Tim ITS Ciptakan “Star Pump” Untuk Sedot Lumpur

04/12/07 21:30Sidoarjo (ANTARA News) – Tim Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) kembali menciptakan cara penanganan luapan lumpur Lapindo dengan mendemontrasikan pompa khusus penyedot lumpur star pump.

Pompa jenis star pump ini memiliki kekuatan 50 HP (Horse Power) dan mampu menyedot lumpur sebanyak 10 ribu M3 per hari yang dikerjakan di bengkel PT Karya Dua Perkasa Desa, Kebon Agung, Gedangan, Sidoarjo.

Ketua Tim Alumnus ITS Jaya Laksana mengatakan, keistimewaan lainnya dari pompa yang digerakkan dengan tenaga listrik ini mampu menghancurkan batu maupun kerikil yang tercampur di dalam lumpur.

“Selain kerikil, star pump juga mampu menyedot lumpur suhu panasnya hingga mencapai di atas 80 derajat Celcius tanpa dicampuri air terdahulu,” katanya menegaskan.

Ia menjelaskan, karakteristik pompa ini cocok dengan kondisi semburan lumpur. Pihaknya sengaja membuat pompa khusus lumpur panas ini, setelah sebelumnya melakukan penelitian serta beberapa kali percobaan terkait kondisi lumpur.

“Pompa star pump ini karakteristiknya cocok untuk ditempatkan di pusat semburan,” katanya.

Menyinggung berapa pompa yang akan dipasang untuk mengalirkan lumpur secara langsung dari pusat semburan ke lahan kosong yang jaraknya mencapai sekitar delapan kilometer dari pusat semburan, menurut Jaya membutuhkan 16 pompa.

“Kebutuhan 16 pompa itu dengan asumsi satu unit star pump akan efektif menyedot lumpur sepanjang 500 meter,” katanya.

Ia mengaku, pihaknya juga akan menyediakan pompa star pump cadangan untuk mengantisipasi adanya kerusakan dan siap menciptakan pompa star pump lagi yang mempunyai kemampuan lebih besar yang sanggup menyedot hingga mencapai 50 ribu M3/hari.

Sebelumnya, tim ITS berhasil menangani semburan baru (bubble, red) dengan metode Bernouli, seperti yang diujicobakan di bubble Mindi dan Jatirejo, Porong. (*)

Copyright © 2007 ANTARA

12 Balasan ke Tim ITS Ciptakan “Star Pump” Untuk Sedot Lumpur

  1. mang Ipin mengatakan:

    Tuuul juga apa kata Dek Inyo ntu! siapa yang mau nanggung biaya
    PLN buat nyedot genangan air tsb…coz seharusnya sdh tugas pemda
    setempat memberi kenyamanan bagi para pengguna jalan raya Porong
    tapi ya mungkin karena gak ada dananya lagi alias enteg ..ya dibiarkan
    saza biar ada genangan air alias …EGP benar
    kata dek Inyo mana nich team KOMENLUS kita punya suara?????lam
    kompak selalu!!!

  2. inyo mengatakan:

    Mang Ipin yg baek, ide mang Ipin sebeharnya cemerlang juga tapi perlu dicermati, star pump tsb sumber energynya menggunakan Listrik,klo misal ITS bikin pembangkit sendiri ga masalah, tapi klo Listriknya harus sewa ke PLN, dalam sehari 1 star pump butuh biaya operasional(sewa listrik aja lho! lom yg laen2) minimal Rp. 9.715.200,-(10 juta), yg jadi pertanyaan adl utk menyedot air di jl. raya porong harus megeluarkan dana 10 juta/hari, apakah masih pantes(proportional) yah ?? tariiik…rik !!
    bang Usil, dkk… kasih komen donk !!

  3. mang Ipin mengatakan:

    Lam kompak tuk semua sohib di blog favorit mengenai LuSi binti LuLa
    kalo Grundfos aza ahli pompa dari sono gak wani nawarin tuk nyedot si
    LuSi…eh zebul ada juga yang sudah gembar gembor sanggup zedot tu
    LuSi????maaf bukan ngecilin arti dari perjuangan Om Jaya L ya!!!!
    senin/10Dec dan rabu/12Dec sempat dua kali bolak balik melewati
    jalur Porong yang lumayan masih muacet coman gak separah waktu
    bulan July lalu????ada genangan air akibat hujan malam sebelumnya
    zadi terfikir apa gak baiknya Pompa tsb dipakai untuk menyedot air yang
    menggenangi jalan raya Porong tsb zaja disebabkan gak adanya drainase
    lagi!!!!pasti dijamin genangan air tsb akan cepat kering dan membantu
    mengurangi kemacetan akibat tambahan adanya air di jalan raya tsb…
    tariiik terus bro!!!!!

  4. usil mengatakan:

    Tampangnya sih ‘selokan’, tapi etungannya itu lho.
    Hayo! mantep mana etungan Bernoulli diselokannya pak Rirawan,
    lawan EBS yang gagal itu.
    Mangkanya nama boleh mesum…..tapi isinya? Ck…ck…ck…

  5. PapaTITA mengatakan:

    Lha piye pak Usil ntar andai dipakai tuh selokannya pak RIrawan, apa nggak tetangga saya yg sama2 wong ndeso sekitar porong bilang:
    “ini tho yg itungannya wong pinter, jebule mung selokan koyo ngene” atau
    “kalau selokan gini seh wong ndeso juga iso nggawe .. tuh di sawah2” …
    hehehehe. :nggabur mode on:

  6. usil mengatakan:

    Aku kira istilah ‘selokan’ itu malah bagus PapaTITA!
    Sekalian kita ‘bakar’ biar beliau cepat muncul.

    Untuk pak RIrawn dan si Om yang sedang istirahat panjang,
    paling2 kita cuman bisa doain kesehatan mereka agar tetep fit,
    agar bisa nulis lagi. Tentu saja termasuk pak Dhe di KL sana….
    yang lagi asyik nyanyi lagu bajakan: SAPA SURUH DATANG JKT……..

  7. PapaTITA mengatakan:

    hiks, ternyata di-itung2 secara kasar wae jatuhnya besar juga per bulan per tahun 10 tahun 30 tahun?, kok ndak nyoba selokannya pak RIrawan ya, biaya awal besar tapi seterusnya tinggal maintenance .. hehehe sorry ndak elit kalau disebut selokan (mungkin ini gara2nya), sorry ya pak.

  8. usil mengatakan:

    Eh!! sik2 pak Inyo, jangan running non-stop (24 jam) dong!
    Aku sih gak percaya mereka mampu design pompa seperti itu.
    Katakan saja 12 jam (yang normal), tetep aja jumlahnya selangit lho?
    Tiap hari seharga 1 Mercedes S Class 350……..wow keren!

  9. inyo mengatakan:

    Bang Usil, coba sedikit kita cermati ttg STAR PUMP-nya Om Djaja Laksana(mungkin analisa saya salah), gini:

    dg STAR PUMP (50 HP) mampu menyedot lumpur 10 ribu m3/hari, berarti cukup jauh dari debet lumpur yang keluar saat ini, yaitu kurang lebih 120 ribu m3/hari,
    klo mo diterapkannya STAR PUMP tsb. miminal memerlukan 12 unit Star Pump
    sedangkan pemakaian sumber energy listriknya kurang lebih 50 hp = 50 X 0.7354988 = 36.77494 kw X 12 = 441.29928 kw(441.3 kw)

    Beaya pemakaian listrik saja :

    Jika kita berhandai-handai menghitung berapa besar beaya operasionalnya, misal tarif listrik = Rp.11.000/kwh, maka = 441.3 kw X Rp.11.000/kwh = Rp. 4.854.300,-/jam

    beaya operasional yg harus dikeluarkan per hari sebesar : Rp. 4.854.300,- X 24 = Rp 116.503.200 ,-/hari(tarip listrik lama/rumah tangga)

    per bulan = Rp. 3.495.096.000,- = Rp. 3.5 M

    gimana bang Usil, papaTITA, mang Ipin, dkk. ??

  10. usil mengatakan:

    Ya….. betul itu papaTITA!
    Gak biasanya sepih komen dari si OM
    Harapan kami dia gak nulis, hanya karena lagi liburan,
    bukan karena halangan yang lain.
    Tentu saja kita doain bagi kesehatan beliau dan Kel.

    Tentang rancangan pompa dari pak RIrawan, saya kira lambat ato
    cepat pasti akan datang juga…..kan beliau sudah janji! Hanya saja
    aku yakin orang seperti beliau pasti orang yang sangat sibuk.
    Sebetulnya yang mendesak saat ini adalah jika mendapat komen
    terlebih dahulu dari pak RIrawan, tentang Star Pump.
    Tentang bagemana rasio suksesnya?

  11. PapaTITA mengatakan:

    beberapa saat lalu ndak ada perkembangan yg berarti shg pak tua2 ndak turun gunung … terasa sepi cuma bolak-balik halaman situs ini tanpa masukan apa2.
    terakhir seingat saya pak RIrawan kapan itu mau ajukan rancangan yg terbaru, masih ditunggu hingga kini … zzzZZZ.

  12. usil mengatakan:

    Sayang usil bukan ahli pompa seperti mang Ipin dan pak Inyo!
    Mestinya kita bisa uji-publik apa STAR PUMP ini bisa berfungsi ato
    nasibnya sama saja dengan sekian banyak pompa yang geletakan
    mubasir diseputar Lula sana, walo made ini LN.
    Menyimak uraian pak RIrawan pada postingan terdahulu tentang
    pompa lumpur yang sangat komplex dan memerlukan etungan yang
    sangat teliti. Apa pak Djaja bisa jamin pompa mereka bisa sukses?
    Bagaimana kalau gagal? Siapa yang cover biaya investasinya?

    Kalo design gambarnya dan komposisi materialnya berikut etungannya
    ada. Aku yakin team KOMENLUS bisa memberi masukan!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: