemudian sekarang sebagai WAKIL DIREKTUR PT. MINARAK LAPINDO JAYA, Besok mau jadi apa lagi….?????? WAPRES KALI YA…..!!!!!!! itulah aktor yang di pasang untuk mengeruk keuntungan untuk BAKRIE.
    2. Siapa Lagi PT. WAHANA ARTHA RAYA itu…????? krn skrng akan berperan sebagai pengembang untuk penyediaan Rumah….Bimsalabim…6000 rumah bakal berdiri…????? Keturunan Aladin kali…!!!!!
    3. Keuntungan yang di berikan pada warga korban lumpur hanyalah impian di siang bolong…. krn perlu di ingat warga yang masih punya kewajiban dengan KPR, maka siap-siap akan di jepit oleh Perbankan krn kewajiban-nya belum bisa di lunasi…..UNTUNG yang mana lagi….????? dan sekalian siap-2 untuk KONFRONTASI lagi dengan Pihak PERBANKAN yg skrg ini di tinggalkan oleh warga krn terpancing mendapatkan 20% skrg. Masih ada KEKUATAN kah warga ini akan bergerak lagi berhadapan dengan BANK….???? Politik adu domda WARGA vs BANK…
    4. Yang juga perlu di garis bawahi intisari pernyataan tersebut adalah ini adalah penyelesaian PURE-BISNIS. Jadi bukan dengan RASA KEADILAN DAN KEMANUSIA-AN.
    Itulah kedaan yang sekarang ini akan kami hadapi, kalau ada sumbangsih pemikiran kami ucapkan terima kasih.

  4. mang Ipin mengatakan:

    Dampak dan akibat dari LuSi binti LuLa yang tengah menimpa RKL
    di Porong tak dapat diukur dari materi yang mereka terima…..apakah
    seimbang bila akar budaya serta tatanan kehidupan yang sudah ter-
    porak porandakan oleh amukan LuSi tsb dikatakan mendapat kompensasi
    yang suangaat heboh??????hanya segelintir manusia yang berfikiran
    picik saja yang silau dengan jumlah uang yang di-iming2i sebagai peng-
    gantian dari tempat tinggal/usaha mereka yang sudah hancur berantakan..
    talk is cheap bung!!!!kalau sampeyan yang menjadi korban maka saya yakin
    baru dpt merasakan musibah sebagaimana yg diderita para RKL sekarang ini
    yang sudah hampir 1,5thn menjalaninya…..Pak.Tonas tetap tegar dan maju
    terus memperjuangkan hak2 bapak beserta RKL lainnya yang merasa terzolimi
    oleh pengusaha/penguasa serta antek2nya…..salam simpatik dari Mang Ipin

  5. Tonas mengatakan:

    Bung Joey, sebelum lumpur menengelamkan wilayah kami, kami tiap malam sudah berupaya berjaga-jaga dan melokalisasi wilayah kami dari luapan lumpur ( 1 Tahun yang Lalu ). Akan tetapi krn kepongkahan dari Tim yang di bentuk oleh Pemerintah, yaitu TIMNAS, maka terjadilah Insiden Ledakan Pipa Gas, dan aliran lumpur panas makin tidak bisa di kendalikan, maka tenggelamlah wilayah kami ini sekarang. Sehingga kami ini TIDAK MEMBIARKAN wilayah kami tenggelam. Hal ini dikarenakan KESOMBONGAN dan KEANGKUHAN Pemerintah dalam menjalankan Penanggulangan Musibah ini, Dan yang penting juga di ingat bahwa Nilai besaran ganti-rugi ini belum ada apa-apanya apabila di bandingkan dengan KEHIDUPAN yang sudah TATA. Kami mulai semuanya dari NOL lagi dan tercerai berai, tanpa kejelasan kapan akan berakhir. Apa Bung Joey mau bertukar aset dengan Kami….??? supaya bisa merasakan musibah ini….????

  6. joey mengatakan:

    gimana mungkin 240 juta penduduk mo bantu, beberapa warga sekitar semburan yang nota bene korban saja menolak untuk melokalisasi dampak semburan.., ya beberapa dari mereka lebih suka wilayahnya tenggelam karena ganti ruginya emang heboh kali ya….

  7. LuPhKimm mengatakan:

    kalau yg kerja cma BPLS , kapan mau selesai, coba kalau 240 juta penduduk Indonesi mau bantu BPLS dijamin si lumpur damai

  8. dianna mengatakan:

    ya lumpur ya air lama2 bisa kerendem mereka…kasihan ya untung dibandung aman2 saja😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: