Pemerintah agar Segera Putuskan Status Kasus Lapindo

General Manajer PT Lapindo Brantas Imam Agustino meminta pemerintah segera mengeluarkan keputusan tentang kasus Lumpur Lapindo, apakah kasus itu merupakan bencana alam atau bukan.
Hal itu dikemukakan dalam rapat dengar pendapat antara Tim Pengawas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo DPR dengan pimpinan Lapindo Brantas, Ketua BPLS, dan PT Minarak di Gedung MPR/DPR, Rabu (28/11),

“”Apapun keputusannya, PT Lapindo akan membayar ganti rugi sesuai Perpres No 14/ 2007,’’ katanya.

Di akhir rapat, dibacakan kesimpulan tentang rencana menggelar perkara yang akan dilakukan pada Januari 2008 dengan melibatkan Kementerian ESDM, BP Migas, PT Lapindo Brantas, dan kontraktor pengeboran.

Rapat yang dipimpin Tjahjo Kumolo dari F-PDIP itu juga menyimpulkan, kemungkinan akan digelar seminar internasional dengan mengundang para ahli dari luar negeri yang pernah mengalami kasus serupa. Hal itu sangat penting, karena para ahli dari luar negeri itu tidak memiliki kepentingan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah dalam kasus Lapindo.

Kalangan anggota DPR meminta semua pihak menghormati putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang memenangkan PT Lapindo Brantas atas gugatan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Selasa (27/11).

Wakil Ketua Komisi III DPR dari F-PG Aziz Syamsuddin mengharapkan semua pihak menghormati putusan tersebut, dan meminta pemerintah segera mengambil tindakan supaya rakyat Sidoarjo yang menjadi korban bencana Lapindo tidak terus merana.

“Keputusan hakim tidak bisa ditolak, harus dihormati dan dipatuhi. Kalau ada yang tak puas, ajukan saja banding,’’ kata politisi Golkar asal Lampung itu, Rabu (28/11).

Menanggapi suara-suara miring yang menilai keputusan PN itu tidak mencerminkan rasa keadilan masyarakat, Azis mengingatkan, rasa keadilan itu wajar disampaikan sebelum ada keputusan pengadilan. Tapi bila sudah ada keputusan, semua pihak harus patuh dan tunduk pada putusan itu.

Di tempat terpisah, anggota Komisi III DPR dari F-PG Setya Novanto mengharapkan agar keputusan itu tidak dipolitisasi. “Kalau ada yang tak puas dengan keputusan hakim, bisa lakukan banding dan kasasi. Memang keputusan hakim banyak yang tak memuaskan masyarakat, tapi hal itu jangan dipolitisir,’’ ujarnya.

Novanto yang juga anggota Tim Pengawas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (Tim P2LS) itu meminta Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dan pemerintah bekerja keras dengan berpedoman pada Perpres No 14/ 2007.

Pemerintah hendaknya membuat rencana kerja yang jelas, konkret dan terarah serta tidak bersifat sporadis dan jangka pendek. Itu dilakukan agar ada proses kemajuan dalam penanganan masalah itu.

http://www.menkokesra.go.id/content/view/6288/1/

7 Balasan ke Pemerintah agar Segera Putuskan Status Kasus Lapindo

  1. mang Ipin mengatakan:

    Huuus bung Usil!!! siapa bilang boleh rest fisik!! juga gak boleh tuh,
    sebaiknya sambil mengisi waktu dengan mengolah phisis ,
    ada baiknya fisik ini juga zangan didiamkan ,tapi terus ada aktivitas..
    latihan tai chi,senam bugar..or jalan pagi..etc etc…masih ingat nggak
    apa yang dikatakan orang besar : didalam tubuh
    yang kuat/sehat ada jiwa yang sehat..sababnya sudah lama gak ada pencerahan
    dari para sohib2 di blog ini,coz berita LuSi binti LuLa sudah makin gak ke-
    dengaran gaungnya?????tertelan dengan hebohnya isu pemanasan global,
    kenaikan BBM untuk industri plus rencana pengurangan subsidi premium,
    ..etc..etc…so liburnya zangan kelama-
    an ya bung Usil…nanti malah bisa lupa dengan rekan2 di blog ini…salam
    kompak selalu n tariiik terus!!!!

  2. usil mengatakan:

    Lagi ‘libur’ Mang!

    Mang Ipin, setahu aku kalo orang sudah tua harus rest phisik, tapi
    tidak boleh rest otak. Menurut teman kantorku (orang Inggris) yang
    waktu itu berusia 73 thn. Katanya makin tua, otak harus makin di
    asah biar gak cepat pikun dan buntutnya sakit2 mlulu. Nah lho……

    Mang Ipin! ini bukannya usil mau nakut2in teman.
    Untungnya temen2 diblog masih pada muda2, paling banter
    usianya ’46’ to? (kepala dibawah?) he3x…hmmmmm!

    Mang Ipin harus sabar….begitulah kalo gak ada tantangan, jadinya para
    pentolan2 mendingan ngurus ‘belibisnya’ biar bertelur gitu!

  3. mang Ipin mengatakan:

    Weleh..weleh bung Usil ! kemana aza nich baru nongol lagi??????
    ogut kira sudah menghilang dari blog ini???? Alhamdullilah eeh
    zebul ada disini!!!!!Kalo dulu Gus Dur bilang bahwa DPR itu adalah..
    sekumpulan TK!!!!! nach sekarang malah zadi turun jadi PLAY GROUP??
    so daripada uang negara yang triliunan jadi mubazir untuk biaya PLAY GROUP
    lebih baik dipakai untuk kesejahteraan saudara2 kita RKL di Porong saza ya
    tentunya Pak.Tonas akan setuju sekali..iya ndak Pak?????
    Cuma dah lama nggak dengar pencerahan dari si Om Papang…salam dari
    jauh untuk semua…tariiik terus bro!!!!!!

  4. usil mengatakan:

    Hebat tuh analisa diatas!
    Tangan jadi gatel nih….
    Kalo benar para Engineer Institusi sudah bisa ‘dibeli’, itu namanya
    pelacuran profesi. Gak heran segala upaya mereka selama ini, HDCB
    ato EBS ato apa kek, gagal total!!! rupanya ada vested interest disitu…
    Mangkanya gak heran kalo selama ini ide2 mereka selalu KEOK ditangan
    omPapang dan pak RIrawan…….hayah!

  5. hati nurani mengatakan:

    Coba lihat iklan dari Minarak di koran Busines Indonesia, bahwa bencana lumpur Lapindo adalah bencana alam ( mud volcano). Guru besar ITB, ahli dari ITB malah tampil di iklan itu untuk membenarkan. Jadi sudah jelaslah ITB dan yang punya lapindo (lulusan ITB )sudah ada cara untuk menggiring lagi agar menjadi tanggung jawab pemerintah dan tentunya rakyat. Saya ingat lagi ex ketua ikatan ahli geologi ( ITB juga ) yang mengatakan, bencana ini sudah sarat dengan kepentingan yang tidak benar, padahal memang salah pengeboran.
    Jadi integritas kampus dan engineer ternyata kalah sama kepentingan politik dan uang. Mau kemana negara ini, kalau para engineernya sudah bisa dibeli. Jadi jangan sok paling hebat dan paling berkompeten dalam hal ini. Nasib bangsa dipertaruhkan untuk menjadi preseden kepastian langkah. Ternyata rakyat selalu menjadi pelanduk ditengah gajah-gajah yang bertengkar. Wawasan almamater, Pancasila, UUD 45 bahkan jasa founding fatherp kalau perlu Indonesia dijual. Masya Allah. Azab apa yang akan menimpa bangsa ini, jangan-jangan terjadi ramalan bahwa Indonesia termasuk salah satu bangsa yang akan hilang.

  6. Tonas mengatakan:

    Kalau memang LAPINDO komitment berpegang PREPRES No. 14 th 2007, kenapa Permasalahan ganti-rugi ini sekarang di kendalikan oleh seorang ANDI DARUSALAM TABUSALLA, padahal yang bersangkutan TIDAK TERMASUK DALAM STRUKTUR PT. LAPINDO BRANTAS, Inc, Apa memang IMAM AGUSTINO sudah tidak berani menghadapi Warga Korban Lumpur…???? Kalau memang sama-sama berpegang dengan KOMITMNET Perpres, Kami tunggu Pak Imam Agustinus untuk berunding dengan Kami, bukan seorang PECUNDANG ANDI DARUSALAM…!!!! yang berlindung di balik PT. Minarak Lapindo Jaya. SEKALI LAGI KAMI TEGASKAN DALAM PERPRES No. 14 TIDAK ADA YANG NAMA-NYA PT. MINARAK LAPINDO JAYA, SEMUA DI JELASKAN YANG BERTANGGUNG JAWAB MASALAH GANTI-RUGI WARGA ADALAH PT. LAPINDO BRANTAS. !!!!!

  7. Tonas mengatakan:

    ya…allah…. ternyata para anggota DPR-RI nggak ubahnya kumpulan anak-anak PLAY GROUP yang gampang sekali di nina bobok-an oleh kumpulan dongeng yang ciptakan oleh para Mafia Lapindo dan kroni-kroninya, cuman segitu aja kerja para Wakil-Wakil Rakyat kita ini yang notabe-nya segala fasilitas kerjanya mengambil dari DARAH dan KERINGAT Rakyat Indonesia, kami sekarang hanya bisa berdoa semoga Allah benar-benar membukakan HATI DAN PIKIRAN PARA WAKIL-WAKIL RAKYAT INI supaya bisa melihat dengan BENAR DAN BIJAK dalam membantu menyelesaikan permasalahan para korban lumpur ini dan Benar-benar berpihak kepada Raykat. TUNJUK-KANLAH KEPADA MEREKA ( para Wakil Rakyat ) BAHWA YANG BATIL ITU BATIL DAN YANG BENAR ITU BENAR. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: